Pemodelan Curah Hujan Ekstrem Di Kabupaten Manokwari Selatan Dengan Extreme Value Theory

Wahyudiyanti, Intan Mareta (2026) Pemodelan Curah Hujan Ekstrem Di Kabupaten Manokwari Selatan Dengan Extreme Value Theory. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 5002221021-Undergraduate_Thesis.pdf] Text
5002221021-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Kabupaten Manokwari Selatan merupakan wilayah pesisir tropis dengan curah hujan tinggi yang berpotensi mempengaruhi aktivitas perikanan tangkap. Analisis berbasis nilai rata-rata kurang mampu merepresentasikan kejadian hujan ekstrem yang bersifat jarang namun berdampak signifikan, sehingga diperlukan pendekatan statistik ekstrem melalui Extreme Value Theory (EVT). Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan curah hujan ekstrem serta menyusun baseline risk assessment pada sektor perikanan tangkap di wilayah tersebut. Data yang digunakan meliputi data curah hujan harian periode 2021–2024 dari Pos PCH Oransbari serta data produksi perikanan tangkap Kabupaten Manokwari Selatan. Pemodelan ekstrem dilakukan menggunakan pendekatan Block Maxima (BM) dengan distribusi Generalized Extreme Value (GEV) dan Peaks Over Threshold (POT) dengan distribusi Generalized Pareto Distribution (GPD). Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai maksimum curah hujan tahunan mencapai 310 mm/hari, sedangkan kejadian exceedance juga bervariasi antar tahun dengan jumlah tertinggi pada tahun 2024 sebanyak 25 kejadian. Perbandingan GEV dengan GPD menunjukkan bahwa GPD lebih representatif dibandingkan GEV dalam merepresentasikan karakteristik hujan ekstrem karena memanfaatkan jumlah data exceedance yang lebih besar. Estimasi return level dan return period dari model GPD menunjukkan bahwa intensitas hujan ekstrem meningkat seiring periode ulang, dengan return level 241,27 mm (2 tahun), 358,31 mm (5 tahun), dan 480,21 mm (10 tahun), serta return period 100–250 mm berkisar 0,31–2,26 tahun yang mengindikasikan karakter probabilistik kejadian ekstrem. Indikator hazard tahunan dalam penelitian ini tidak dibangun dari return level maupun return period, melainkan dari kombinasi frekuensi kejadian ekstrem (POT) dan intensitas maksimum tahunan (BM). Hasil baseline risk assessment menunjukkan bahwa tahun dengan indeks hazard tinggi cenderung diikuti oleh penurunan produksi pada komoditas perikanan sensitif, meskipun produksi total tidak selalu menurun. Hal ini menunjukkan adanya keterkaitan antara kejadian curah hujan ekstrem dan risiko operasional perikanan tangkap. Penelitian ini memberikan gambaran awal mengenai pemanfaatan EVT dalam mengkuantifikasi karakteristik hujan ekstrem serta implikasinya terhadap risiko perikanan berbasis perubahan produksi sebagai indikator dampak.
======================================================================================================================================
Manokwari Selatan Regency is a tropical coastal region with high rainfall that can affect small-scale fisheries. Analyses based on average rainfall often fail to capture rare but impactful extreme rainfall events, making it necessary to use extreme value statistical approaches through Extreme Value Theory (EVT). This study aims to model extreme rainfall and develop a baseline risk assessment for the fisheries sector in the region. The data used include daily rainfall from 2021–2024 at Pos PCH Oransbari and annual fisheries production in Manokwari Selatan Regency. Extreme value modeling was conducted using the Block Maxima (BM) approach with the Generalized Extreme Value (GEV) distribution and the Peaks Over Threshold (POT) approach with the Generalized Pareto Distribution (GPD). The analysis shows that the annual maximum rainfall reached 310 mm/day, while exceedance events varied between years, with the highest number of events in 2024 totaling 25 days. Model comparison indicates that GPD is more representative than GEV in capturing extreme rainfall characteristics due to its use of a larger number of exceedance events. Estimated return levels and return periods from the GPD model show that the intensity of extreme rainfall increases with longer return periods, with return levels of 241.27 mm (2 years), 358.31 mm (5 years), and 480.21 mm (10 years), and return periods for 100–250 mm ranging from 0.31–2.26 years, indicating the probabilistic nature of extreme events. Annual hazard indicators in this study were not constructed from return levels or return periods, but from a combination of extreme event frequency (POT) and annual maximum intensity (BM). The baseline risk assessment results show that years with high hazard indices tend to correspond with decreases in production of sensitive fishery commodities, although total production does not always decline. This demonstrates a linkage between extreme rainfall events and operational risk in fisheries. The study provides an initial insight into using EVT to quantify extreme rainfall characteristics and their implications for fisheries risk based on production changes as an impact indicator.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: curah hujan ekstrem, Extreme Value Theory, Generalized Extreme Value, Generalized Pareto Distribution, risiko perikanan,extreme rainfall, Extreme Value Theory, Generalized Extreme Value, Generalized Pareto Distribution, fisheries risk
Subjects: Q Science > QA Mathematics > QA276 Mathematical statistics. Time-series analysis. Failure time data analysis. Survival analysis (Biometry)
Divisions: Faculty of Science and Data Analytics (SCIENTICS) > Mathematics > 44201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Intan Mareta Wahyudiyanti
Date Deposited: 23 Jul 2026 07:07
Last Modified: 23 Jul 2026 07:07
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/136760

Actions (login required)

View Item View Item