Analisis Peningkatan Keandalan Subsistem Terdampak Melalui Penambahan SUTET Cawang-Cibinong Pada Kondisi Kontingensi N-1-1 SUTET Segiempat Muaratawar-Cawang-Bekasi-Tambun

Sakti, Bima (2026) Analisis Peningkatan Keandalan Subsistem Terdampak Melalui Penambahan SUTET Cawang-Cibinong Pada Kondisi Kontingensi N-1-1 SUTET Segiempat Muaratawar-Cawang-Bekasi-Tambun. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 6022241021-Master_Thesis.pdf] Text
6022241021-Master_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (9MB) | Request a copy

Abstract

Keandalan pasokan energi listrik merupakan faktor penting dalam menjaga kontinuitas pelayanan kepada konsumen. Salah satu tantangan dalam menjamin keandalan sistem adalah keterbatasan kemampuan penyaluran daya akibat rendahnya redundansi jaringan transmisi. Jaringan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) Muaratawar–Cawang–Bekasi–Tambun, yang dikenal sebagai konfigurasi SUTET Segiempat, terdiri atas hubungan single circuit yang menghubungkan GITET Muaratawar, Cawang, Bekasi, dan Tambun. Topologi ini memiliki risiko keandalan yang cukup tinggi karena gangguan yang terjadi secara berurutan berpotensi menyebabkan padam meluas bahkan blackout. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji dampak kontingensi N-1-1 pada jaringan SUTET Segiempat. Skenario kontingensi dimodelkan melalui gangguan berurutan pada SUTET Muaratawar–Cawang dan SUTET Bekasi–Tambun yang mengakibatkan hilangnya pasokan listrik dari GITET Cawang dan Bekasi, sehingga memengaruhi beberapa subsistem yang terhubung. Hasil simulasi berdasarkan data beban puncak historis sebesar 3.620 MW menunjukkan bahwa pemadaman beban tidak dapat dihindari karena daya mampu pasok yang tersedia hanya 2.927 MW, sehingga terjadi defisit daya sebesar 693 MW. Upaya mitigasi awal mampu menurunkan defisit daya menjadi 94 MW, namun daya mampu pasok yang tersedia masih belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan beban seluruh subsistem terdampak. Untuk mengatasi kondisi tersebut, diusulkan pembangunan jalur transmisi baru sepanjang 20,77 km yang menghubungkan GITET Cawang dan GITET Cibinong. Evaluasi kinerja sistem dilakukan menggunakan perangkat lunak DigSILENT PowerFactory pada kondisi kontingensi N-1-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan jalur transmisi tersebut mampu menjaga kontinuitas pasokan listrik, menghilangkan kondisi overload, serta menjaga pembebanan seluruh IBT dan saluran transmisi tetap berada di bawah 100%. Dengan demikian, usulan penguatan jaringan ini terbukti mampu meningkatkan keandalan dan ketahanan sistem secara signifikan.
=======================================================================================================================================
The reliability of electrical power supply is essential for maintaining service continuity to consumers. One challenge in ensuring reliable operation is the limited transmission capability caused by insufficient network redundancy. The Muaratawar–Cawang–Bekasi–Tambun Extra High Voltage (EHV) transmission network, known as the Quadrilateral EHV configuration, consists of single-circuit connections linking the Muaratawar, Cawang, Bekasi, and Tambun EHV substations. This topology presents a significant reliability risk, as sequential disturbances may lead to widespread outages or even blackouts. Therefore, this study investigates the impact of N-1-1 contingency conditions on the Quadrilateral EHV transmission network. The contingency scenario is modeled through sequential outages of the Muaratawar–Cawang and Bekasi–Tambun transmission lines, resulting in the loss of supply to the Cawang and Bekasi substations and affecting several subsystems. Simulation results based on the historical peak load of 3,620 MW show that load shedding is unavoidable because the available supply capacity is only 2,927 MW, resulting in a power deficit of 693 MW. Initial mitigation measures reduce the deficit to 94 MW. However, the available supply remains insufficient to fully support the affected subsystems. To address this issue, a new 20.77 km transmission line connecting the Cawang and Cibinong substations is proposed. System performance is evaluated using DigSILENT PowerFactory under N-1-1 contingency conditions. The results demonstrate that the proposed transmission line maintains supply continuity, eliminates overload conditions, and keeps all IBTs and transmission lines operating below 100% loading, thereby significantly improving system reliability and resilience.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: SUTET Segiempat, Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET), Blackout, Subsistem, Kontingensi N-1-1, DigSILENT PowerFactory, Quadrilateral EHV Transmission Line, Extra High Voltage Substation, Blackout, Subsystem, N-1-1 Contingency, DigSILENT PowerFactory
Subjects: T Technology > TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering > TK201 Electric Power Transmission
Divisions: Faculty of Intelligent Electrical and Informatics Technology (ELECTICS) > Electrical Engineering > 20101-(S2) Master Thesis
Depositing User: Bima Sakti
Date Deposited: 30 Jul 2026 03:45
Last Modified: 30 Jul 2026 03:45
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/140290

Actions (login required)

View Item View Item