Divastuti, Anagatasya Dea Fahirah (2026) Transit Berorientasi Manusia: Perancangan Sistem Simpul Terminal Tipe C di Koridor Pantura Situbondo. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
|
Text
5013221080-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only Download (11MB) | Request a copy |
Abstract
Konsep Human-Centered Urban Design, yang digagas oleh Jan Gehl dalam buku Cities for People, menyatakan bahwa kota yang berorientasi pada manusia merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan kota yang lively, safe, sustainable, dan healthy. Namun, konsep tersebut belum banyak terlihat pada perkotaan saat ini, khususnya perkotaan di Indonesia, mengingat perkotaan tersebut sudah terlanjur didominasi oleh pembangunan untuk skala kendaraan (Car-Oriented). Salah satu kota yang cenderung car-oriented adalah Situbondo, kabupaten di utara Jawa Timur, yang terletak di sepanjang jalur Pantura. Tingginya ketergantungan pada kendaraan pribadi menyebabkan peningkatan volume penggunaan kendaraan dan risiko kecelakaan lalu lintas, serta penurunan kualitas ruang kota. Jan Gehl memberikan kunci penting untuk menerapkan konsep tersebut dengan cara mengintegrasikan antara pejalan kaki dan pesepeda dengan transportasi publik. Berdasarkan kunci tersebut, perancangan ini bertujuan untuk merancang fasilitas transportasi publik berupa terminal tipe C di Kabupaten Situbondo yang berbasis pada konsep Human-Centered Urban Design dan prinsip 12 Quality Criteria oleh Jan Gehl. Metodologi perancangan ini menggunakan-based framework sebagai kerangka kerja, teknik observasi dan studi literatur sebagai metode pengumpulan data, serta contextualism sebagai metode perancangan. Perancangan ini diharapkan dapat menghasilkan desain terminal yang tidak hanya fungsional, tetapi juga memberikan pengalaman ruang yang humanis bagi penggunanya.
============================================================================================================
The concept of Human-Centered Urban Design, initiated by Jan Gehl in his book Cities for People, states that a human-oriented city is a long-term investment to create a lively, safe, sustainable, and healthy city. However, this concept is not widely seen in urban areas today, especially in Indonesia, considering that these cities have been dominated by car-scale development (Car-Oriented). One city that tends to be car-oriented is Situbondo, a regency in northern East Java, located along the Pantura route. The high dependence on private vehicles has led to an increase in the volume of vehicle use and the risk of traffic accidents, as well as a decline in the quality of urban space. Jan Gehl provides an important key to implement this concept by integrating pedestrians and cyclists with public transportation. Based on this key, this design aims to design a public transportation facility in the form of a type C terminal in Situbondo Regency based on the Human-Centered Urban Design concept and the principles of 12 Quality Criteria by Jan Gehl. This design methodology uses a force-based framework as a framework, observation techniques and literature studies as data collection methods, and contextualism as a design method. This design is expected to produce a terminal design that is not only functional, but also provides a humanist spatial experience for its users.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Berorientasi Manusia, Terminal Tipe C, Situbondo, Kota, Konektivitas, Human-Centered, Type C Terminal, Situbondo, Urban, Connectivity. |
| Subjects: | N Fine Arts > NA Architecture > NA2750 Architectural design. |
| Divisions: | Faculty of Architecture, Design, and Planning > Architecture > 23201-(S1) Undergraduate Thesis |
| Depositing User: | Anagatasya Dea Fahirah Divastuti |
| Date Deposited: | 30 Jul 2026 04:15 |
| Last Modified: | 30 Jul 2026 04:15 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/140166 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
