Ardiansyah, Muhammad Faris (2026) Analisis Daerah Rawan Banjir Menggunakan Integrasi Sistem Informasi Geografis (SIG) Dengan Augmented Reality (AR) Dan Metode Weighted overlay Di Kecamatan Dayeuhkolot, Baleendah, Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
|
Text
5016221098-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only Download (9MB) | Request a copy |
Abstract
Indonesia sangat rentan terhadap banjir, khususnya di wilayah perkotaan dan dataran rendah seperti Kabupaten Bandung. Beberapa kecamatan termasuk Baleendah, Dayeuhkolot, dan Bojongsoang diidentifikasi sebagai wilayah yang paling rawan banjir akibat kombinasi faktor alam (seperti curah hujan tinggi, topografi datar, dan tanah dengan kapasitas infiltrasi rendah) serta faktor antropogenik (termasuk perubahan tata guna lahan, sistem drainase yang kurang optimal, dan pesatnya pertumbuhan permukiman). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kerentanan banjir di ketiga kecamatan tersebut menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan metode weighted overlay serta memvisualisasikan hasilnya melalui teknologi Augmented Reality (AR). Analisis ini menggunakan enam parameter kemiringan lereng, jenis tanah, curah hujan, jarak dari sungai, elevasi, dan tutupan lahan dengan memberikan bobot 0,20 untuk kemiringan lereng dan jenis tanah, serta 0,15 untuk empat parameter lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemiringan lereng dan jenis tanah merupakan parameter yang paling berpengaruh terhadap kerentanan banjir di wilayah studi. Peta kerentanan banjir yang dihasilkan diklasifikasikan ke dalam empat kategori Tidak Rawan (197,51 ha atau 2,49%), Agak Rawan (1.373,01 ha atau 17,30%), Rawan (3.386,44 ha atau 42,68%), dan Sangat Rawan (2.977,80 ha atau 37,53%) yang perlu dicatat, lebih dari 80% wilayah studi termasuk dalam kategori "rawan" hingga "sangat rawan". Hasil validasi menunjukkan tingkat akurasi yang baik antara peta kerentanan dan kejadian banjir aktual yang diamati di lapangan. Integrasi hasil pemetaan dengan teknologi AR melalui platform Assemblr berhasil menyajikan informasi kerentanan banjir untuk setiap kecamatan melalui visualisasi 3D interaktif lengkap dengan data jumlah keluarga dan individu yang terdampak sehingga meningkatkan interpretasi dan pemahaman pengguna mengenai kondisi lapangan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah dan masyarakat dalam perencanaan mitigasi bencana, pengelolaan tata ruang, dan pengambilan keputusan berbasis data guna mengurangi risiko banjir di Kecamatan Baleendah, Dayeuhkolot, dan Bojongsoang.
======================================================================================================================================
Indonesia is one of the countries with a high vulnerability to flood disasters, particularly in urban areas and lowland regions such as Bandung Regency. Several districts, including Baleendah, Dayeuhkolot, and Bojongsoang, are recorded as the most flood-prone areas due to a combination of natural factors such as high rainfall, flat topography, and soil with low infiltration capacity, as well as anthropogenic factors including land-use changes, suboptimal drainage systems, and rapid residential growth. This study aims to analyze flood vulnerability in the three districts using a Geographic Information System (GIS) with the weighted overlay method and to visualize the results through Augmented Reality (AR) technology. The analysis employed six parameters, namely slope, soil type, rainfall, distance from rivers, elevation, and land cover, with weights of 0.20 for slope and soil type and 0.15 for the four remaining parameters. The results show that slope and soil type were the most influential parameters affecting flood vulnerability in the study area. The resulting flood vulnerability map was classified into four classes, namely Not Prone covering 197.51 ha (2.49%), Slightly Prone covering 1,373.01 ha (17.30%), Prone covering 3,386.44 ha (42.68%), and Highly Prone covering 2,977.80 ha (37.53%), with more than 80% of the study area falling within the prone to highly prone categories. The validation results indicate a good level of accuracy between the vulnerability map and actual flood occurrences in the field. The integration of the mapping results with AR technology through the Assemblr platform successfully presented flood vulnerability information for each district in interactive three-dimensional visualizations equipped with data on the number of affected families and individuals, thereby enhancing user interpretation and understanding of field conditions. This study is expected to serve as a reference for local governments and communities in disaster mitigation planning, spatial management, and data-driven decision-making to reduce flood risks in Baleendah, Dayeuhkolot, and Bojongsoang Districts.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kerawanan Banjir, Augmented Reality, Weighted Overlay, Flood Vulnerability |
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General) > G70.212 ArcGIS. Geographic information systems. |
| Divisions: | Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Geomatics Engineering > 29202-(S1) Undergraduate Thesis |
| Depositing User: | Muhammad Faris Ardiansyah |
| Date Deposited: | 27 Jul 2026 02:30 |
| Last Modified: | 27 Jul 2026 02:30 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/137410 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
