Kushadianto, Bakti Nugroho Dwi (2022) Model Ahp-Copras Untuk Penetapan Kesesuaian Penugasan Surveyor Untuk Survei Kapal Bangunan Baru Di Pt. Bki Cabang. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
|
Text
09211950015018-Master_Thesis.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Jumlah armada pelayaran nasional atau kapal di tanah air bertambah hingga dua kali lipat. Pada 2015, jumlah armada semula 16.142 kapal naik menjadi 32.587 armada pada 2019 dan perusahaan pelayaran nasional juga meningkat. Dari semula 3.266 perusahaan pada 2015, menjadi 4.059 perusahaan pada 2019 atau bertambah sebanyak 793 perusahaan sehingga tiap tahun kebutuhan armada kapal terus bertambah. Pembangunan kapal bangunan baru pada periode tahun 2016 sampai 2020 di galangan pembangun kapal bangunan baru di Jawa Timur cukup banyak. Survei kapal bangunan baru dengan perbedaan kemampuan galangan dalam membangun kapal bangunan baru membutuhkan kesesuaian pemilihan surveyor karena sangat menentukan hasil survei. Surveyor memiliki kemampuan teknis dan nonteknis yang sangat mempengaruhi kesesuaiannya dengan galangan. Keluhan yang terkadang disampaikan oleh galangan kepada PT. Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) adalah surveyor yang ditugaskan terkadang tidak mampu memberi konsultasi dan arahan-arahan selama pengawasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mengidentifikasi kriteria yang dipakai sebagai dasar pemilihan surveyor yang akan melakukan survei kapal bangunan baru pada galangan pembangun kapal bangunan baru di jawa timur, (2) mengembangkan pengukuran tingkat kesesuaian surveyor terhadap kegiatan survei kapal bangunan baru pada galangan pembangun kapal bangunan baru di jawa timur, dan (3) memberikan rekomendasi penugasan surveyor yang menangani survei kapal bangunan baru pada galangan pembangun kapal bangunan baru di Jawa Timur. Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah model AHP–COPRAS. Hasil pengolahan AHP akan dipisahkan untuk masing-masing kelas galangan sehingga dapat diketahui bobot kriteria dan alternatif untuk masing-masing galangan. Tahapan berikutnya adalah analisis menggunakan COPRAS. Angket yang digunakan untuk pengumpul data COPRAS menggunakan skala ordinal. Responden yang dilibatkan untuk pengisian angket COPRAS adalah surveyor pada PT. BKI Cabang Utama Surabaya. COPRAS digunakan untuk memberi penilaian pada masing-masing surveyor menggunakan kriteria dan alternatif yang telah diidentifikasi dalam proses AHP. Perhitungan pada COPRAS juga menggunakan bobot yang telah dihasilkan dari AHP. Pada tahapan akhir, akan didapatkan nilai yang berbeda pada setiap surveyor untuk setiap kelas galangan yang diteliti. Nilai utilitas tertinggi di Galangan 1 terdapat pada surveyor JX dengan utilitas sebesar 100%. Dengan demikian, di galangan kapal 1 JX surveyor merupakan surveyor yang dianggap paling cocok untuk survey pembangunan kapal di PT. BKI Cabang Utama Surabaya. Nilai utilitas tertinggi di Galangan 2 terdapat pada surveyor AX dengan utilitas sebesar 100%. Dengan demikian, di Galangan 2, surveyor AX adalah surveyor yang dianggap paling cocok untuk survey pembangunan kapal di PT. BKI Cabang Utama Surabaya. Nilai utilitas tertinggi di Galangan 3 terdapat pada surveyor JX dengan utilitas sebesar 100%. Dengan demikian, di Galangan 3 JX surveyor merupakan surveyor yang dianggap paling cocok untuk melakukan survey pembangunan kapal di PT. BKI Cabang Utama Surabaya.
==============================================================================================================================
During the last five years, based on data from the Indonesia National Ship Owners Association (INSA), the number of national shipping fleets or ships has doubled. In 2015, the original fleet of 16,142 vessels rose to 32,587 fleets in 2019, and national shipping companies also increased. From the original 3,266 companies in 2015 to 4,059 companies in 2019, an increase of 793 companies so that every year the need for a fleet of ships continues to grow.The construction of new building ships from 2016 to 2020 at the new shipbuilding yards in East Java is quite a lot. The survey of new building ships with different shipyard capabilities in building new ships requires the appropriate selection of surveyors because it will determine the survey results. Surveyors have technical and non-technical capabilities that significantly affect their suitability to the shipyard. Complaints that are sometimes submitted by shipyards to The Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) are a surveyor sometimes assigned to be unable to provide consultations and directions during supervision. Currently, no specific method is considered in surveyor mutations related to the fulfillment of new building ship survey services by considering their suitability with the shipyard. The purpose of this study is to (1) identify the criteria used as the basis for selecting surveyors who will conduct a survey of new building ships at new shipbuilding yards in East Java, (2) develop a measurement of the level of conformity of surveyors to survey activities of new building ships at new shipbuilding yards in East Java, and (3) provide recommendations for the assignment of surveyors who handle surveys of new building ships at new shipbuilding yards in East Java. The model used in this study is the AHP–COPRAS model. First, the results of AHP processing will be separated for each shipyard class to know each shipyard's criteria and alternative weights. The next stage is an analysis using COPRAS. The questionnaire used to collect COPRAS data uses an ordinal scale. Respondents who will be involved in filling out the COPRAS questionnaire are surveyors at BKI Main Branch Surabaya. Next, COPRAS assesses each surveyor using the criteria and alternatives identified in the AHP process. Calculations on COPRAS also use the weights that have been generated from the AHP. At the final stage, different scores will be obtained for each surveyor for each class of shipyard under study. The highest utility value in Shipyard 1 was found in JX surveyors with a utility of 100%. Thus, at shipyard 1 the JX surveyor is the surveyor who is considered the most suitable to survey building ships at PT. BKI Main Branch Surabaya. The highest utility value in Shipyard 2 is found in surveyor AX with a utility of 100%. Thus, at Shipyard 2, the AX surveyor is the surveyor who is considered the most suitable for surveying shipbuilding at PT. BKI Main Branch Surabaya. The highest utility value at Shipyard 3 is found in JX surveyors with a utility of 100%. Thus, at Shipyard 3 the JX surveyor is the surveyor who is considered the most suitable to conduct a shipbuilding survey at PT. BKI Main Branch Surabaya.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Additional Information: | RTMT 658.403 Kus m-1 2022 |
| Uncontrolled Keywords: | kesesuaian penugasan surveyor, kriteria pemilihan, kapal bangunan baru, AHP- COPRAS. suitability of surveyor assignment, selection criteria, new building ship, AHP- COPRAS. |
| Subjects: | T Technology > T Technology (General) |
| Divisions: | Interdisciplinary School of Management and Technology (SIMT) > 61101-Master of Technology Management (MMT) |
| Depositing User: | Mr. Marsudiyana - |
| Date Deposited: | 03 Jul 2026 06:44 |
| Last Modified: | 03 Jul 2026 06:44 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/134266 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
