Romadhon, Anang Fathul Bari (2026) Analisis Faktor Keberhasilan dan Peran Stakeholder Dalam Implementasi Program Konsolidasi Tanah Vertikal di Kawasan Padat Penduduk Studi Kasus: Rumah Cinta Damai, Tanah Tinggi, Jakarta Pusat. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

|
Text
5015221102-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only Download (4MB) | Request a copy |
Abstract
Konsolidasi Tanah Vertikal (KTV) merupakan instrumen penataan permukiman yang menyediakan hunian layak tanpa penggusuran melalui penataan ulang bidang tanah dan pembangunan hunian vertikal berbasis partisipasi masyarakat. Meskipun menjanjikan, implementasi KTV di Indonesia masih sangat terbatas dan belum banyak dikaji secara akademis. Penelitian ini mengisi gap tersebut dengan menganalisis faktor-faktor keberhasilan dan peran stakeholder pada kasus KTV Rumah Cinta Damai, Tanah Tinggi, Jakarta Pusat salah satu proyek KTV pertama yang berhasil direalisasikan di Indonesia menggunakan Delphi Analysis, Stakeholder Analysis, dan Content Analysis. Temuan utama menunjukkan bahwa keberhasilan KTV bertumpu pada tiga pilar: kepastian hukum, partisipasi sukarela masyarakat, dan dukungan politik pimpinan daerah. Dari 24 faktor yang dinilai, 23 mencapai konsensus, dengan kejelasan status tanah, persetujuan mayoritas warga, dan dukungan gubernur sebagai faktor paling menentukan. Penelitian ini juga menemukan bahwa lima kelompok stakeholder BPN, Dinas Perumahan, DCKTRP, Yayasan Buddha Tzu Chi, dan masyarakat menjalankan peran yang saling melengkapi sebagai policy creator, facilitator, implementer, coordinator, dan accelerator. Seluruh tujuh pendekatan partisipasi dalam framework Alasmari (2026) teridentifikasi, dengan dua kekhasan yang belum banyak tercakup dalam literatur land readjustment global: peran organisasi kemanusiaan yang menggantikan fungsi developer komersial, serta peran aktif masyarakat yang tidak hanya menerima program secara pasif tetapi turut melobi sesama warga dan bernegosiasi langsung dengan pemerintah provinsi. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan pengetahuan tentang implementasi KTV di Indonesia dan menawarkan kerangka acuan bagi daerah lain yang menghadapi tantangan permukiman padat serupa.
====================================================================================================================================
Vertical Land Consolidation (VLC) is a settlement-upgrading instrument that provides adequate housing without displacement through land readjustment and community-based vertical housing construction. Despite its potential, VLC implementation in Indonesia remains extremely limited and underexplored in academic research. This study addresses that gap by analyzing the success factors and stakeholder roles in the Rumah Cinta Damai VLC project in Tanah Tinggi, Central Jakarta one of the first successfully realized VLC projects in Indonesia using Delphi Analysis, Stakeholder Analysis, and Content Analysis. The key finding reveals that VLC success rests on three pillars: legal certainty, voluntary community participation, and political support from regional leadership. Of 24 factors assessed, 23 achieved consensus, with land tenure clarity, majority resident approval, and governor support identified as the most decisive. The study also found that five stakeholder groups BPN, Housing Agency, Spatial Planning Agency, Buddha Tzu Chi Foundation, and the community performed complementary roles as policy creators, facilitators, implementers, coordinators, and accelerators. All seven participatory approaches in the Alasmari (2026) framework were identified, with two distinctive features not widely covered in global land readjustment literature: the role of a humanitarian organization replacing the commercial developer function, and the active role of the community who not only accepted the program passively but lobbied fellow residents and negotiated directly with the provincial government. This study contributes to the growing body of knowledge on VLC implementation in Indonesia and offers a reference framework for other regions facing similar high-density settlement challenges.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Konsolidasi Tanah Vertikal, Faktor Keberhasilan, Peran Stakeholder, Land Readjustment, Permukiman Padat Penduduk, Tanah Tinggi Jakarta Vertical Land Consolidation, Success Factors, Stakeholder Roles, Land Readjustment, High-Density Settlements, Tanah Tinggi Jakarta |
| Subjects: | H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD7293 Housing policy |
| Divisions: | Faculty of Civil Engineering and Planning > Regional and Urban Planning > 35201-(S1) Undergraduate Thesis |
| Depositing User: | Anang Fathul Bari Romadhon |
| Date Deposited: | 03 Aug 2026 07:21 |
| Last Modified: | 03 Aug 2026 07:21 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/142365 |
Available Versions of this Item
- Analisis Faktor Keberhasilan dan Peran Stakeholder Dalam Implementasi Program Konsolidasi Tanah Vertikal di Kawasan Padat Penduduk Studi Kasus: Rumah Cinta Damai, Tanah Tinggi, Jakarta Pusat. (deposited 03 Aug 2026 07:21) [Currently Displayed]
Actions (login required)
![]() |
View Item |
