Divana, Marsha Angel (2026) Arahan Peningkatan Pemberdayaan Masyarakat di Desa Wisata Ketapanrame melalui Peran Stakeholder Masyarakat. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
|
Text
5015221009-Undergraduate_Thesis.pdf Restricted to Repository staff only Download (31MB) | Request a copy |
Abstract
Desa Ketapanrame telah dikembangkan sebagai desa wisata berklasifikasi maju di Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, dengan memanfaatkan potensi alam dan buatan hingga meraih penghargaan Wisata Terbaik pada Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023. Namun, capaian tersebut belum mampu mendorong keterlibatan masyarakat sebagai aktor utama secara optimal. Hal ini ditunjukkan oleh rendahnya tingkat kesadaran, kemandirian, keterampilan, dan kualitas sumber daya manusia dalam mengelola pariwisata. Selain itu, keterbatasan kemampuan promosi dan pemasaran, rendahnya keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan, serta minimnya kontribusi pendanaan masyarakat menjadi permasalahan utama dalam pemberdayaan di Desa Wisata Ketapanrame. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merumuskan arahan peningkatan pemberdayaan masyarakat di Desa Wisata Ketapanrame berdasarkan peran stakeholder masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan rasionalistik dengan metode mixed method melalui analisis Content Analysis (CA) dan teknik skoring. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan stakeholder kunci, penyebaran kuesioner, observasi lapangan, serta studi literatur dan survei instansi yang dilaksanakan untuk menjawab tiga sasaran penelitian. Sasaran pertama memetakan peran stakeholder masyarakat menggunakan teknik content analysis terhadap wawancara enam informan yang dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembagian peran berjenjang dengan BUMDes Mutiara Welirang sebagai aktor sentral yang menjalankan peran sebagai konseptor, policy creator, fasilitator, koordinator, akselerator, dan pelopor. Pada sasaran kedua untuk menilai tingkat pemberdayaan masyarakat menggunakan teknik skoring berbasis skala likert atas kuesioner dari 91 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga sub variabel berkategori rendah sebagai prioritas, yaitu kemampuan promosi dan pemasaran, partisipasi pada proses perencanaan, dan partisipasi dana. Selanjutnya, hasil sasaran pertama dan kedua digunakan untuk merumuskan arahan melalui teknik analisis deskriptif kualitatif yang dikorelasikan dengan best practice dan kebijakan relevan. Hasil penelitian merumuskan tujuh arahan peningkatan pemberdayaan masyarakat yang difokuskan untuk meningkatkan kemampuan promosi dan pemasaran, partisipasi pada proses perencanaan, dan partisipasi dana, yang terkait dengan penyelenggaraan kegiatan pelatihan dan pendampingan pemasaran digital, penyelenggaraan festival budaya, pembentukan kelompok pelaku industri wisata, penyelenggaraan forum perencanaan melalui musyawarah desa dan diskusi dengan metode PRA, dan penyelenggaraan crowdfunding berbasis media digital. Hasil arahan tersebut disesuaikan dengan peran masing-masing stakeholder masyarakat dengan BUMDes dan Kepala Desa sebagai aktor kunci penentu arah pengembangan. Arahan tersebut diharapkan dapat menjadi dasar kebijakan bagi pemerintah daerah dan dinas terkait dalam pengembangan desa wisata, serta rujukan konseptual bagi pemberdayaan masyarakat pada desa wisata.
==================================================================================================================================
Ketapanrame Village has been developed as an advanced-classified tourism village in Trawas District, Mojokerto Regency, by utilizing its natural, cultural, and man-made potential, earning the Best Tourism award at the Indonesian Tourism Village Award (ADWI) 2023. However, this achievement has not optimally encouraged community involvement as the main actor, as indicated by low awareness, self-reliance, skills, and human resource quality in tourism management. Furthermore, limited digital promotion and marketing capabilities, low community involvement in planning, and minimal funding contributions constitute the main empowerment problems in the village. Therefore, this study aims to formulate directions for improving community empowerment in Ketapanrame Tourism Village based on the roles of community stakeholders. It employs a rationalistic approach with a mixed-method design through Content Analysis (CA) and scoring techniques. Data were collected through in-depth interviews with key stakeholders, questionnaires, field observation, literature studies, and institutional surveys to address three objectives. The first objective maps community stakeholder roles using content analysis on interviews with six informants selected through purposive sampling. The results show a tiered division of roles, with BUMDes Mutiara Welirang as the central actor performing the roles of conceptor, policy creator, facilitator, coordinator, accelerator, and pioneer. The second objective assesses the empowerment level using Likert-scale scoring from 91 respondents, identifying three low-category sub-variables as priorities: promotion and marketing capability, participation in planning, and financial participation. Subsequently, both objectives inform the formulation of directions through qualitative descriptive analysis correlated with best practices and relevant policies. The study formulates seven directions focused on enhancing these three priorities, related to digital marketing training and mentoring, organizing cultural festivals, establishing groups of tourism industry actors, holding planning forums through village deliberations and Participatory Rural Appraisal (PRA) discussions, and implementing digital media-based crowdfunding. These directions are tailored to each community stakeholder's role, with BUMDes and the Village Head as the key actors determining the development direction. The resulting directions are expected to serve as a policy basis for local governments and related agencies in developing tourism villages, and as a conceptual reference for community empowerment in tourism villages based on local potential.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pemberdayaan Masyarakat, Peran Stakeholder Masyarakat, Desa Wisata, Desa Ketapanrame, Community Empowerment, Role of Community Stakeholders, Tourism Village, Desa Ketapanrame. |
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General) > G155 Tourism |
| Divisions: | Faculty of Architecture, Design, and Planning > Regional and Urban Planning > 35201-(S1) Undergraduate Thesis |
| Depositing User: | Marsha Angel Divana |
| Date Deposited: | 31 Jul 2026 00:37 |
| Last Modified: | 31 Jul 2026 00:37 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/140208 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
