Arahan Pengembangan Layanan Dasar Permukiman Kawasan Transmigrasi Tanjung Banun Berdasarkan Importance-Performance Analysis (IPA) Dan SWOT

RAMADHANI, RATNA ASIH (2026) Arahan Pengembangan Layanan Dasar Permukiman Kawasan Transmigrasi Tanjung Banun Berdasarkan Importance-Performance Analysis (IPA) Dan SWOT. Other thesis, INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER.

[thumbnail of 5015221120-Undergraduate_Thesis.pdf] Text
5015221120-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (8MB) | Request a copy

Abstract

Pengembangan Kawasan Transmigrasi Tanjung Banun di Kelurahan Sembulang, Kecamatan Galang, Kota Batam menjadi salah satu lokasi relokasi warga terdampak Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco City. Kawasan ini diarahkan menjadi kawasan transmigrasi modern dengan kualitas layanan dasar yang memadai. Namun belum terdapat penilaian terpadu terhadap kinerja layanan dasar permukiman di kawasan tersebut. Penelitian ini bertujuan menilai kinerja teknis layanan dasar berdasarkan Standar Pelayanan Minimal (SPM), menganalisis prioritas perbaikan berdasarkan persepsi pengguna melalui Importance-Performance Analysis (IPA), serta merumuskan arahan pengembangan kawasan melalui analisis SWOT. Pendekatan penelitian adalah mixed methods dengan kombinasi metode kuantitatif deskriptif dan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, kuesioner kepada 76 rumah tangga, dan wawancara mendalam dengan enam narasumber kunci. Hasil penelitian menunjukkan kinerja teknis layanan dasar bersifat parsial: hunian dan jalan lingkungan berada dalam kategori Baik (skor 4,00); air minum dalam kategori Sedang (skor 3,00); sanitasi dan drainase dalam kategori Buruk (2,50 dan 2,33); sedangkan persampahan dalam kategori Sangat Buruk (1,00). Analisis IPA dengan grand mean kepentingan 4,651 dan kinerja 2,737 menempatkan air minum dan persampahan pada Kuadran I sebagai prioritas utama perbaikan. Temuan penting dari analisis IPA adalah konvergensi antara penilaian teknis dan persepsi pengguna pada komponen air minum setelah rubrik penilaian diperluas dengan dimensi kontinuitas distribusi dan keandalan pasokan musim kemarau, yang mengindikasikan kekhawatiran masyarakat terhadap keandalan dan keberlanjutan layanan jangka panjang. Analisis SWOT menghasilkan tujuh arahan prioritas pengembangan kawasan, dengan penekanan pada percepatan sistem persampahan terpadu, peningkatan keandalan layanan air minum, dan penguatan tata kelola kelembagaan jangka panjang. Penelitian ini berkontribusi pada penyusunan kerangka arahan pengembangan kawasan transmigrasi modern yang mengintegrasikan SPM, IPA, dan SWOT secara berurutan.
========================================================================================================================================
The development of Tanjung Banun Transmigration Area in Sembulang Village, Galang District, Batam City has become one of the relocation sites for residents affected by the Rempang Eco City National Strategic Project (PSN). This area is directed to become a modern transmigration zone with adequate basic service quality. However, no integrated assessment has been conducted on the performance of basic settlement services in the area. This study aims to assess the technical performance of basic services based on Minimum Service Standards (SPM), analyze improvement priorities based on user perception through Importance-Performance Analysis (IPA), and formulate development directions for the area through SWOT analysis. The research approach uses mixed methods combining descriptive quantitative and qualitative methods. Data collection was conducted through field observation, questionnaires to 76 households, and in-depth interviews with six key informants. The results show that the technical performance of basic services is partial: housing and neighborhood roads fall into the Good category (score 4.00); drinking water in the Moderate category (score 3.00); sanitation and drainage in the Poor category (2.50 and 2.33); while solid waste management in the Very Poor category (1.00). IPA analysis with an importance grand mean of 4.651 and performance grand mean of 2.737 places drinking water and solid waste in Quadrant I as the main improvement priorities. An important finding from the IPA analysis is the convergence between technical assessment and user perception on the drinking water component after the assessment rubric was expanded with the dimensions of daily distribution continuity and dry-season supply reliability, indicating community concerns about service reliability and long-term sustainability. SWOT analysis produces seven priority development directions for the area, emphasizing accelerated integrated waste management systems, improved drinking water service reliability, and strengthening of long-term institutional governance. This research contributes to the formulation of a development direction framework for modern transmigration areas that sequentially integrates SPM, IPA, and SWOT.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Arahan pengembangan,kawasan transmigrasi, layanan dasar permukiman, Rempang Eco City, SWOT, Tanjung Banun, basic settlement services, development directions, Importance-Performance Analysis, transmigration area.
Subjects: H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races > HT390+ Coastal zone management
Divisions: Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Regional & Urban Planning > 35201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Ratna Asih Ramadhani
Date Deposited: 04 Aug 2026 01:17
Last Modified: 04 Aug 2026 01:17
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/142781

Actions (login required)

View Item View Item