Ramadhani, Dhiya Aliyah (2026) Redesain Saung Angklung Udjo dengan Pendekatan Critical Regionalism. Diploma thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
|
Text
5013221134-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only Download (6MB) | Request a copy |
Abstract
Perkembangan arsitektur kontemporer yang makin seragam akibat globalisasi sering membuat identitas lokal memudar, termasuk pada ruang-ruang seni yang mulai kehilangan keterhubungan dengan budaya dan lingkungannya. Penelitian dan perancangan ini berfokus pada redesain fasilitas terpadu seni tradisional di kawasan Saung Angklung Udjo, Bandung, dengan pendekatan Critical Regionalism sebagai upaya menjembatani modernitas dan tradisi melalui perhatian pada kondisi tempat (seperti topografi, iklim, cahaya, material, dan pengalaman ruang). Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan penguatan force-based framework dari Plowright, yang membaca faktor sosial, budaya, ekologis, dan material sebagai “forces” yang aktif membentuk keputusan desain dan kualitas ruang. Hasil yang dituju adalah konsep fasilitas seni yang mengintegrasikan fungsi pertunjukan, edukasi, dan interaksi budaya, sambil menegaskan identitas lokal melalui interpretasi ruang dan materialitas, termasuk pengembangan struktur bambu dengan opsi teknologi bambu glulam.
==================================================================================================================================
The increasing homogeneity of contemporary architecture driven by globalization often has contributed to the gradual loss of local identity, including in art spaces that are beginning to lose their connection to local culture. This research and design project focuses on redesigning an integrated traditional arts facility in the Saung Angklung Udjo area, Bandung, using a Critical Regionalism approach to bridge modernity and tradition by paying attention to site conditions (such as topography, climate, light, materials, and spatial experience). The method used is qualitative-descriptive, strengthened by Plowright’s force-based framework, which interprets social, cultural, ecological, and material factors as “forces” that actively shape design decisions and spatial quality. The intended outcome is a concept for an arts facility that integrates performance, education, and cultural interaction functions, while reinforcing local identity through spatial interpretation and materiality, including the development of bamboo structures with the option of glulam bamboo technology
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Critical Regionalism, Identitas Lokal, Fasilitas Seni Tradisional, Critical Regionalism, Local Identity, Traditional Art Facility |
| Subjects: | N Fine Arts > NA Architecture > NA2750 Architectural design. |
| Divisions: | Faculty of Architecture, Design, and Planning > Architecture |
| Depositing User: | Dhiya Aliyah Ramadhani |
| Date Deposited: | 04 Aug 2026 04:51 |
| Last Modified: | 04 Aug 2026 04:51 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/143057 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
