Strategi Peningkatan Kualitas Visual Koridor Jalan Kembang Jepun

faddila, aliya ulil (2022) Strategi Peningkatan Kualitas Visual Koridor Jalan Kembang Jepun. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 08211840000011-Undergraduate_Thesis.pdf] Text
08211840000011-Undergraduate_Thesis.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Seiring pembangunan Kota Surabaya yang semakin modern tanpa memperhatikan ciri khas kawasan setempat serta tumbuhnya pusat perdagangan lain “segitiga emas Kota Surabaya” yang terletak di Jalan Basuki Rahmat, Jalan Pemuda, dan Jalan Panglima Sudirman, membuat Kawasan Pecinan, yang pada zaman kolonial merupakan pusat perdagangan, di Jalan Kembang Jepun ini mengalami degradasi fungsi. Jika dibandingkan dengan kondisi di masa lampau, Kawasan Pecinan di Jalan Kembang Jepun mengalami perubahan yang signifikan. Kondisi bangunan rata-rata tidak terawat dengan baik dari sisi bentuk, konstruksi, ornamen, maupun warnanya. Peningkatan kualitas visual koridor Jalan Kembang Jepun sebagai kawasan bersejarah dan cagar budaya di Kota Surabaya diperlukan sebagai upaya untuk mempertahankan dan menumbuhkan kembali genius loci di koridor Jalan Kembang Jepun. Dengan berpegang pada teori kualitas visual perancangan kota yang dikemukakan oleh Lynch, Kenzo Tange dan Shirvani dilakukan evaluasi kualitas visual dengan menggunakan metode Scenic Beauty Estimation dan Sematic Differential. Berdasarkan kedua metode tersebut, didapatkan hasil bahwa Fragmen 1 merupakan fragmen yang memiliki kualitas visual paling baik dan Fragmen 4 merupakan fragmen yang memiliki kualitas visual paling tidak baik. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, dirumuskan strategi peningkatan kualitas visual dengan memprioritaskan permasalahan yang terjadi di setiap fragmen dan dengan nilai paling besar (nilai besar menunjukkan kualitas visual yang semakin tidak baik) antara lain melakukan konsolidasi lahan, menggunakan vegetasi dengan jenis yang bervariasi seperti tanaman keras, perdu, semak dan groundcover pada jalur hijau jalan yang disusun secara mengelompok atau memanjang dengan tanaman keras sebagai unsur dominan (focal point) dan tanaman lain sebagai unsur pendukung, memanfaatkan bangunan-bangunan kosong untuk parkir terpusat, melakukan konservasi bangunan-bangunan lama di sempadan sungai, memperhatikan pemerataan jumlah dan jarak pasang masing-masing jenis perabot jalan di sepanjang koridor: lampu penerangan memiliki standar jarak antar tiang minimal 30 m, bangku jalan dan tempat sampah dipasang setiap 20 m, memperhatikan desain signage agar dapat merepresentasikan pecinan, seperti pada signage penunjuk arah diberikan tulisan berbahasa Cina dengan disertai artinya dalam bahasa lain, baik bahasa Indonesia maupun inggris, menyediakan courtyard/teras yang cukup lebar atau dapat pula digantikan dengan arcade dengan menggunakan ornamen tionghoa sebagai infill façade, serta menggunakan warna-warna yang lebih terang seperti putih atau beige pada dinding bangunan dan warna-warna yang lebih gelap pada bukaan pintu dan dinding untuk menciptakan kontras sehingga lebih menarik pandangan mata.
==============================================================================================================================
Along with the development of the increasingly modern city of Surabaya without paying attention to the characteristics of the local area as well as the growth of other trade centers "the golden triangle of the City of Surabaya" which is located on Jalan Basuki Rahmat, Jalan Pemuda, and Jalan Panglima Sudirman, creating a Chinatown area, which in colonial times was a trading center, on Jalan Kembang Jepun is experiencing a degradation of function. When compared with conditions in the past, the Chinatown area on Jalan Kembang Jepun has undergone significant changes. The average condition of the building is not well maintained in terms of shape, construction, ornamentation, and color. Improving the visual quality of the Jalan Kembang Jepun corridor as a historical and cultural heritage area in the city of Surabaya is needed as an effort to maintain and regenerate the genius loci in the Jalan Kembang Jepun corridor. By adhering to the theory of visual quality of urban design proposed by Lynch, Kenzo Tange, and Shirvani, visual quality was evaluated using the Scenic Beauty Estimation and Semantic Differential methods. Based on these two methods, it was found that Fragment 1 is the fragment that has the best visual quality and Fragment 4 is the fragment that has the least good visual quality. Based on the results of the evaluation, a strategy for improving visual quality was formulated by prioritizing the problems that occur in each fragment and with the most significant value (large values indicate increasingly poor visual quality), among others, by consolidating land, using vegetation with varied types such as plants. hardwoods, shrubs, shrubs and groundcovers on the green road which are arranged in groups or lengthwise with perennials (large trees) as the dominant elements (focal points) and other plants (shrubs, shrubs, ground cover as supporting elements), utilizing buildings empty space for centralized parking, conserve old buildings on riverbanks, pay attention to the even distribution of the number and spacing of each type of street furniture along the corridor: lighting lamps have a standard distance between poles of at least 30 m, road benches can be installed every 20 m, trash cans are installed at least every 20 m, pay attention to the signage design so that it can represent Chinatown, as in the signage the directions are written in Chinese accompanied by meaning in other languages, both Indonesian and English, provide a fairly wide courtyard/terrace or can also be replaced with an arcade using Chinese ornaments as the infill faade , and use lighter colors such as white or beige on building walls and darker colors on door and wall openings to create contrast so that it is more eye-catching.

Item Type: Thesis (Other)
Additional Information: RSPW 711.4 Fad s-1 2022
Uncontrolled Keywords: Scenic Beauty Estimation, Semantic Differential, Pecinan, Kualitas Visual. Scenic Beauty Estimation, Semantic Differential, Chinatown, Visual Quality.
Subjects: H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races > HT133 City and Towns. Land use,urban
Divisions: Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Regional & Urban Planning > 35201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Mr. Marsudiyana -
Date Deposited: 19 Jun 2026 04:09
Last Modified: 19 Jun 2026 06:30
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/133938

Actions (login required)

View Item View Item