Septiyanto, Abdullah Faqih (2022) Optimasi Proses Model Berdasarkan Proses Bisnis Kolaborasi Dan Koreografi Dengan Menggunakan Hybrid Discrete Event Simulation Dan Agent-Based Simulation. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
|
Text
6025201017-Master_Thesis.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Proses bisnis semakin berkembang untuk mengakomodasi aktivitas yang berjalan pada perusahaan. Studi kasus pada penelitian ini adalah pengolahan limbah dari Medical Waste Handling (MWH) yang terdiri dari 2 organisasi yang saling berinteraksi adalah proses bisnis dengan model proses kolaborasi. Model proses dari setiap interaksi antar organisasi disebut model proses koreografi. Salah satu cara untuk dapat mengevaluasi proses bisnis yaitu simulasi. Simulasi merupakan metode untuk dapat menggambarkan proses bisnis seperti keadaan sebenarnya. Salah satu metode yang dapat menyimulasikan proses bisnis yaitu Discrete Event Simulation (DES). Untuk menyimulasikan interaksi antar organisasi digunakan Agent-Based Simulation (ABS). Proses interaksi antar agen dalam satu organisasi (entitas) disebut proses inter-kolaborasi dan jika berbeda organisasi disebut proses kolaborasi. Proses kolaborasi dan inter-kolaborasi bisa terjadi adanya waktu tunggu tambahan dikarenakan sistem memberikan task baru tetapi semua agen sedang mengerjakan tugas sebelumnya yang disebut Asynchronous Waiting Time (AWT). AWT dapat meningkatkan total waktu dan biaya pada setiap proses di dalam proses bisnis. Tingginya nilai AWT harus ditangani agar proses bisnis dapat berjalan secara optimal Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini mengusulkan optimasi proses model pada proses bisnis kolaborasi dan koreografi. Hybrid DES-ABS diterapkan untuk menyimulasikan model proses serta menerapkan perhitungan AWT dan biaya otomatis untuk mengetahui total AWT dan biaya setiap aktivitas. Optimasi dilakukan dengan menggunakan metode Multi-Criteria Decision Making (MCDM). Pada model proses kolaborasi, hasil optimasi resource pada situasi normal MOORA dan COPRAS merekomendasikan total 49, pada situasi overload MOORA merekomendasikan 77 dan COPRAS 78. Pada model proses kolaborasi, hasil optimasi AWT pada situasi normal MOORA dan COPRAS meningkat 2,66%, pada situasi overload MOORA dan COPRAS mengoptimalkan 39,88% dan 54,65%. Pada model proses kolaborasi, hasil optimasi biaya MOORA dan COPRAS pada situasi normal mengoptimalkan 38,25%, pada situasi overload MOORA dan COPRAS mengoptimalkan 23,06% dan 21,65%. Pada model proses koreografi, hasil optimasi paralel ABS pada situasi normal MOORA dan COPRAS merekomendasikan 17 total ABS dan 19 pada situasi overload. Dari sisi AWT, MOORA dan COPRAS dapat mengoptimalkan mencapai 91,05% pada situasi normal dan 50,92% pada situasi overload. Hasil komparasi menunjukkan bahwa iv MOORA dan COPRAS dapat mengoptimalkan proses bisnis kolaborasi dan koreografi sebagai rekomendasi kepada manajemen resource MWH.
==============================================================================================================================
Business processes are growing to accommodate the activities that run in the company. The case study in this research is waste treatment from Medical Waste Handling (MWH), which consists of 2 organizations that interact with each other, namely business processes with a collaborative process model. The process model of each organization's interaction is called the choreographic process model. One way to evaluate business processes is simulation. Simulation is a method to describe business processes like an actual situation. One method that can simulate business processes is Discrete Event Simulation (DES). To simulate interactions between organizations, we used Agent- Based Simulation (ABS). The interaction process between agents in one organization (entity) is called an inter-collaboration process, and in different organizations is called a collaboration process. Collaboration and inter- collaboration processes can occur due to additional waiting time because the system assigns a new task. Still, all agents are working on the previous task called Asynchronous Waiting Time (AWT). AWT can increase the total time and cost of each process in the business process. The high value of AWT must be handled so that business processes can run optimally Based on these problems, this study proposes optimizing the process model for the collaboration and choreography business processes. Hybrid DES- ABS is applied to simulate the process model and apply automatic AWT and cost calculations to find out each activity's total AWT and cost. The optimization was conducted using the Multi-Criteria Decision Making (MCDM) method. In the collaboration process model, the results of resource optimization in normal situations MOORA and COPRAS recommend a total of 49. In overload situations, MOORA recommends 77 and COPRAS 78. In the collaboration process model, the results of AWT optimization in normal situations MOORA and COPRAS increase by 2.66%, in MOORA and COPRAS overload optimize 39.88% and 54.65%. In the collaboration process model, the optimization results of MOORA and COPRAS in normal situations optimize 38.25%. In overload situations, MOORA and COPRAS optimize 23.06% and 21.65%. In the choreographic process model, the results of ABS parallel optimization in normal situations MOORA and COPRAS recommend 17 total ABS and 19 in overload situations. Regarding AWT, MOORA and COPRAS can optimize up to 91.05% in normal situations and 50.92% in overload situations. The comparison results show that MOORA and COPRAS can optimize vi collaboration and choreography business processes as recommendations to MWH resource management. Proses bisnis semakin berkembang untuk mengakomodasi aktivitas yang berjalan pada perusahaan. Studi kasus pada penelitian ini adalah pengolahan limbah dari Medical Waste Handling (MWH) yang terdiri dari 2 organisasi yang saling berinteraksi adalah proses bisnis dengan model proses kolaborasi. Model proses dari setiap interaksi antar organisasi disebut model proses koreografi. Salah satu cara untuk dapat mengevaluasi proses bisnis yaitu simulasi. Simulasi merupakan metode untuk dapat menggambarkan proses bisnis seperti keadaan sebenarnya. Salah satu metode yang dapat menyimulasikan proses bisnis yaitu Discrete Event Simulation (DES). Untuk menyimulasikan interaksi antar organisasi digunakan Agent-Based Simulation (ABS). Proses interaksi antar agen dalam satu organisasi (entitas) disebut proses inter-kolaborasi dan jika berbeda organisasi disebut proses kolaborasi. Proses kolaborasi dan inter-kolaborasi bisa terjadi adanya waktu tunggu tambahan dikarenakan sistem memberikan task baru tetapi semua agen sedang mengerjakan tugas sebelumnya yang disebut Asynchronous Waiting Time (AWT). AWT dapat meningkatkan total waktu dan biaya pada setiap proses di dalam proses bisnis. Tingginya nilai AWT harus ditangani agar proses bisnis dapat berjalan secara optimal Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini mengusulkan optimasi proses model pada proses bisnis kolaborasi dan koreografi. Hybrid DES-ABS diterapkan untuk menyimulasikan model proses serta menerapkan perhitungan AWT dan biaya otomatis untuk mengetahui total AWT dan biaya setiap aktivitas. Optimasi dilakukan dengan menggunakan metode Multi-Criteria Decision Making (MCDM). Pada model proses kolaborasi, hasil optimasi resource pada situasi normal MOORA dan COPRAS merekomendasikan total 49, pada situasi overload MOORA merekomendasikan 77 dan COPRAS 78. Pada model proses kolaborasi, hasil optimasi AWT pada situasi normal MOORA dan COPRAS meningkat 2,66%, pada situasi overload MOORA dan COPRAS mengoptimalkan 39,88% dan 54,65%. Pada model proses kolaborasi, hasil optimasi biaya MOORA dan COPRAS pada situasi normal mengoptimalkan 38,25%, pada situasi overload MOORA dan COPRAS mengoptimalkan 23,06% dan 21,65%. Pada model proses koreografi, hasil optimasi paralel ABS pada situasi normal MOORA dan COPRAS merekomendasikan 17 total ABS dan 19 pada situasi overload. Dari sisi AWT, MOORA dan COPRAS dapat mengoptimalkan mencapai 91,05% pada situasi normal dan 50,92% pada situasi overload. Hasil komparasi menunjukkan bahwa
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Additional Information: | RTIf 003.3 Sep p-1 2022 |
| Uncontrolled Keywords: | MOORA dan COPRAS dapat mengoptimalkan proses bisnis kolaborasi dan koreografi sebagai rekomendasi kepada manajemen resource MWH. asynchronous waiting time, agent-based simulation, discrete event simulation, hybrid simulation, multi-criteria decision making, time-cost optimization. |
| Subjects: | T Technology > T Technology (General) |
| Divisions: | Faculty of Intelligent Electrical and Informatics Technology (ELECTICS) > Informatics Engineering > 55101-(S2) Master Thesis |
| Depositing User: | Mr. Marsudiyana - |
| Date Deposited: | 06 Jul 2026 04:43 |
| Last Modified: | 06 Jul 2026 04:43 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/134342 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
