Nanta, Tepy Lindia (2026) Laporan Magang Implementasi Sistem Scada Terpusat Berbasis Jaringan 4G LTE Untuk Integrasi Data Operasional Pada PT Pertamina EP Zona 9 Regional 3 Sangasanga Field. Project Report. [s.n.]. (Unpublished)
|
Text
2042221032-Project_Report.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only Download (16MB) | Request a copy |
Abstract
PT Pertamina EP Zona 9 Regional 3 Sangasanga Field mengoperasikan tiga fasilitas produksi terpisah (SP-E1, SPU-B, SP-M1) seluas 13.346 hektar yang terhalang Sungai Mahakam, sebelumnya tanpa integrasi CCR karena masing masing memakai PLC Schneider M221 dan HMI lokal. Magang ini merancang arsitektur SCADA terpusat berbasis 4G LTE dengan VPN Tailscale (WireGuard) dan mengujinya terhadap Fiber Optik melalui parameter QoS, biaya, serta perawatan. Hasil pengujian Wireshark menurut standar TIPHON menunjukkan seluruh enam node berkategori "Sangat Bagus" (Indeks 4), dengan delay rata-rata 54,52 ms (29,13–127,11 ms) terbaik pada node Telkomsel (29,13 ms dan 35,28 ms) sedangkan node Indosat memiliki delay lebih tinggi (65,67 ms) namun packet loss lebih stabil (0,0024–0,0037% vs 0,0095–0,2648%) serta packet loss <3%, throughput 2,91–19,50 Kbps, jitter ~0 ms, dan kelengkapan data real-time 96,5 99,86% selama >4 jam. Fiber Optik unggul dalam delay (<3 ms) dan interferensi, tetapi membutuhkan perawatan yang lebih rumit, dengan TCO 5 tahun 3–13 kali lebih mahal. Karena delay 54,52 ms masih jauh di bawah batas TIPHON 150 ms dan memenuhi polling SCADA 1 detik, maka 4G LTE terbukti sebagai solusi optimal secara teknis dan ekonomis untuk kondisi geografis Field Sangasanga yang tersebar dan terpisah Sungai Mahakam.
Actions (login required)
![]() |
View Item |
