Analisis Kinerja Sistem Pendingin untuk Investigasi Kegagalan Seal Shaft Output Gearbox Coal Conveyor 8 (CC8) Flender Tipe B2 SH 11 F

yaza, Muhammad Bama (2025) Analisis Kinerja Sistem Pendingin untuk Investigasi Kegagalan Seal Shaft Output Gearbox Coal Conveyor 8 (CC8) Flender Tipe B2 SH 11 F. Project Report. [s.n]. (Unpublished)

[thumbnail of 2039221028-Project_Report.pdf] Text
2039221028-Project_Report.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (8MB) | Request a copy

Abstract

Magang industri ini berfokus pada analisis kinerja sistem pendingin (heat exchanger) untuk menginvestigasi kegagalan seal shaft output pada Gearbox Coal Conveyor 8 (CC8) Flender Tipe B2 SH 11 F di PT Bukit Asam Tbk. Permasalahan utama yang diteliti adalah kerusakan seal shaft yang mengakibatkan shaft output terluka, di mana indikasi awal mengarah pada suhu oli pelumas (Pertamina Masri RG 320) yang berlebih akibat dari kurangnya performa pelepasan panas. Asumsi ini didasarkan pada penurunan umur pakai gearbox di lapangan yang semula diharapkan bertahan 1 tahun, namun hanya mampu beroperasi selama 6 bulan. Untuk membuktikan hal tersebut, dilakukan perhitungan efisiensi perpindahan kalor menggunakan metode Log Mean Temperature Difference (LMTD) pada Air-Oil Cooling System Hydac tipe OSCA 3L. Berdasarkan hasil analisis data, laju pelepasan kalor (Q) secara aktual di lapangan adalah sebesar 6,99 kW. Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan kapasitas pelepasan kalor maksimal pada kondisi teoritis (katalog) yaitu sebesar 11,6 kW, sehingga sistem hanya mencatatkan efisiensi pelepasan panas sebesar 60%. Walaupun efisiensinya terlihat rendah, perbandingan nilai koefisien kinerja total (UA) membuktikan sebaliknya; nilai UA aktual terukur sebesar 474 W/°C, yang hanya memiliki selisih sangat kecil dari nilai UA teoritis/katalog sebesar 485 W/°C. Minimnya deviasi pada nilai UA tersebut mengindikasikan bahwa sistem internal heat exchanger tidak mengalami degradasi atau fouling (penumpukan kotoran) yang signifikan. Deviasi laju pelepasan kalor (Q) murni terjadi karena suhu masuk fluida di lapangan lebih rendah dibandingkan asumsi desain pada katalog. Dari hasil analisis ini, ditarik kesimpulan bahwa kerusakan seal shaft output gearbox bukan disebabkan oleh penurunan performa sistem pendingin atau temperatur oli yang merusak komponen, melainkan berasal dari kesalahan mekanis pada saat proses instalasi dan perawatan sebelumnya

Item Type: Monograph (Project Report)
Uncontrolled Keywords: Gearbox, conveyor, coal, heat exchanger
Subjects: Q Science > QC Physics > QC 611.97.T46 Temperature effects. Including transition temperature
Divisions: Faculty of Vocational > Mechanical Industrial Engineering (D4)
Depositing User: Muhammad Bama Yaza
Date Deposited: 07 Jul 2026 06:10
Last Modified: 07 Jul 2026 06:10
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/134154

Actions (login required)

View Item View Item