Penentuan Zonasi SMA Negeri Untuk Peningkatan Pemerataan Pendidikan Di Kota Surabaya Menggunakan Pendekatan Spasial

Safiera, Tarisa Adelya (2026) Penentuan Zonasi SMA Negeri Untuk Peningkatan Pemerataan Pendidikan Di Kota Surabaya Menggunakan Pendekatan Spasial. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 5015221026-Undergraduate_Thesis.pdf] Text
5015221026-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (45MB) | Request a copy

Abstract

Kebijakan sistem zonasi pendidikan di Kota Surabaya masih menghadapi tantangan berupa ketimpangan distribusi SMA Negeri, keterbatasan daya tampung, serta penumpukan sekolah di wilayah pusat kota yang tidak selaras dengan sebaran penduduk usia sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan zonasi SMA Negeri yang lebih merata dan efektif menggunakan pendekatan spasial. Penelitian mengintegrasikan empat metode utama: binary dasymetric mapping berbasis building footprint untuk memetakan sebaran riil penduduk usia 10–14 tahun secara presisi, pembobotan multi-kriteria untuk mengukur daya tarik sekolah berdasarkan akreditasi dan fasilitas, network centrality (degree, closeness, dan betweenness centrality) untuk menilai aksesibilitas jaringan jalan, serta model Huff untuk mensimulasikan probabilitas pilihan sekolah siswa. Hasil integrasi variabel tersebut melalui spatial clustering mengelompokkan wilayah Surabaya ke dalam tiga hierarki tipologi (Zona Primer, Sekunder, dan Tersier) yang kemudian direstrukturisasi menjadi 5 Zona/Rayon Utama (Barat, Timur, Utara, Pusat, dan Selatan). Melalui prinsip Redistricting by Merger, dilakukan penataan kembali wilayah pelayanan dengan memindahkan Kecamatan Sukomanunggal ke Zona Barat, Kecamatan Tegalsari ke Zona Selatan, dan Kecamatan Simokerto ke Zona Utara. Skema zonasi fungsional baru ini berhasil menciptakan subsidi silang kapasitas pelayanan pendidikan antarwilayah tanpa mengubah batas legal administratif kecamatan, sehingga dapat mendukung peningkatan pemerataan akses pendidikan tingkat SMA di Kota Surabaya.
=================================================================================================================================
Educational zoning policy implementation in Surabaya still faces critical challenges, including the uneven distribution of public high schools, limited school capacities, and the concentration of schools in central urban areas that fail to reflect the spatial distribution of the school-age population. This study aims to establish a more equitable and effective public high school zoning system using an integrated spatial approach. The methodology combines four primary spatial techniques: binary dasymetric mapping based on building footprints to precisely disaggregate the 10–14 age population, multi-criteria weighted scoring to measure school attractiveness based on accreditation and facilities, road network centrality (degree, closeness, and betweenness centrality) to evaluate spatial accessibility, and the Huff model to simulate student school selection probabilities. Spatial clustering of the integrated multivariate score classified the city into three service hierarchies (Primary, Secondary, and Tertiary Zones), which were restructured into 5 Main Regional Zones (West, East, North, Central, and South). Applying the principle of Redistricting by Merger, service area adjustments were achieved by reallocating Sukomanunggal District to the West Zone, Tegalsari District to the South Zone, and Simokerto District to the North Zone. This new functional zoning model successfully creates cross-subsidized educational service capacities across regions without altering administrative boundaries, thereby fostering greater spatial equity in public high school education in Surabaya.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Kebijakan sistem zonasi pendidikan di Kota Surabaya masih menghadapi tantangan berupa ketimpangan distribusi SMA Negeri, keterbatasan daya tampung, serta penumpukan sekolah di wilayah pusat kota yang tidak selaras dengan sebaran penduduk usia sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan zonasi SMA Negeri yang lebih merata dan efektif menggunakan pendekatan spasial. Penelitian mengintegrasikan empat metode utama: binary dasymetric mapping berbasis building footprint untuk memetakan sebaran riil penduduk usia 10–14 tahun secara presisi, pembobotan multi-kriteria untuk mengukur daya tarik sekolah berdasarkan akreditasi dan fasilitas, network centrality (degree, closeness, dan betweenness centrality) untuk menilai aksesibilitas jaringan jalan, serta model Huff untuk mensimulasikan probabilitas pilihan sekolah siswa. Hasil integrasi variabel tersebut melalui spatial clustering mengelompokkan wilayah Surabaya ke dalam tiga hierarki tipologi (Zona Primer, Sekunder, dan Tersier) yang kemudian direstrukturisasi menjadi 5 Zona/Rayon Utama (Barat, Timur, Utara, Pusat, dan Selatan). Melalui prinsip Redistricting by Merger, dilakukan penataan kembali wilayah pelayanan dengan memindahkan Kecamatan Sukomanunggal ke Zona Barat, Kecamatan Tegalsari ke Zona Selatan, dan Kecamatan Simokerto ke Zona Utara. Skema zonasi fungsional baru ini berhasil menciptakan subsidi silang kapasitas pelayanan pendidikan antarwilayah tanpa mengubah batas legal administratif kecamatan, sehingga dapat mendukung peningkatan pemerataan akses pendidikan tingkat SMA di Kota Surabaya.
Subjects: H Social Sciences > HA Statistics > HA30.6 Spatial analysis
Divisions: Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Regional & Urban Planning > 35201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Tarisa Adelya Safiera
Date Deposited: 05 Aug 2026 01:29
Last Modified: 05 Aug 2026 01:29
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/143573

Actions (login required)

View Item View Item