Analisis Ketidaksesuaian Penggunaan Lahan di Desa Beraban dalam Pengembangan Kawasan Wisata Tanah Lot

Paramitha, Gusti Ayu Putu Jessica Pradnya (2026) Analisis Ketidaksesuaian Penggunaan Lahan di Desa Beraban dalam Pengembangan Kawasan Wisata Tanah Lot. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 5015221116-Undergraduate_Thesis.pdf] Text
5015221116-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (5MB) | Request a copy

Abstract

Kawasan Wisata Tanah Lot di Desa Beraban merupakan salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Kabupaten Tabanan yang memiliki nilai religius, budaya, dan ekonomi yang tinggi. Perkembangan aktivitas pariwisata yang terus meningkat mendorong perubahan penggunaan lahan yang berpotensi menimbulkan ketidaksesuaian dengan arahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Kondisi tersebut dapat mengurangi efektivitas pengendalian pemanfaatan ruang, memicu alih fungsi lahan pertanian, serta mengancam keberlanjutan fungsi kawasan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketidaksesuaian antara rencana tata ruang
dan penggunaan lahan eksisting di Kawasan Wisata Tanah Lot serta mengidentifikasi faktor - faktor yang memengaruhi kesesuaian penggunaan lahan di Kawasan Wisata Tanah Lot.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan analisis overlay berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) digunakan untuk mengidentifikasi tingkat ketidaksesuaian penggunaan lahan terhadap RTRW Kabupaten Tabanan Tahun 2023–2043, sedangkan Fuzzy Delphi Method (FDM) digunakan untuk memperoleh konsensus para ahli mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kesesuaian penggunaan lahan. Sampel ahli ditentukan melalui teknik purposive sampling berdasarkan hasil analisis stakeholder. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara umum penggunaan lahan di Desa Beraban masih sesuai dengan arahan RTRW dengan luas wilayah sebesar 776,7032 ha. Kawasan Pariwisata mendominasi pola ruang seluas 363,2505 ha (46,8%), sedangkan Kawasan Tanaman Pangan seluas 202,1016 ha (26,0%). Meskipun demikian, masih ditemukan indikasi ketidaksesuaian penggunaan lahan yang terkonsentrasi pada Kawasan Tanaman Pangan (KP2B). Kondisi tersebut mengindikasikan adanya tekanan alih fungsi lahan akibat perkembangan aktivitas pariwisata. Hasil analisis Fuzzy Delphi Method menunjukkan bahwa seluruh 14 subvariabel memenuhi kriteria konsensus dengan nilai threshold 0,00–0,16, expert consensus sebesar 91,07%, dan nilai defuzzifikasi di atas 0,5, sehingga seluruh subvariabel dinyatakan relevan sebagai faktor yang memengaruhi kesesuaian penggunaan lahan. Faktor yang memiliki tingkat kepentingan tertinggi adalah pengawasan dan penegakan, diikuti oleh kesesuaian pemanfaatan ruang, implementasi dokumen rencana, arahan struktur dan pola ruang, serta perubahan penggunaan lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidaksesuaian pemanfaatan ruang di Kawasan Wisata Tanah Lot dipengaruhi oleh dinamika perkembangan pariwisata, implementasi kebijakan tata ruang, pengawasan dan penegakan regulasi, konflik kepentingan antar pemangku kepentingan, serta aspek sosial budaya, sehingga diperlukan penguatan pengendalian pemanfaatan ruang untuk menjaga keberlanjutan kawasan wisata dan fungsi Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B).
====================================================================================================================================
Tanah Lot Tourism Area in Beraban Village is one of the leading cultural tourism destinations in Tabanan Regency, possessing high religious, cultural, and economic values. The ever-increasing development of tourism activities has driven changes in spatial utilization that have the potential to cause inconsistencies with the Regional Spatial Plan (RTRW). This condition can reduce the effectiveness of spatial utilization control, trigger the conversion of agricultural land, and threaten the sustainability of the area's function. Therefore, this study aims to analyze the inconsistencies between the spatial plan and existing spatial utilization in the Tanah Lot Tourism Area and identify the factors influencing these inconsistencies. This study uses a quantitative research type with a Geographic Information System (GIS)-based overlay analysis used to identify the level of conformity of spatial utilization with the Tabanan Regency RTRW for 2023–2043, while the Fuzzy Delphi Method (FDM) is used to obtain expert consensus on the factors influencing the inconsistencies in spatial utilization. The expert sample was determined through a purposive sampling technique based on the results of stakeholder analysis. The analysis results show that in general, spatial utilization in Beraban Village is still in accordance with the RTRW directions with an area of 776.7032 ha. Tourism Areas dominate the spatial pattern covering an area of 363.2505 ha (46.8%), while Food Crop Areas cover an area of 202.1016 ha (26.0%). However, indications of spatial mismatches are still found, concentrated in Food Crop Areas (KP2B). This condition indicates the pressure of land conversion due to the development of tourism activities. The results of the Fuzzy Delphi Method analysis show that all 14 subvariables meet the consensus criteria with a threshold value of 0.00–0.16, expert consensus of 91.07%, and a defuzzification value above 0.5, so that all subvariables are declared relevant as factors influencing spatial mismatches. The factors with the highest level of importance are supervision and enforcement, followed by suitability of spatial use, implementation of planning documents, structural directions and spatial patterns, and changes in land use. The results of the study indicate that the inconsistency of spatial utilization in the Tanah Lot Tourism Area is influenced by the dynamics of tourism development, implementation of spatial planning policies, supervision and enforcement of regulations, conflicts of interest between stakeholders, and socio-cultural aspects, so that it is necessary to strengthen control of spatial utilization to maintain the sustainability of the tourism area and the function of the Sustainable Food Agriculture Area (KP2B).

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Penggunaan Lahan, Ketidaksesuaian Tata Ruang, Tanah Lot, Fuzzy Delphi Method, Analisis Overlay, Land Use, Spatial Planning Mismatch, Tanah Lot, Fuzzy Delphi Method, Overlay Analysis.
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General) > G155.A55 Tourism and city planning
Divisions: Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Regional & Urban Planning > 35201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Gusti Ayu Putu Jessica Pradnya Paramitha
Date Deposited: 04 Aug 2026 04:24
Last Modified: 04 Aug 2026 04:24
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/143021

Actions (login required)

View Item View Item