Habiba, Maulidia (2026) Perancangan Kacamata Multisensori sebagai Intervensi pada Kondisi Burnout Pekerja Wanita Zilenial. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
|
Text
5028221066-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only Download (18MB) | Request a copy |
Abstract
Meningkatnya isu kesehatan mental di Indonesia sejalan dengan tingginya prevalensi burnout pada pekerja, terutama bagi pekerja wanita zilenial yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami burnout. Burnout merupakan kondisi kelelahan kerja kronis yang menimbulkan gejala berupa kelelahan fisik, mental, dan emosional, seperti sakit kepala, susah berkonsentrasi, hilangnya motivasi, dan menjauh dari pekerjaan. Selanjutnya, sensori sangat berkaitan dengan emosi, terutama dalam penggunaan sebuah produk. Penggabungan sensori berpotensi meningkatkan respon emosi positif dan mengatasi kelelahan akibat burnout. Aroma lavender, peppermint, dan sandalwood, serta tekstur empuk dan squeezable dapat meningkatkan fokus dan emosi positif. Tujuan perancangan ini untuk mengembangkan produk wearable yang dapat membantu meredakan gejala burnout saat bekerja serta dapat memenuhi kebutuhan pekerja wanita zilenial yang bekerja pada bidang yang berhubungan dengan kognitif dan emosional (kesehatan, pendidikan, pelayanan, sains data, dan kreatif). Produk dikembangkan melalui pendekatan human centered design dengan melakukan wawancara, survei, dan observasi pada pekerja wanita zilenial, sehingga mendapatkan konsep desain dengan kata kunci serene, feminine, dan practical. Kata kunci ini dikembangkan menjadi fitur pada kacamata yang dapat membantu pengguna meredakan burnout dengan mekanisme yang mudah dan cepat, berupa sistem sliding pada penyimpanan aromaterapi, dan fitur aksesori taktil yang mudah diakses sekaligus menjadi media pijat pelipis. Penggunaan warna seperti cokelat, hitam, dan maroon, serta bentuk yang rounding atau flowy seperti bunga, merepresentasikan konsep desain feminine, menyesuaikan preferensi wanita zilenial. Selanjutnya, usability testing dilakukan dengan metode EEG dan wawancara. Usability testing melalui wawancara mendapatkan hasil mengenai persepsi pengguna terhadap produk perancangan yang dapat membantu pengguna merasa lebih baik ketika merasakan burnout di tempat kerja serta akses penggunaan produk yang fleksibel ketika digunakan selama bekerja. Namun, Usability testing melalui EEG belum menunjukkan hasil yang belum optimal sebab lingkungan dan subjek yang belum terkontrol dengan baik.
=====================================================================================================================================
The rise of mental health issues in Indonesia is in line with the high prevalence of burnout among workers, especially female zillennial employees who are at higher risk of experiencing burnout. Burnout is a prolonged response to chronic work stress and lead to symptoms such as physical, mental, and emotional fatigue, such as headache, difficulty concentrating, reduced work motivation, and work detachment. Sensory stimulation plays a significant role in shaping emotional responses, especially within product interactions. Sensory combination has the potential to increase positive emotion and overcome burnout-related fatigue. This design aims to develop a wearable product that can assist in alleviating burnout symptoms at work, and to develop glasses design concept with multisensory integration that is suitable for female zillennial employees who work in fields related to cognitive and emotional (health, education, services, data science, and creative). The product was developed using human centered approach through interviews, surveys, and observations involving female zillennial employees. This process led to a design concept by the keywords serene, feminine, and practical. These keywords were further developed into glasses features aimed at supporting burnout relief through easy and quick mechanisms, including a sliding mechanism for aromatherapy cartridge and an easily accessible tactile accessory that also serves as a temple massage medium. The use of brown, black, and maroon colors, flowy and rounding shape like flower, represented feminine concept, align with the zilennial women preferences. Usability testing was conducted using concious and unconscious method, EEG (electroencephalography) and interview. Usability testing using interview method explored users perceptions of the product, resulting that the product could give support and better feeling in managing burnout in the workplace. It also gives flexibility to be used during work. However, the usability testing using EEG did not achieved optimum results due to insufficient control over the subject and the environment.
Actions (login required)
![]() |
View Item |
