Evaluasi Pemilihan Lokasi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Pada Ruas Jalan Ir. H. Juanda Dan Jalan Perjuangan di Sekitar Stasiun Bekasi

Susilowati, Indah (2026) Evaluasi Pemilihan Lokasi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Pada Ruas Jalan Ir. H. Juanda Dan Jalan Perjuangan di Sekitar Stasiun Bekasi. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 5012221047-Undergraduate_Thesis.pdf] Text
5012221047-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (7MB) | Request a copy

Abstract

Kota Bekasi merupakan salah satu wilayah perkotaan di Indonesia dengan jumlah penduduk mencapai 2,64 juta jiwa pada tahun 2024 dengan laju pertumbuhan rata-rata 1,04% per tahun. Salah satu pusat pergerakan utama yaitu sekitar Stasiun Bekasi. Area ini merupakan simpul transportasi dengan aktivitass pergerakan yang tinggi dan termasuk dalam rencana pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD), yang menekankan kemudahan akses pejalan kaki. Tingginya aktivitas pejalan kaki menuntut ketersediaan fasilitas penyeberangan yang aman, salah satunya Jembatan Penyeberangan Orang (JPO). Pemerintah Kota Bekasi telah memulai pembangunan JPO, namun dampaknya belum diketahui, sementara masih terdapat titik penyeberangan lain dengan intensitas yang tinggi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pemilihan lokasi JPO yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kota Bekasi dengan membandingkannya terhadap dua titik penyeberangan lainnya yang juga memiliki volume pejalan kaki yang tinggi di sekitar Stasiun Bekasi. Penelitian ini mengacu pada Pedoman Perencanaan Teknis Pejalan Kaki Tahun 2023 dan menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dengan kriteria fungsi jalan, nilai PV², angka kecelakaan, dan kinerja lalu lintas. Data yang digunakan meliputi data volume lalu lintas, data volume penyeberang pejalan kaki, data geometri jalan, peta lokasi penelitian, data kecelakaan lalu lintas, serta data penilaian responden. Berdasarkan hasil analisis menggunakan metode AHP, angka kecelakaan merupakan kriteria yang paling berpengaruh dalam penentuan prioritas pembangunan JPO, diikuti oleh nilai PV², kinerja lalu lintas, dan fungsi jalan. Selanjutnya, berdasarkan hasil pembobotan gabungan terhadap alternatif lokasi, Titik 2 Jalan Ir. H. Juanda Sisi Selatan Stasiun Bekasi ditetapkan sebagai lokasi prioritas pembangunan JPO dengan bobot sebesar 0,332, diikuti dengan Titik 1 Jalan Ir. H. Juanda Sisi Barat Stasiun Bekasi bobot sebesar 0,300 dan Titik 3 Jalan Ir. H. Juanda Sisi Utara Stasiun Bekasi bobot sebesar 0,221. Penelitian ini bersesuaian dengan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada poin SDG ke-9 yaitu Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta SDG ke-11 yaitu Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan.
======================================================================================================================================
Bekasi City is one of the urban areas in Indonesia with a population of approximately 2.64 million in 2024 and an average annual growth rate of 1.04%. One of the main movement centers is the area surrounding Bekasi Station. This area functions as a major transportation hub with high movement activity and is included in the Transit Oriented Development (TOD) plan, which emphasizes pedestrian accessibility. High pedestrian activity requires the provision of safe pedestrian crossing facilities, one of which is a pedestrian bridge (JPO). The Bekasi City Government has initiated the construction of a pedestrian bridge; however, its effectiveness has not yet been evaluated, while other crossing points with high pedestrian crossing volumes still exist around Bekasi Station. Therefore, this study aims to evaluate the selected pedestrian bridge location by comparing it with two other crossing locations that also have high pedestrian crossing volumes around Bekasi Station. This study refers to the 2023 Technical Planning Guidelines for Pedestrians and applies the Analytic Hierarchy Process (AHP) method using four evaluation criteria, namely road function, PV² value, traffic accident rate, and traffic performance. The data used include traffic volume, pedestrian crossing volume, road geometry, study location maps, traffic accident data, and respondents' assessment data. Based on the AHP analysis, the traffic accident rate is the most influential criterion in determining the priority location for pedestrian bridge construction, followed by the PV² value, traffic performance, and road function. Based on the combined weighting, Point 2 on Ir. H. Juanda Road, south side of Bekasi Station, was identified as the highest priority location with a weight of 0.332, followed by Point 1 on the west side of Bekasi Station (0.300) and Point 3 on the north side of Bekasi Station (0.221). These findings indicate that the pedestrian bridge location selected by the Bekasi City Government is consistent with the evaluation results. This research supports Sustainable Development Goal (SDG) 9 on Industry, Innovation, and Infrastructure and SDG 11 on Sustainable Cities and Communities.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Fasilitas Penyeberangan, Jembatan Penyeberangan Orang, Analytic Hierarchy Process (AHP), Stasiun Bekasi, Crossing Facilities, Pedestrian Bridge, Analytic Hierarchy Process (AHP), Bekasi Station
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
T Technology > TE Highway engineering. Roads and pavements > TE7 Transportation--Planning
Divisions: Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Civil Engineering > 22201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Indah Susilowati
Date Deposited: 30 Jul 2026 07:25
Last Modified: 30 Jul 2026 07:25
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/139712

Actions (login required)

View Item View Item