Peningkatan Layanan Infrastruktur Dalam Rangka Mendukung Kota Batam Sebagai Kawasan Free Trade Zone

istiqomah, zainamantasya ghaida (2022) Peningkatan Layanan Infrastruktur Dalam Rangka Mendukung Kota Batam Sebagai Kawasan Free Trade Zone. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 08211840000063-Undergraduate_Thesis.pdf] Text
08211840000063-Undergraduate_Thesis.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Kota Batam merupakan suatu wilayah yang memiliki potensi secara geografis yang sangat strategis, maka pemerintah RI mengembangkan daerah Batam sebagai kawasan Free Trade Zone sesuai dengan PP No. 46 Tahun 2000. Namun berdasarkan Rencana Strategis BP Batam 2020-2024, menyebutkan bahwa permasalahan yang menyebabkan rendahnya investasi kawasan yaitu rendahnya ketersediaan dan kualitas infrastruktur. Hal ini mengakibatkan peningkatan biaya logistik industri di Batam dapat melambung tinggi. Dalam pembangunan infrastruktur di Kota Batam diharapkan tidak menitikberatkan pada pembangunan fisik, namun juga perlu ditingkatkan layanan infrastruktur agar dapat membawa banyak manfaat termasuk menjadi peneguh kota ramah investasi. Dalam merumuskan arahan penanganan infrastruktur prioritas dalam rangka mendukung kawasan Free Trade Zone, dilakukan melalui beberapa tahapan analisis yaitu pada sasaran 1 mengidentifikasi kondisi eksisting layanan infrastruktur di Kota Batam menggunakan metode Theoritycal Descriptive, dilanjutkan dengan menyebarkan kuisioner menggunakan skala Likert dan survey primer lainnya. Pada sasaran 2, hasil kuisioner yang didapat dilanjutkan dengan tes validitas dan reliabilitas menggunakan software SPSS Statistics 25. Setelah data yang didapat valid maka dilakukan analisis Importance Performance Analysis (IPA) untuk mengetahui tingkat kepentingan dan kinerjanya yang terbagi dalam 4 kuadran. Terakhir sasaran 3, dilakukan analisis Triangulasi untuk mendapatkan rumusan arahan penanganan infastruktur prioritas yang terdapat pada kuadran 1. Dari hasil analisis diketahui arahan dalam penanganan infastruktur prioritas yang termasuk dalam kuadran I yaitu variabel kualitas layanan listrik pendukung kawasan industri, lampu jalan (PJU), kualitas permukaan jalan, kualitas pelayanan air bersih pendukung kawasan, kualitas layanan listrik perkotaan, dan kualitas layanan jaringan telekomunikasi pendukung kawasan. Infrastruktur tersebut yang masih belum memadai di kawasan industri dalam rangka mendukung Kota Batam sebagai kawasan Free Trade Zone dan dapat digunakan sebagai masukan bagi kemajuan industri di masa yang akan datang.
==============================================================================================================================
Due to its convenient location in the Singapore Strait, the Indonesian government created Batam City as a Free Trade Zone region by PP. 46 of 2000. However, according to the BP Batam Strategic Plan 2020–2024, the lack of suitable and poor infrastructure is the issue hindering regional investment. As a result of this, industrial logistics are becoming significantly more expensive in Batam. When increasing its infrastructure, Batam City is expected to put equal emphasis on physical growth and upgrading the services provided by the already-existing infrastructure. The city will gain from this in several ways, most notably by luring in more investment. The distribution of questionnaires with Likert scales and other primary surveys follows the completion of Target 1 of the study, which establishes the existing level of infrastructure services in Batam City using the theoretical descriptive technique. This technique enables the establishment of management plans for the crucial infrastructure that underpins the Free Trade Zone's boundaries. Additional validity and reliability analyses of the data from the Target 2 survey are performed using the SPSS Statistics 25 program. Following the validation of the data's accuracy, the level of performance is classified using an Importance Performance Research (IPA) study. Triangulation analysis was used to control Target 3's third-largest quadrant. According to the analysis's findings, quadrant I, which includes streetlights (PJU), the quality of roads, the quality of clean water services supporting industrial estates, the quality of urban electricity services, and the quality of telecommunication services supporting industrial estates, is the direction for handling priority infrastructures. To support Batam City as a Free Trade Zone region and to serve as a resource for future industrial advancement, the infrastructure in industrial zones is still insufficient.

Item Type: Thesis (Other)
Additional Information: RSPW 711.552 Ist p-1 2022
Uncontrolled Keywords: Layanan Infrastruktur, Free Trade Zone, Importance Performance Analysis. Infrastructure Services, Free Trade Zone Zone, Importance Performance Analysis.
Subjects: H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races > HT133 City and Towns. Land use,urban
Divisions: Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Regional & Urban Planning > 35201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Mr. Marsudiyana -
Date Deposited: 23 Jun 2026 08:18
Last Modified: 23 Jun 2026 08:18
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/133997

Actions (login required)

View Item View Item