Analisis Perbandingan Risiko Kejadian Malaria dengan Pendekatan Odds Ratio Regresi Logistik Biner dan Prevalence Ratio Menggunakan Log Binomial - Robust Poisson

Tanawani, Ivana Felicia (2026) Analisis Perbandingan Risiko Kejadian Malaria dengan Pendekatan Odds Ratio Regresi Logistik Biner dan Prevalence Ratio Menggunakan Log Binomial - Robust Poisson. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 5006221105-Undergraduate_Thesis.pdf] Text
5006221105-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Malaria masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat utama di Kabupaten Kepulauan Yapen. Berdasarkan data Sistem Informasi Surveilans Malaria (SISMAL), tercatat sebanyak 16.266 kasus malaria pada periode Januari hingga Mei 2025. Tingginya prevalensi malaria pada penelitian cross-sectional berpotensi menyebabkan nilai Odds Ratio (OR) mengestimasi risiko secara berlebihan dibandingkan Prevalence Ratio (PR). Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian malaria serta membandingkan estimasi OR dan PR dalam mengukur besarnya risiko kejadian malaria. Penelitian ini menggunakan data sekunder SISMAL Kabupaten Kepulauan Yapen tahun 2025 dengan jumlah responden sebanyak 1.000 orang. Variabel yang dianalisis meliputi umur, jenis kelamin, pekerjaan berisiko, status kehamilan, penggunaan kelambu, kepadatan tempat tinggal, dan kondisi lingkungan rumah. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square untuk mengidentifikasi hubungan bivariat, regresi logistik biner untuk memperoleh estimasi OR, serta regresi robust Poisson untuk memperoleh estimasi PR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi malaria mencapai 77,0%, dengan 770 responden positif malaria dan 230 responden negatif malaria. Variabel pekerjaan berisiko, penggunaan kelambu, kepadatan tempat tinggal, dan kondisi lingkungan rumah terbukti berhubungan signifikan dengan kejadian malaria (p-value < 0,05), sedangkan umur, jenis kelamin, dan status kehamilan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Berdasarkan analisis multivariat, kondisi lingkungan rumah merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi kejadian malaria dengan nilai OR sebesar 3,432 dan PR sebesar 1,390. Hasil perbandingan menunjukkan bahwa seluruh variabel yang signifikan menghasilkan nilai OR yang lebih besar dibandingkan PR. Temuan ini mengindikasikan bahwa OR cenderung melebihi estimasi besarnya risiko pada penelitian dengan prevalensi tinggi, sedangkan PR memberikan estimasi risiko yang lebih mendekati kondisi sebenarnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor lingkungan dan perilaku memiliki pengaruh yang lebih dominan terhadap kejadian malaria dibandingkan karakteristik individu. Selain itu, regresi robust Poisson dengan ukuran asosiasi PR dinilai lebih representatif dibandingkan regresi logistik biner dengan OR untuk penelitian cross-sectional dengan prevalensi tinggi.
========================================================================================================================================
Malaria remains a major public health problem in Yapen Islands Regency. Based on data from the Malaria Surveillance Information System (SISMAL), 16,266 malaria cases were reported between January and May 2025. The high prevalence of malaria in cross-sectional studies may cause the Odds Ratio (OR) to overestimate risk compared to the Prevalence Ratio (PR). Therefore, this study aimed to identify factors associated with malaria incidence and to compare OR and PR estimates in measuring malaria risk. This study used secondary data from the SISMAL database of Yapen Islands Regency in 2025 involving 1,000 respondents. The variables analyzed included age, sex, high-risk occupation, pregnancy status, bed net utilization, residential density, and household environmental conditions. Data were analyzed using the Chi-Square test, binary logistic regression to estimate OR, and robust Poisson regression to estimate PR. The results showed that malaria prevalence reached 77.0%, with 770 respondents testing positive and 230 testing negative. High-risk occupation, bed net utilization, residential density, and household environmental conditions were significantly associated with malaria incidence (p-value < 0.05), whereas age, sex, and pregnancy status were not significant. Household environmental conditions were identified as the most influential factor, with an OR of 3.432 and a PR of 1.390. Furthermore, all significant variables produced higher OR estimates than PR estimates, indicating that OR tends to overestimate risk in studies with high disease prevalence, while PR provides a more realistic estimate of risk.This study concludes that environmental and behavioral factors play a more dominant role in malaria incidence than individual characteristics. In addition, PR is considered more representative than OR for cross-sectional studies with high prevalence.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Faktor Risiko, Malaria, Odds Ratio, Prevalence Ratio, Regresi Robust Poisson, Risk Factors, Malaria, Odds Ratio, Prevalence, Ratio, Robust Poisson Regression.
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA653.5 Epidemics
Divisions: Faculty of Science and Data Analytics (SCIENTICS) > Actuaria > 94203-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Ivana Felicia Tanawani
Date Deposited: 27 Jul 2026 07:59
Last Modified: 27 Jul 2026 08:06
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/138078

Actions (login required)

View Item View Item