Khairurrijal, Muhammad Hanif (2026) Analisis Perbadingan Akurasi Volume Overburden Berdasarkan Truck Count Manual dan Berbasis Vehicle Health Monitoring System (VHMS) terhadap Data Pengukuran Terestris. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
|
Text
5016221114-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only Download (7MB) | Request a copy |
Abstract
Kegiatan pengupasan overburden dalam pertambangan batubara memerlukan sistem pengukuran volume yang representatif untuk mendukung evaluasi produksi dan pengambilan keputusan operasional. Metode truck count yang umum digunakan memiliki keunggulan dalam kemudahan dan kecepatan monitoring, namun berpotensi dipengaruhi variasi muatan aktual dan kondisi operasional. Oleh karena itu, dilakukan analisis komparatif antara metode truck count manual dan Vehicle Health Monitoring System (VHMS) terhadap data pengukuran terestris sebagai acuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akurasi perhitungan volume overburden menggunakan kedua metode tersebut. Studi dilakukan di PT Argo Semeru Resources pada Pit A, Pit B, dan Pit C selama Januari 2026, dengan data acuan diperoleh melalui pengukuran Terrestrial Laser Scanner (TLS) dan diolah menggunakan metode surface to surface. Hasil menunjukkan bahwa deviasi metode truck count manual terhadap data terestris masing-masing pada Pit A sebesar -0,51%, pada Pit B sebesar -2,15%, dan pada Pit C sebesar 0,88%, sedangkan pada metode VHMS, didapatkan deviasi terhadap data terestris pada Pit A sebesar -2,18%, pada Pit B sebesar -3,34%, dan pada Pit C sebesar -0,40%. Secara umum, kedua metode cenderung menghasilkan volume lebih kecil dibandingkan data acuan, dengan VHMS menunjukkan deviasi lebih besar. Uji t-distribution pada tingkat signifikansi 5% menghasilkan nilai t hitung = 0,283 pada truck count manual dan 2,859 pada truck count VHMS, lebih kecil dari t tabel = 4,303, sehingga tidak terdapat perbedaan signifikan. Hasil RMSE pada truck count manual menghasilkan nilai sebesar 20.479,436 BCM, sedangkan truck count VHMS menghasilkan nilai RMSE sebesar 36.029,218 BCM. Berdasarkan hasil tersebut, metode truck count manual memiliki akurasi yang lebih baik daripada truck count VHMS pada periode Januari 2026.
==================================================================================================================================
Kegiatan pengupasan overburden dalam pertambangan batubara memerlukan sistem pengukuran volume yang representatif untuk mendukung evaluasi produksi dan pengambilan keputusan operasional. Metode truck count yang umum digunakan memiliki keunggulan dalam kemudahan dan kecepatan monitoring, namun berpotensi dipengaruhi variasi muatan aktual dan kondisi operasional. Oleh karena itu, dilakukan analisis komparatif antara metode truck count manual dan Vehicle Health Monitoring System (VHMS) terhadap data pengukuran terestris sebagai acuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akurasi perhitungan volume overburden menggunakan kedua metode tersebut. Studi dilakukan di PT Argo Semeru Resources pada Pit A, Pit B, dan Pit C selama Januari 2026, dengan data acuan diperoleh melalui pengukuran Terrestrial Laser Scanner (TLS) dan diolah menggunakan metode surface to surface. Hasil menunjukkan bahwa deviasi metode truck count manual terhadap data terestris masing-masing pada Pit A sebesar -0,51%, pada Pit B sebesar -2,15%, dan pada Pit C sebesar 0,88%, sedangkan pada metode VHMS, didapatkan deviasi terhadap data terestris pada Pit A sebesar -2,18%, pada Pit B sebesar -3,34%, dan pada Pit C sebesar -0,40%. Secara umum, kedua metode cenderung menghasilkan volume lebih kecil dibandingkan data acuan, dengan VHMS menunjukkan deviasi lebih besar. Uji t-distribution pada tingkat signifikansi 5% menghasilkan nilai t_{hitung} = 0,283 pada truck count manual dan 2,859 pada truck count VHMS, lebih kecil dari t_{tabel} = 4,303, sehingga tidak terdapat perbedaan signifikan. Hasil RMSE pada truck count manual menghasilkan nilai sebesar 20.479,436 BCM, sedangkan truck count VHMS menghasilkan nilai RMSE sebesar 36.029,218 BCM. Berdasarkan hasil tersebut, metode truck count manual memiliki akurasi yang lebih baik daripada truck count VHMS pada periode Januari 2026.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Volume, Overburden, Truck Count Manual, VHMS, Pengukuran Terestris, Volume, Overburden, Manual Truck Count, VHMS, Terrestrial Measurements |
| Subjects: | T Technology > T Technology (General) > T57.5 Data Processing T Technology > T Technology (General) > T57.62 Simulation T Technology > T Technology (General) > T58.8 Productivity. Efficiency |
| Divisions: | Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Geomatics Engineering > 29202-(S1) Undergraduate Thesis |
| Depositing User: | Muhammad Hanif Khairurrijal |
| Date Deposited: | 19 Jun 2026 01:11 |
| Last Modified: | 19 Jun 2026 01:11 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/133911 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
