Analisis Gender dalam Praktik Pengelolaan Sampah Rumah Tangga: Studi Kasus Program Kampung Edukasi Sampah Sekardangan, Kabupaten Sidoarjo

Santoso, Anantya Okazzahra (2026) Analisis Gender dalam Praktik Pengelolaan Sampah Rumah Tangga: Studi Kasus Program Kampung Edukasi Sampah Sekardangan, Kabupaten Sidoarjo. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 5033221086-Undergraduate_Thesis.pdf] Text
5033221086-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (9MB) | Request a copy

Abstract

Pengelolaan sampah rumah tangga di Indonesia merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan perubahan pola konsumsi Masyarakat. Permasalahan ini di Kabupaten Sidoarjo juga menjadi isu penting karena sebagian besar timbulan sampah berasal dari sektor rumah tangga. Namun, pengelolaan sampah tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis lingkungan, tetapi juga dipengaruhi oleh aspek sosial, khususnya pembagian peran gender dalam keluarga dan komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran gender dalam pengelolaan sampah rumah tangga di Kampung Edukasi Sampah Sekardangan, Kabupaten Sidoarjo, menilai responsivitas gender program melalui kerangka Gender Analysis Pathway (GAP) dan memberikan rekomendasi Rencana Aksi agar program responsif gender. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan strategi studi kasus pada RT 23 RW 07 Sekardangan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif pasif, dokumentasi, dan studi literatur. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, sedangkan analisis gender dilakukan melalui kerangka peran gender (reproduktif, produktif, dan sosial) serta GAP yang mencakup aspek akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada peran reproduktif (termasuk kegiatan domestik), perempuan dominan dalam pemilahan dan pengelolaan sampah rumah tangga. Pada peran produktif, perempuan banyak terlibat dalam kegiatan pencatatan, administrasi, pengelolaan bank sampah, serta pengolahan sampah bernilai ekonomi, sedangkan laki-laki lebih dominan dalam aktivitas teknis dan fisik seperti pengangkutan dan perbaikan fasilitas. Pada peran sosial, perempuan aktif dalam kegiatan PKK dan edukasi lingkungan, sementara laki-laki lebih banyak terlibat dalam kerja bakti. Berdasarkan GAP, program telah responsif gender pada aspek akses dan manfaat, namun masih lemah pada aspek partisipasi dan kontrol, terutama dalam kepemimpinan formal. Diperlukan penguatan kapasitas perempuan, pemerataan peran gender, serta penguatan kelembagaan agar pengelolaan sampah lebih adil dan berkelanjutan.
=====================================================================================================================================
Household waste management in Indonesia is an increasingly pressing environmental issue in line with population growth and changing consumption patterns. This issue is also significant in Sidoarjo Regency, where most waste generation originates from households. However, waste management is not only a technical environmental matter but is also influenced by social aspects, particularly gender roles within families and communities. This study aims to analyze gender roles in household waste management in Kampung Edukasi Sampah Sekardangan, Sidoarjo Regency, and to assess the gender responsiveness of the program using the Gender Analysis Pathway (GAP) framework. This research employed a qualitative approach with a case study strategy in RT 23 RW 07 Sekardangan. Data were collected through in-depth interviews, passive participatory observation, documentation, and literature review. Data were analyzed using the Miles and Huberman model, while gender analysis was conducted through the gender role framework (reproductive, productive, and social roles) and the GAP framework, which includes access, participation, control, and benefits. The findings show that in reproductive roles, women are predominantly responsible for household waste sorting and management. In productive roles, women are heavily involved in recording, administration, waste bank management, and the processing of economically valuable waste, while men are more dominant in technical and physical activities such as waste collection and facility maintenance. In social roles, women are actively engaged in Family Welfare Program (PKK) activities and environmental education, whereas men are more involved in community work activities. Based on the GAP analysis, the program is responsive in terms of access and benefits; however, it remains weak in participation and control aspects, particularly in formal leadership. Strengthening women’s capacity, promoting gender role equality, and reinforcing institutional structures are necessary to ensure more equitable and sustainable waste management.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Peran gender, Pengelolaan sampah rumah tangga, Kampung Edukasi Sampah Sekardangan, Gender Analysis Pathway (GAP), Gender roles, Household waste management, Waste Education Village Sekardangan, Gender Analysis Pathway (GAP).
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman
T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering > TD794.5 Recycling (Waste, etc.)
Divisions: Faculty of Creative Design and Digital Business (CREABIZ) > Developmental Studies > 60201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Anantya Okazzahra Santoso
Date Deposited: 20 Jul 2026 09:08
Last Modified: 20 Jul 2026 09:08
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/135806

Actions (login required)

View Item View Item