Wibawe, I Dewa Made Satrie (2026) Estimasi Potensi Pendapatan Bank dari Digitalisasi Proses Bisnis Pengadaan AMDK di Pemerintah Kabupaten Badung dengan Pendekatan Customer Profitability Report. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
|
Text
6032221191-Master_Thesis.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Digitalisasi proses bisnis pengadaan pemerintah tidak hanya berpotensi meningkatkan efisiensi administrasi, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi bagi perbankan melalui optimalisasi layanan transaction banking. Namun, potensi pendapatan bank dari digitalisasi proses pengadaan pemerintah, khususnya pada komoditas rutin seperti Air Minum Dalam Kemasan (AMDK), masih belum banyak dikaji secara kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk (1) memetakan proses bisnis pengadaan AMDK pada Pemerintah Kabupaten Badung pada kondisi as-is dan to-be, (2) menganalisis peningkatan efisiensi proses melalui implementasi BNI Direct, (3) mengestimasi potensi pendapatan bank menggunakan pendekatan Customer Profitability Report (CPR), dan (4) menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kesiapan dan keberterimaan implementasi sistem digital. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif berbasis simulasi dengan elemen deskriptif pendukung. Data yang digunakan berupa data sekunder yang dipadukan dengan asumsi model yang dinyatakan secara eksplisit. Analisis dilakukan melalui pemetaan proses bisnis, pengukuran efisiensi proses, pemodelan Customer Profitability Report menggunakan mekanisme Funds Transfer Pricing (FTP), analisis sensitivitas, analisis skalabilitas, dan analisis deskriptif terhadap regulasi dan kesiapan organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi melalui BNI Direct mampu meningkatkan efisiensi proses bisnis secara signifikan dengan rata-rata peningkatan efisiensi sebesar 74,4%. Pada skenario dasar dengan tingkat adopsi 60%, estimasi pendapatan bank mencapai Rp19,59 juta per tahun dengan laba kontribusi Rp9,25 juta per tahun. Analisis sensitivitas menghasilkan rentang pendapatan Rp13,06–26,12 juta per tahun, sedangkan analisis skalabilitas menunjukkan potensi laba kontribusi melebihi Rp1 miliar per tahun apabila diterapkan pada komoditas pengadaan pemerintah lainnya. Hambatan implementasi terutama berasal dari aspek kelembagaan, integrasi sistem, tata kelola, dan resistensi pengguna. Penelitian menyimpulkan bahwa digitalisasi proses bisnis pengadaan pemerintah mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus menghasilkan nilai ekonomi bagi perbankan melalui peningkatan CASA dan pendapatan berbasis fee transaksi. Model CPR yang dikembangkan dapat menjadi dasar pengambilan keputusan strategis dalam pengembangan layanan transaction banking pada sektor pemerintahan.
==============================================================================================================================================
The digitalization of government procurement processes has the potential not only to improve administrative efficiency but also to create economic value for banks through transaction banking services. However, the revenue potential generated from digitalized government procurement, particularly for bottled drinking water (AMDK), has received limited quantitative attention. This study aims to (1) map the existing (as-is) and proposed (to-be) procurement processes, (2) evaluate process efficiency improvements through BNI Direct, (3) estimate potential bank revenue using the Customer Profitability Report (CPR) approach, and (4) analyze factors affecting implementation readiness and adoption. The study employed a descriptive quantitative simulation approach using secondary data and explicit model assumptions. Business process mapping, efficiency analysis, CPR modeling based on Funds Transfer Pricing (FTP), sensitivity analysis, scalability analysis, and organizational readiness analysis were performed. The implementation of BNI Direct improved process efficiency by an average of 74.4%. Under the baseline scenario with a 60% adoption rate, estimated annual revenue reached IDR 19.59 million, with an annual contribution profit of IDR 9.25 million. Sensitivity analysis produced annual revenues ranging from IDR 13.06 million to IDR 26.12 million, while scalability analysis indicated contribution profit could exceed IDR 1 billion annually if expanded to other government procurement categories. The main implementation barriers were institutional, governance, system integration, and user adoption issues rather than technology. The study concludes that digitalizing government procurement improves operational efficiency while creating economic value for banks through increased CASA balances and transaction-based fee income. The proposed CPR model can support strategic decision-making for transaction banking services in the government sector.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Customer Profitability Report; Funds Transfer Pricing; digitalisasi proses bisnis; pengadaan pemerintah Customer Profitability Report; Funds Transfer Pricing; business process digitalization; government procurement |
| Subjects: | T Technology > T Technology (General) |
| Divisions: | Interdisciplinary School of Management and Technology (SIMT) > 61101-Master of Technology Management (MMT) |
| Depositing User: | I Dewa Made Satrie Wibawe |
| Date Deposited: | 04 Aug 2026 01:34 |
| Last Modified: | 04 Aug 2026 01:34 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/143741 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
