Ramadhani, Izzah Desta Bastian (2026) Arsitektur Rekonstruktif: Pengalaman Spasial melalui Fragmen Familiar Events. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
|
Text
6013241016-Master_Thesis.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only Download (24MB) | Request a copy |
Abstract
Neuroarchitecture merupakan sebuah gagasan yang mengungkap hubungan neurosains dan arsitektur dengan memandang elemen ruang sebagai stimulus ke otak manusia. Perancangan elemen ruang yang melibatkan aspek multisensori memungkinkan ruang hadir sebagai pengalaman yang lebih bermakna. Dalam proses pembentukan makna, memori hadir sebagai elemen penting dalam mengenali pengalaman dan menyesuaikan diri dengan kehidupan sehari-hari. Mengetahui betapa pentingnya memori, diperlukan rancangan arsitektur yang dapat membantu mempertahankannya dari suatu lingkungan melalui manipulasi kerja otak manusia. Untuk menjawab hal tersebut, tesis ini disusun untuk menghadirkan rancangan ruang publik dalam konteks kampung kota melalui eksplorasi hubungan space, familiar event, dan movement. Tesis perancangan ini menggunakan pendekatan neuroarchitecture dengan menempatkan aspek familiarity sebagai dasar untuk memicu proses memory retrieval komunitas setempat secara kolektif melalui familiar events sebagai stimulus dalam rancangan. Hal ini diwujudkan melalui eksplorasi aspek pergerakan, pola, batas, dan suasana pada perancangan ruang publik di kampung. Dengan narasi sejarah yang kuat dan sesuai dengan gagasan familiar event, Kampung Tambak Bayan di Surabaya dipilih sebagai lokasi perancangan. Melalui concept-based framework, eksplorasi pendekatan teori dan konteks rancangan menghasilkan rumusan kriteria yang dipetakan menjadi konsep pengalaman spasial. Melalui eksplorasi elemen arsitektur selubung ruang, sirkulasi, dan elemen kontras dalam tahap propose moment, rancangan dieksplorasi lebih lanjut menggunakan pendekatan narasi untuk membentuk pengalaman ruang pengguna hingga menghasilkan rancangan skematik. Tesis yang berakar dari pernyataan "architecture acts as a familiar event" ini menghasilkan rancangan pusat komunitas di Kampung Tambak Bayan melalui penerapan konsep pengalaman spasial. Konsep tersebut mengintegrasikan elemen arsitektur dan elemen multisensori manusia sehingga menghasilkan 3 elemen utama: responsive enclosure (negosiasi bentuk formal melalui selubung ruang yang responsif), evocative point (elemen pemicu ingatan dan aktivitas), dan receptive circulation (sirkulasi yang terbuka terhadap interpretasi pengguna). Dengan menerapkan ketiga elemen ini pada rancangan, pola perilaku pengguna dapat terbentuk melalui pembacaan dan interpretasi mereka terhadap suatu tatanan ruang.
===================================================================================================================================
Neuroarchitecture seeks to uncover the relationship between neuroscience and architecture by considering spatial elements as stimuli for the human brain. Designing spatial elements with multisensory qualities allows spaces to be experienced more meaningfully. In meaning-making, memory is crucial for recognizing experiences and adapting to daily life. Given its importance, architectural designs that manipulate the functioning of the human brain are required to retain memory within a certain setting. To address this issue, this thesis develops a design for public spaces in an urban kampung by exploring the relationships between space, familiar events, and movement.This design thesis adopts a neuroarchitecture approach, employing familiarity as the basis for collectively activating the local community's memory retrieval through "familiar events" as design stimuli. This process is accomplished by investigating movement, patterns, boundaries, and atmosphere in kampung public places. Due to its historical narrative corresponding to the concept of "familiar events," Kampung Tambak Bayan in Surabaya was chosen as the design site. Through a concept-based framework, theoretical and contextual explorations resulted in the formulation of criteria that were mapped into a concept of spatial experience. By exploring architectural elements such as enclosure, circulation, and contrast during the “propose moment” phase, the design was developed through a narrative approach to shape the users’ spatial experiences, leading to the creation of a schematic design. Rooted in the notion that "architecture acts as a familiar event," this thesis proposes a community center in Kampung Tambak Bayan based on spatial experience. This concept integrates architectural and human multisensory elements into three key elements: responsive enclosure (negotiation of formal shape through a responsive spatial envelope), evocative point (elements triggering memories and activities), and receptive circulation (circulation open to user interpretation). Integrating these elements enables patterns of user behavior to emerge through the reading and interpretation of a spatial arrangement.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | familiaritas, fragmen, kampung kota, memori, pengalaman spasial, familiarity, fragments, memory, spatial experience, urban kampung |
| Subjects: | H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform N Fine Arts > NA Architecture > NA2750 Architectural design. |
| Divisions: | Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Architecture > 23101-(S2) Master Thesis |
| Depositing User: | Izzah Desta Bastian Ramadhani |
| Date Deposited: | 04 Aug 2026 01:12 |
| Last Modified: | 04 Aug 2026 01:12 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/142432 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
