Desain Konseptual dan Pola Operasi Armada Kapal Patroli Listrik Untuk Pengawasan Perairan Indonesia

Wijanarko, Fathanashil Ikhwan (2026) Desain Konseptual dan Pola Operasi Armada Kapal Patroli Listrik Untuk Pengawasan Perairan Indonesia. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 5021211039_Undergraduate_Thesis.pdf] Text
5021211039_Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (8MB) | Request a copy

Abstract

Indonesia memiliki wilayah perairan yang luas dan potensi perikanan yang besar, sehingga memerlukan pengawasan efektif untuk mencegah Illegal, Unreported, and Unregulated Fishing (IUUF). WPPNRI 571 yang mencakup Selat Malaka dan Laut Andaman merupakan wilayah strategis dengan aktivitas perikanan dan pelayaran yang tinggi. Pengawasannya masih menggunakan kapal patroli diesel yang mengonsumsi bahan bakar fosil dan menghasilkan emisi karbon langsung. Tugas akhir ini bertujuan menganalisis pola operasi kapal patroli eksisting, merancang kapal patroli listrik, dan menyusun skenario transisi armada konvensional menuju armada listrik. Metode penelitian meliputi analisis pola operasi intercept dan patroli, penentuan jarak dan waktu operasi, optimasi ukuran utama dengan pendekatan Nonlinear Programming, pemodelan lambung menggunakan Maxsurf, perhitungan hambatan dan propulsi, analisis berat dan stabilitas, penentuan kebutuhan energi dan baterai, serta komparasi biaya, cakupan pengawasan, dan emisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lima kapal yang dianalisis memiliki jarak patroli 311,6–586,4 mil laut dan waktu operasi 12,46–34,49 jam. Optimasi menghasilkan tiga kelompok desain karena KPP EV 01, KPP EV 03, dan KPP EV 08 merupakan sister ship. KPP EV 03 dipilih sebagai desain utama dengan LOA 29,9 m, LPP 25,7 m, lebar 5,42 m, tinggi 3,01 m, sarat 1,06 m, displacement 61,44 ton, dan kecepatan 17 knot. Kapal menggunakan dua motor listrik berdaya total 450 kW dengan kebutuhan energi 15.613 kWh. Kapal listrik memiliki voyage cost lebih rendah dan tidak menghasilkan emisi langsung berdasarkan pendekatan Tank-to-Wake, tetapi membutuhkan biaya investasi dan biaya tahunan lebih tinggi. Skenario transisi 20% direkomendasikan karena tetap memenuhi cakupan pengawasan sebesar 113% dan mengurangi emisi langsung sebesar 17,68%.
======================================================================================================================================
Indonesia has vast waters and substantial fisheries resources, requiring effective surveillance to prevent Illegal, Unreported, and Unregulated Fishing (IUUF). WPPNRI 571, covering the Malacca Strait and the Andaman Sea, is a strategic area with high fishing and shipping activity. Surveillance in this area still relies on diesel-powered patrol vessels that consume fossil fuels and produce direct carbon emissions. This final project aims to analyze the existing patrol vessel operation patterns, develop a conceptual design for an electric patrol vessel, and formulate a transition scenario from conventional to electric vessels. The methods include analysis of intercept and patrol operation patterns, determination of sailing distance and operating time, principal dimension optimization using Nonlinear Programming, hull modeling with Maxsurf, resistance and propulsion calculations, weight and stability analyses, battery energy estimation, and comparisons of cost, surveillance coverage, and emissions. The results show that the five analyzed vessels have patrol distances of 311.6–586.4 nautical miles and operating times of 12.46–34.49 hours. The optimization produced three design groups because KPP EV 01, KPP EV 03, and KPP EV 08 are sister ships. KPP EV 03 was selected as the main design, with an LOA of 29.9 m, LPP of 25.7 m, breadth of 5.42 m, depth of 3.01 m, draft of 1.06 m, displacement of 61.44 tons, and service speed of 17 knots. The vessel uses two electric motors with a total power of 450 kW and an energy requirement of 15,613 kWh. The electric vessel has a lower voyage cost and produces no direct emissions based on the Tank-to-Wake approach, although it requires higher investment and annual costs. A 20% transition scenario is recommended because it maintains 113% surveillance coverage while reducing direct emissions by 17.68%.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: kapal patroli listrik, WPPNRI 571, IUUF, pola operasi, desain konseptual, emisi karbon, skenario transisi, Electric Patrol Vessel, WPPNRI 571, IUUF, Operation Pattern, Conceptual Design, Carbon Emissions, Transition Scenario.
Subjects: V Naval Science > VM Naval architecture. Shipbuilding. Marine engineering > VM773 Ship propulsion, Electric
Divisions: Faculty of Marine Technology (MARTECH) > Sea Transportation Engineering > 21207-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Fathanashil Ikhwan Wijanarko
Date Deposited: 04 Aug 2026 10:08
Last Modified: 04 Aug 2026 10:08
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/143659

Actions (login required)

View Item View Item