Penentuan Prioritas Peningkatan Komponen 4A Pariwisata Berdasarkan Tingkat Kepuasan Pengunjung (Studi Kasus di Banyu Biru, Kabupaten Pasuruan)

Nabilah, Putri Amirotun (2026) Penentuan Prioritas Peningkatan Komponen 4A Pariwisata Berdasarkan Tingkat Kepuasan Pengunjung (Studi Kasus di Banyu Biru, Kabupaten Pasuruan). Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 5015221173_Undergraduate_Thesis.pdf] Text
5015221173_Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (8MB) | Request a copy

Abstract

Banyu Biru merupakan salah satu destinasi wisata alam unggulan di Kabupaten Pasuruan yang memiliki potensi berupa sumber mata air alami, nilai sejarah, serta daya tarik wisata alam. Banyu Biru juga menjadi penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar dari sektor pariwisata dengan kontribusi sekitar 50% dari total penerimaan retribusi wisata Kabupaten Pasuruan. Berdasarkan data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pasuruan, realisasi pendapatan sektor pariwisata tahun 2025 tercatat sebesar Rp851.297.000, turun sekitar 4% dibandingkan capaian tahun 2024 dan masih memiliki selisih sekitar 5% dari target Rp900.000.000 yang ditetapkan. Kondisi serupa juga terlihat pada jumlah kunjungan wisatawan ke Banyu Biru yang cenderung fluktuatif, dengan penururunan signifikan sebesar 24,8% pada tahun 2024 sebelum kembali meningkat pada tahun 2025 namun belum melampaui capaian tahun 2023. Untuk mendukung pencapaian target PAD sektor pariwisata tahun 2026 sekaligus menjaga stabilitas jumlah kunjungan, peningkatan kualitas destinasi wisata menjadi penting dilakukan agar Banyu Biru mampu memberikan pelayanan dan pengalaman wisata yang lebih optimal bagi pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan prioritas peningkatan komponen 4A pariwisata berdasarkan tingkat kepuasan pengunjung di Banyu Biru. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan teknik pengumpulan data berupa observasi lapangan dan kuesioner. Penentuan sampel dilakukan menggunakan rumus slovin dengan jumlah responden sebanyak 400 pengunjung. Analisis data dilakukan dengan analisis Importance Performance Analysis (IPA) dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prioritas utama peningkatan objek wisata Banyu Biru meliputi tempat bilas, toilet, sejarah, keamanan, promosi wisata, dan kondisi jalan. Strategi peningkatan komponen 4A pariwisata di Banyu Biru meliputi pengembangan fasilitas sanitasi sesuai standar Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE), pengembangan koridor interpretasi pelestarian nilai sejarah, pengoptimalan sistem pengamanan dan keselamatan pengunjung, pengembangan strategi promosi digital yang terintegrasi, serta pengembangan sistem pemeliharaan jalan yang terintegrasi dengan peningkatan akesibilitas kawasan. Strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan, kenyamanan pengunjung, dan daya tarik wisata Banyu Biru.
========================================================================================================================================
Banyu Biru is one of the leading natural tourism destinations in Pasuruan Regency, offering potential in the form of natural springs, historical value, and natural tourist attractions. Banyu Biru is also the largest contributor to Regional Original Revenue (PAD) from the tourism sector, accounting for approximately 50% of the total tourism retribution revenue in Pasuruan Regency. Based on data from the Department of Culture and Tourism of Pasuruan Regency, tourism sector revenue in 2025 was recorded at Rp851,297,000, a decrease of approximately 4% compared to the 2024 achievement, and still falling short by approximately 5% of the Rp900,000,000 target set for the year. A similar fluctuating pattern was observed in the number of visitors to Banyu Biru, which declined significantly by 24,8% in 2024 before rising again in 2025, though still below the peak achieved in 2023. To support the achievement of the 2026 tourism sector PAD target while maintaining stable visitor numbers, improving the quality of the tourist destination is essential to enable Banyu Biru to provide better services and visitor experiences. This research uses a mixed methods approach with data collection techniques consisting of field observation and questionnaires. The sample was determined using the Slovin formula, with a total of 400 visitor respondents. Data analysis was conducted using Importance Performance Analysis (IPA) and qualitative descriptive. The results show that the main priorities for improvement at Banyu Biru include changing/rinsing facilities, toilets, historical value, security, tourism promotion, and road conditions leading to the tourist area. Based on these priorities, improvement strategies were formulate including the development of sanitation facilities in accordance with Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE) standards, the development of an interpretive corridor and preservation of historical value, the optimization of visitor security and safety systems, the development of an integrated road maintenance system alongside improved area accessibility. These strategies are expected to enhance service quality, visitor comfort, and the overall attractiveness of Banyu Biru as a tourist destination.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Pariwisata, Banyu Biru, kepuasan pengunjung, prioritas peningkatan, dan Importance Performance Analysis (IPA),tourism, Banyu Biru, visitor satisfaction, improvement priority, Importance Performance Analysis (IPA).
Subjects: H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races > HT166 City Planning--Environmental aspects
Divisions: Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Regional & Urban Planning > 35201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Putri Amirotun Nabilah
Date Deposited: 31 Jul 2026 08:26
Last Modified: 31 Jul 2026 08:26
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/141019

Actions (login required)

View Item View Item