Arahan Penataan Ruang Terbuka Hijau Di Jl Raya Narogong Cileungsi Untuk Mereduksi Emisi Gas Karbon Co2 Dari Aktivitas Kendaraan Bermotor

nurrohman, m. fauzi (2022) Arahan Penataan Ruang Terbuka Hijau Di Jl Raya Narogong Cileungsi Untuk Mereduksi Emisi Gas Karbon Co2 Dari Aktivitas Kendaraan Bermotor. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 08211840000051-Undergraduate_Thesis.pdf] Text
08211840000051-Undergraduate_Thesis.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (11MB)

Abstract

Sebagai jalan yang dikelilingi berbagai macam penggunaan lahan, tentu peran Jalan Raya Narogong menjadi hal yang penting karena sebagai penunjang kegiatan transportasi penggunaan lahan di sekitarnya sehingga arus lalu lintas kendaraan bermotor menjadi ramai. Hal tersebut tentunya akan berdampak pada peningkatan jumlah emisi CO2 yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor, seiring dengan arus lalu lintas kendaraan bermotor. Meski hanya 10% (0,82 ha) dari total luas RUMIJA, luas RTH di sepanjang jalan tersebut masih jauh di bawah standar minimal 30% yang ditetapkan oleh PERMEN PU tahun 2008 untuk penyediaan ruang terbuka hijau. Diperkirakan hal ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan kapasitas ruang hijau untuk menyerap polutan dari kendaraan yang bergerak. Peningkatan jumlah ruang terbuka hijau di daerah penelitian diperlukan untuk mengurangi emisi CO2 dari operasi kendaraan bermotor. Dalam penelitian ini akan ditentukan penyebab utama emisi gas CO2 dari operasi angkutan kendaraan bermotor di bagian pinggir dan tengah Jalan Raya Narogong Cileungsi dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Mengetahui nilai emisi yang digunakan sebagai pedoman pengendalian ruang terbuka hijau pada jam sibuk juga penting untuk memastikan bahwa jumlah kendaraan bermotor yang diterima dapat mencerminkan jumlah maksimum dan bahwa emisi gas yang dihasilkan juga merupakan beban emisi maksimum. Ketiga, investigasi deskriptif kuantitatif untuk mengetahui arah kemampuan pengaturan RTH dalam menyerap emisi CO2 dari operasi transportasi kendaraan bermotor. Studi ini mengungkapkan bahwa penyumbang utama emisi CO2 di daerah penelitian pada kendaraan bermotor bertenaga bensin. Jam puncak selama periode survei adalah pada tanggal 30 Maret 2022, dari pukul 8:00 sampai 9:00, dengan nilai emisi CO2 dari kendaraan bermotor sebesar 1.102.891,51 g/jam atau setara dengan 1,1 Ton/jam. Karena nilai tersebut lebih besar dari kapasitas RTH eksisting (512.531,34 g/jam atau 0,51 Ton/jam), maka perlu dibuat rekomendasi arahan RTH untuk menyerap emisi CO2 dari kendaraan bermotor. Arahan yang dihasilkan adalah berupa menambahkan vegetasi berupa Pohon Pulai (Pule) khusus pada median Jalan Raya Narogong-Cileungsi km 15 karena memiliki median, dan penambahan vegetasi tanaman Tanjung di seluruh tepi kanan dan kiri jalan, serta memaksimalkan potensi penambahan vegetasi di lahan terbatas dengan penerapan taman atap dan taman vertikal pada bangunan yang berbatasan langsung dengan Jalan Raya Narogong Cileungsi dan memprioritaskan kawasan dengan KDH <20% KDB >80% untuk permukiman, KDH <20% KDB >50% untuk pertokoan. Sehingga total daya serap vegetasi rencana apabila dijumlahkan dengan daya serap eksisting RTH (512.531,34) adalah sebesar 765.794,85 gr/jam (0,76 ton/jam) . Sehingga dengan arahan ini, CO2 dari kendaraan bermotor dapat tereduksi hingga 70%.
==============================================================================================================================
As a road surrounded by various types of land use, of course the role of Jalan Raya Narogong is important because it supports transportation activities using the surrounding land so that the flow of motorized vehicle traffic becomes crowded. This will certainly have an impact on increasing the amount of CO2 emissions produced by motorized vehicles, along with the flow of motorized vehicle traffic. Although only 10% (0.82 ha) of the total area of RUMIJA, the area of green open space along the road is still far below the minimum standard of 30% set by the PERMEN PU in 2008 for the provision of green open space. It is thought that this could lead to an imbalance in the capacity of green spaces to absorb pollutants from moving vehicles. An increase in the amount of green open space in the study area is needed to reduce CO2 emissions from motor vehicle operations. In this study, the main causes of CO2 gas emissions will be determined from the operation of motorized vehicle transportation on the edge and middle of Jalan Raya Narogong Cileungsi using quantitative descriptive methods. Knowing the emission values that are used as guidelines for controlling green open spaces during peak hours is also important to ensure that the number of motorized vehicles received can reflect the maximum number and that the gas emissions produced are also the maximum emission load. Third, a quantitative descriptive investigation to determine the direction of the ability of green open space regulation to absorb CO2 emissions from motor vehicle transportation operations. This study reveals that the main contributor to CO2 emissions in the study area is gasoline-powered motor vehicles. The peak hour during the survey period is on March 30, 2022, from 8:00 to 9:00, with a CO2 emission value from motor vehicles of 1,102,891.51 g/hour or equivalent to 1.1 Tons/hour. Because this value is greater than the capacity of the existing green open space (512,531.34 g/hour or 0.51 ton/hour), it is necessary to make recommendations on the direction of green open space to absorb CO2 emissions from motor vehicles. The resulting directions are in the form of adding vegetation in the form of Pulai Trees (Pule) specifically on the median of the Narogong-Cileungsi Highway km 15 because it has a median, and the addition of Tanjung plant vegetation on the right and left edges of the road, as well as maximizing the potential for additional vegetation on limited land by applying roof gardens and vertical gardens on buildings directly adjacent to Jalan Raya Narogong Cileungsi and prioritize areas with KDH <20% KDB >80% for settlements, KDH <20% KDB>50% for shops. So that the total absorption capacity of the planned vegetation when added to the absorption capacity of the existing green open space (512,531.34) is 765,794.85 gr/hour (0.76 tons/hour). So with this directive, CO2 from motorized vehicles can be reduced by up to 70%

Item Type: Thesis (Other)
Additional Information: RSPW 711.58 Nur a-1 2022
Uncontrolled Keywords: Emisi CO2, Kendaraan Bermotor, Ruang Terbuka Hijau, Jalan Raya Narogong Cileungsi. CO2 Emissions, Motor Vehicles, Open Green Space, Narogong-Cileungsi Street.
Subjects: H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races > HT133 City and Towns. Land use,urban
Divisions: Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Regional & Urban Planning > 35201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Mr. Marsudiyana -
Date Deposited: 23 Jun 2026 03:37
Last Modified: 23 Jun 2026 03:37
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/133985

Actions (login required)

View Item View Item