widari, aulia nirmala (2022) Strategi Penanganan Kawasan Permukiman Liar Kampung 1001 Malam Morokrembangan Kota Surabaya Melalui Preferensi Masyarakat. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
|
Text
08211840000012-Undergraduate_Thesis.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Kampung 1001 Malam berdiri di lahan ilegal milik pemerintah kota, dan merupakan kawasan permukiman kumuh dan liar yang telah ada sejak tahun 90an. Terbentuknya Kampung 1001 Malam akibat dari kurangnya pengendalian ruang oleh pemerintah Kota Surabaya, sehingga para pendatang menginvasi area tersebut. Keberadaan pendatang di Kampung 1001 malam memberikan dampak negatif, dari segi lingkungan, yaitu sampah yang mencemari sungai dan Bozem Morokrembangan, dan dari kondisi sosial berupa stigma negatif sebagai kawasan berkumpulnya preman dan sarang pencuri. Pemerintah Kota Surabaya berencana mengadakan sosialisasi pemindahan masyarakat Kampung 1001 Malam ke rusun terdekat dan pelatihan pemberdayaan SDM. Namun upaya relokasi masih terkendala akibat sebagian penduduk tidak ber-KTP Surabaya. Permasalahan tersebut sampai saat ini masih belum menemukan jalan keluar sehingga diperlukan strategi baru penanganan permukiman Kampung 1001 Malam. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi penanganan permukiman liar berdasarkan preferensi masyarakat, melalui pendekatan eksploratif. Sasaran pertama menentukan faktor- faktor yang berpengaruh dalam penanganan permukiman liar dengan menggunakan teknik analisis Delphi. Sasaran kedua mengidentifikasi potensi dan masalah dari faktor-faktor yang berpengaruh tersebut dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif melalui wawancara kuisioner dengan jumlah sample sebanyak 63 responden. Sasaran ketiga adalah merumuskan alternatif strategi penanganan permukiman liar dengan teknik analisis SWOT. Alternatif strategi yang terbentuk terdiri dari pembinaan penyediaan rumah susun sewa (hunian layak), pelibatan LSM Kampung 1001 Malam dalam proses relokasi, koordinasi antar pengendalian permukiman Kampung 1001 malam berupa pembatasan aktifitas lahan di area Kampung 1001 Malam sebagai area perawatan dan pembersihan DAS Morokrembangan, sosialisasi kegiatan relokasi (program resetlement) ke rumah Susun Dupak Bangun Rejo bagi masyarakat yang ber-KTP Surabaya, penjaminan keamanan dan kelayakan area relokasi, Kolaborasi dalam menentukan Kasiba dan Lisiba yang tidak ber-KTP Surabaya, Pelatihan SDM dan SDA, Pemberdayaan UMKM, Mengembalikan masyarakat tidak ber-KTP Surabaya ke daerah asal dan mendapatkan jaminan huninan layak di tempat asal.
==============================================================================================================================
Kampung 1001 Malam stands on illegal land owned by the city government and is a slum and squatter area that has been around since the 90s. The formation of Kampung 1001 Malam was the result of the lack of spatial control by the Surabaya City government, so migrants invaded the area. The presence of migrants in Kampung 1001 Malam has a negative impact in terms of the environment, namely garbage that pollutes the river and Bozem Morokrembangan, and social conditions in the form of negative stigma as a gathering area for thugs and thieves' nests. The Surabaya City Government plans to hold socialization of the transfer of the 1001 Malam people to the nearest flats and training on human resource empowerment. However, relocation efforts are still hampered by the fact that some residents do not have Surabaya ID cards. A new approach to dealing with Malam settlements is required. This study aims to formulate a strategy for dealing with illegal settlements based on community preferences through an exploratory approach. The first target is to determine the factors that influence the handling of illegal settlements by using the Delphi analysis technique. The second target is to identify the potential and problems of these influencing factors by using qualitative descriptive analysis techniques through questionnaire interviews with a total sample of 63 respondents. The third target is to formulate alternative strategies for dealing with illegal settlements using SWOT analysis techniques. The alternative strategies formed consist of fostering the provision of rental flats (decent housing), involving the NGO of Kampung 1001 Malam in the relocation process, coordinating between stakeholder in the form of limiting land activities in the 1001 Malam Village area as an area for maintenance and cleaning of the Morokrembangan watershed, socialization relocation activities (resettlement program) to Dupak Bangun Rejo Flats for people with Surabaya ID cards, guaranteeing the security and feasibility of the relocation area,and Collaboration in determining Kasiba and Lisiba who do not have Surabaya ID cards, Human resource and natural resource training, MSME empowerment, Restoring the community does not receive a Surabaya ID card and does not receive a guarantee of proper housing in their area of origin.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Additional Information: | RSPW 307.344 Wid s-1 2022 |
| Uncontrolled Keywords: | Strategi Penanganan Permukiman, Preferensi, Permukiman Liar. Settlements Management Strategy, Preferences, Squatter. |
| Subjects: | H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races > HT133 City and Towns. Land use,urban |
| Divisions: | Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Regional & Urban Planning > 35201-(S1) Undergraduate Thesis |
| Depositing User: | Mr. Marsudiyana - |
| Date Deposited: | 19 Jun 2026 06:24 |
| Last Modified: | 19 Jun 2026 06:57 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/133940 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
