Interaksi Manusia dengan Kota dalam Kerangka Urban Ecology sebagai Dasar Perancangan Batik Creative Center di Kota Surakarta

Agustina, Salsa Zahrani (2026) Interaksi Manusia dengan Kota dalam Kerangka Urban Ecology sebagai Dasar Perancangan Batik Creative Center di Kota Surakarta. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 5013221112-Undergraduate_Thesis.pdf] Text
5013221112-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (6MB) | Request a copy

Abstract

Saat ini kota tidak lagi dipahami sekadar sebagai tatanan fisik bangunan dan infrastruktur,
melainkan sebagai sebuah ekosistem yang dijalankan oleh interaksi antara aktivitas manusia dan lingkungan alam (Douglas et al., 2020). Di Kota Surakarta, urbanisasi dan pesatnya kegiatan pariwisata sering kali berbenturan dengan isu degradasi lingkungan, polusi limbah industri kriya, serta ancaman berkurangnya identitas budaya lokal. Kampung Batik Laweyan sebagai kawasan cagar budaya dan pusat pembuatan batik tradisional menghadapi tantangan sedikitnya ruang publik, keterbatasan fasilitas penunjang wisata, serta permasalahan limbah. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah pendekatan Urban Ecology untuk menjadikan dimensi sosial, ekonomi, budaya, dan ekologi ke dalam sebuah wadah arsitektural yang berkelanjutan. Perancangan ini bertujuan untuk merumuskan konsep dan strategi desain Batik Creative Center di Surakarta yang mampu memperkuat ekosistem perkotaan, memfasilitasi interaksi sosial budaya, serta mengintegrasikan tradisi batik dengan inovasi kreatif. Metodologi perancangan yang digunakan adalah Force-Based Framework (Plowright, 2014), yang secara sistematis mengidentifikasi dan mengolah berbagai dorongan kontekstual, budaya, serta kebutuhan fungsional kawasan ke dalam keputusan bentuk dan ruang arsitektur. Hasil perancangan menghasilkan sebuah objek yang memadukan fungsi edukasi, pameran, pembuatan batik, dan ruang publik terbuka. Bangunan ini dirancang sebagai Ecological-Social Node dengan mengaplikasikan strategi desain pasif (ventilasi silang dan pembayangan matahari), penyediaan zona penyangga akustik, menambah vegetasi lanskap, serta penerapan sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) terintegrasi untuk mengolah limbah cair batik. Perancangan ini memberikan kontribusi akademis berupa penerjemahan teori Urban Ecology ke dalam skema desain arsitektur, serta kontribusi praktis sebagai acuan pengembangan fasilitas kreatif berbasis pelestarian warisan budaya lokal di Kota Surakarta.
=========================================================================================================================================
Today, cities are no longer understood merely as physical arrangements of buildings and infrastructure, but as ecosystems driven by the interaction between human activities and the natural environment (Douglas et al., 2020). In Surakarta City, rapid urbanization and tourism often clash with environmental degradation, craft industry waste pollution, and the threat of diminishing local cultural identity, with Kampung Batik Laweyan as a cultural heritage area and traditional batik production hub facing challenges such as a scarcity of public space, limited tourism support facilities, and waste management issues. Therefore, an Urban Ecology approach is required to integrate social, economic, cultural, and ecological dimensions into a sustainable architectural container. This design aims to formulate the concepts and design strategies for the Batik Creative Center in Surakarta, capable of strengthening the urban ecosystem, facilitating socio-cultural interactions, and integrating batik tradition with creative innovation. The design methodology employed is the Force-Based Framework (Plowright, 2014), which systematically identifies and translates contextual, cultural, and functional drivers into architectural form and spatial decisions. The design outcome yields a facility that combines educational, exhibition, batik production, and open public space functions. Designed as an Ecological-Social Node, the building applies passive design strategies (cross ventilation and solar shading), incorporates acoustic buffer zones, enhances landscape vegetation, and applies an integrated Wastewater Treatment Plant (WWTP) to process batik liquid waste. Ultimately, this project offers an academic contribution by translating Urban Ecology theory into architectural design schemes, as well as a practical contribution as a reference for developing creative facilities grounded in local cultural heritage preservation in Surakarta City.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Urbanisasi, Ekosistem Kota, Kesadaran Ekologis, Pembangunan Berkelanjutan, Urban Ecology, Urbanization, Urban Ecosystem, Ecological Awareness, Sustainable Development, Urban Ecology
Subjects: N Fine Arts > NA Architecture > NA9053 City planning
Divisions: Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Architecture > 23201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Salsa Zahrani Agustina
Date Deposited: 04 Aug 2026 02:18
Last Modified: 04 Aug 2026 02:18
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/142670

Actions (login required)

View Item View Item