mahardhika, gita rama (2022) Skenario Tata Ruang Dalam Penanganan Banjir Sub Das Piji, Kabupaten Kudus. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
|
Text
08211840000015-Undergraduate_Thesis.pdf Restricted to Repository staff only Download (7MB) | Request a copy |
Abstract
Penurunan daerah penyerapan (infiltrasi) akibat pembangunan dan kurangnya kapasitas pengaliran dari drainase menyebabkan terjadinya luapan air atau juga disebut banjir. Kondisi serupa terjadi pada DAS Juwana dimana lebih dari 50% curah hujan yang terjadi tidak dapat diserap dan menjadikannya salah satu dari DAS dengan status mendesak untuk dipulihkan. Di dalam DAS Juwana, terdapat Sub DAS Piji yang merupakan daerah aliran sungai hulu hilir yang juga dikategorikan kritis akibat cepatnya pembangunan dan hal ini menyebabkan terjadinya banjir wilayah hilir. Permodelan ArcSWAT membagi Sub DAS Piji menjadi 31 sub-sub DAS dengan 6 diantaranya mengalami banjir yakni Sub-sub DAS 14, 15, 17, 20, 26 dan 31. Dari kondisi eksisting penggunaan lahan, kelerengan, tanah, dan jenis iklim pada Sub DAS Piji terjadi banjir dengan luapan hasil simulasi sebesar 154.294,82 m3 dalam sehari pada kemungkinan kasus terburuk. Upaya penanganan banjir yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal tersebut adalah peningkatan serapan dan kapasitas pengaliran melalui tiga indikator yakni perubahan penggunaan lahan, penerapan infrastruktur hijau, dan peningkatan infrastruktur abu-abu. Ketiga indikator tersebut diuji melalui analisis sensitivitas untuk mengetahui jenis perubahan paling sensitif sebagai dasar penyusunan skenario penanganan banjir. Penelitian ini menghasilkan empat skenario penanganan dengan skenario ke-4 memiliki hasil yang optimal dimana pada skenario ini dilakukan penambahan kemampuan serapan melalui perubahan fungsi dan intensitas penggunaan lahan menuju penggunaan lahan yang mampu menyerap air; pemanfaatan infrastruktur hijau baik di level masyarakat maupun pemerintah; dan pengelolaan infrastruktur abu-abu melalui penyesuaian ukuran, bentuk, dan kemiringan drainase sesuai dengan karakteristik wilayah.
==============================================================================================================================
The decrease in recharge area (infiltration) due to development and lack of drainage capacity causes an overflow of water, also called flooding. A similar condition occurred in the Juwana Watershed, where more than 50% of the rainwater could not be absorbed, making it one of the watersheds with critical status for restoration. Within the Juwana Watershed is the Piji Sub Watershed. This upstream and downstream watershed is also categorized as critical due to the rapid development, which causes flooding in the downstream area. ArcSWAT modeling divides the Piji Sub Watershed into 31 sub-sub watersheds, with 6 experiencing flooding, namely sub-sub watersheds 14, 15, 17, 20, 26, and 31. From the existing conditions of land use, slope, soil, and climate type in the Piji Sub Watershed, the worst possible case of flooding occurred with an overflow simulation result of 154,294.82 m3 in a day. Flood management to overcome this problem included increasing absorption and drainage capacity through three indicators, namely land use change, green infrastructure implementation, and gray infrastructure improvement. The three indicators were tested through sensitivity analysis to determine the most sensitive type of change as the basis for preparing flood management scenarios. This study resulted in four scenarios, with the fourth one having the optimal result in flood reduction The fourth scenario included the addition of water absorption capacity through the changes in function and intensity of land use into the one that can absorb water; the utilization of green infrastructure at the community and government levels; and the management of gray infrastructure by adjusting the size, shape, and slope of drainage according to regional characteristics.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Additional Information: | RSPW 711.4 Mah s-1 2022 |
| Uncontrolled Keywords: | Banjir, Penggunaan Lahan, Infrastruktur Hijau, Infrastruktur Abu-abu, Skenario Penanganan Banjir. Flood, Land Use Change, Green Infrastructure, Grey Infrastructure, Flood Management Scenario. |
| Subjects: | H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races > HT133 City and Towns. Land use,urban |
| Divisions: | Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Regional & Urban Planning > 35201-(S1) Undergraduate Thesis |
| Depositing User: | Mr. Marsudiyana - |
| Date Deposited: | 19 Jun 2026 07:29 |
| Last Modified: | 19 Jun 2026 07:29 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/133943 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
