Studi Pengaruh Pemanasan Awal pada Pengelasan FCAW Terhadap Cacat Retak Dingin, Distorsi, Kekerasan dan Struktur Mikro pada Material ASTM 572 Grade 50

Rosmawan, Muhammad Rendra (2010) Studi Pengaruh Pemanasan Awal pada Pengelasan FCAW Terhadap Cacat Retak Dingin, Distorsi, Kekerasan dan Struktur Mikro pada Material ASTM 572 Grade 50. Diploma thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 2107030007-Non_Degree.pdf] Text
2107030007-Non_Degree.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (389MB)

Abstract

PT Swadaya Graha merupakan perusahaan dalam bidang konstruksi. Pengelasan sambungan T-joint banyak digunakan dalam bidang konstruksi. Standar pengelasan yang digunakan yaitu standar AWS (American Welding Society, Inc), dimana pemanasan awal harus dilakukan untuk melambatkan pendinginan dan mencegah terjadinya cacat retak. Proses pengelasan sambungan T-joint pada penelitian ini menggunakan proses pengelasan FCAW dengan Arus 220A, Tegangan 28V, Polaritas DCRP-DCEP dan menggunakan material baja paduan rendah tipe ASTM 572 Grade 50 dengan ukuran panjang flange, lebar flange dan tinggi web adalah 300 x 150 x 150 mm, tebal flange dan web adalah 40 mm. Setiap benda kerja dilakukan pemanasan awal dengan temperatur yang berbeda-beda, yaitu tanpa preheat, 65°C, 95°C dan 120°C. Dari hasil penelitian diketahui bahwa benda kerja yang tanpa pemanasan awal terjadi cacat retak sedangkan benda kerja dengan pemanasan awal tidak terdapat cacat retak. Pada Pengujian distorsi angular juga dipengaruhi oleh pemanasan awal, nilai distorsi angular tertinggi pada benda kerja dengan pemanasan yang tertinggi dan distribusi kekerasan akan semakin turun dengan bertambahnya nilai pemanasan awal. Pada hasil analisa mikro terdapat perubahan ukuran butiran dari struktur mikro. Ukuran butiran yang terbentuk pada daerah HAZ yaitu ferlit dan perlit kasar. pengaruh pemanasan awal berpengaruh terhadap pengelasan, baik terjadinya cacat retak dingin, distorsi, distribusi kekerasan dan ukuran struktur mikro
=====================================================================================================================================
PT Swadaya Graha is a company in the construction field. Welding T-joint connections are widely used in the construction field. Welding standard used is standard AWS (American Welding Society, Inc.), where preheating must be slowed of cooling and prevent cracking defects. The process of welding the connection T-joint in this research use FCAW weld process with 220A currents, 28V voltage, DCRP-DCEP Polaritas and use a low steel material type ASTM 572 Grade 50 with the length of the flange, width of the flange and web height is 300 x 150 x 150 mm, thick of flange and web is 40 mm. Each work piece is preheated with the different temperatures – range is without preheat, 65°C, 95°C and 120°C. The survey results revealed that the work piece without preheating cracking defects while preheating the workpiece with disabilities there are no cracks. On Testing of angular distortion is also affected by preheating, the highest value of angular distortion in the workpiece by heating the highest and the distribution of hardness will increasingly falls with increasing preheating values. At the micro-analysis there is a change of grain size microstructure. Grain sizes formed in the HAZ region is corse ferlite and pearlite.the effect of earliest preheating influence on welding, in cold crack, distortion, corse distribution and microstructure.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Pemanasan Awal, Las FCAW, Distorsi, Uji Kekerasan, Struktur mikro, first preheating, weld FCAW, Distortions, Hardness Test, Microstructure.
Subjects: T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
Divisions: Faculty of Industrial Technology > Mechanical Engineering > 21401-(D3) Diploma 3
Depositing User: magang .
Date Deposited: 21 Jul 2026 04:27
Last Modified: 21 Jul 2026 04:27
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/135927

Actions (login required)

View Item View Item