Pengaruh proses laku panas quenching and partitioning terhadap umur lelah baja pegas daun jis sup 9A dengan metode reversed bending

Suizta, Viego Kisnejaya (2010) Pengaruh proses laku panas quenching and partitioning terhadap umur lelah baja pegas daun jis sup 9A dengan metode reversed bending. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 2104100043-Undergraduate_Thesis.pdf] Text
2104100043-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (18MB) | Request a copy

Abstract

Dalam perkembangan teknologi transportasi, komponen yang memiliki kualitas yang baik merupakan hal yang dibutuhkan oleh masyarakat. Untuk itu komponen-komponen yang digunakan dalam dunia otomotif harus memiliki sifat mekanik yang baik Pegas daun merupakan salah satu komponen yang penting pada alat transportasi seperti kendaraan roda empat. Pegas daun berfungsi menahan beban statis dan dinamis untuk memberikan kenyaman pada pengendara. Kondisi seperti ini menuntut material pegas yang mempunyai sifat mekanik yang bagus agar komponen pegas daun ini memiliki umur pakai yang lama.
Penelitian ini dilakukan pada material awal dan material dengan perlakuan panas quenching and partitioning pada baja pegas JIS SUP 9A. Austenisasi dilakukan pada temperatur 860°C
holding Lime 30menit lalu didinginkan sampai temperature 190°C dengan saltbath selama 3detik kemudian partitioning dilakukan pada temperatur 250 oc holding time 10 detik lalu didinginkan kembali dengan media air atau oli. Setelah proses tersebut material di uji fatigue dengan tingkat beban 0,8au;0,65au dan 0,5au untuk material quenching and partitioning sedangkan material awal (non treat) dilakukan dengan tingkat beban 0,8au dan 0,5au. Pengujian fatigue dilakukan dengan metode reversed bending dan hasil umur lelahnya dibandingkan dengan hasil umur Ielah yang didapat pada baja pegas daun awal (non treat). Mesin uji fatigue yang digunakan pada penelitian ini adalah mesin fatigue dynamics, Inc. model LFE- 150 yang ada di laboratorium Metalurgi Teknik Mesin ITS. Hasil yang didapatkan setelah material di uji fatigue reversed bending test adalah didapatkannya kurva S-N(hubungan antara tegangan dan umur material). Pada material awal (non treat) dengan tingkat tegangan 0,8au didapatkan bebannya Adalah 996,750 N/mm 2 dengan umur lelahnya 19649 (2,0x104 ) siklus dan pada tingkat tegangan 0,5au dengan beban 622,969 N/mm2 dengan umur lelahnya 524699 (5,2x 105) siklus sedangkan tegangan pada material quenching and partitioning dengan tingkat tegangan 0,8au dengan beban adalah 1474,326 N/mm2 dengan umur lelahnya 13349 (1,3x104) siklus, pada tingkat tegangan 0,65au didapatkan bebannya adalah 1197,89 N/mm2 dengan umur lelahnya 26549 (2,6x104) siklus dan pada tingkat tegangan 0,5au didapatkan bebannya adalah 921,454 N/mm2 dengan umur lelahnya 68249 (6,8x104) siklus, sehingga pada tugas akhir ini material quenching and partitioning memiliki beban yang lebih tinggi dari material awal (non treat) tetapi memiliki umur Ielah yang lebih rendah dari material awal (non treat).lni terbukti dengan prosentase yang didapatkan yakni material quenching and partitioning memiliki umur Ielah 13,01% kali dari material awal dan memiliki prosentase 4,85% kali dari material hasil quenching and tempering yang pernah dilakukan oleh penelitian lain sebagai pembanding.

Item Type: Thesis (Other)
Additional Information: RSM 672.36 Sui p 2010
Uncontrolled Keywords: Pegas Daun, Non Treat, Quenching, Partitioning, Tempering, Reversed Bending
Subjects: T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
Divisions: Faculty of Industrial Technology > Mechanical Engineering > 21201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Totok Setiawan
Date Deposited: 29 May 2026 01:51
Last Modified: 29 May 2026 01:51
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/133462

Actions (login required)

View Item View Item