Salsabilla, Rizky Olda Putri (2026) Kontribusi Konfigurasi Koridor terhadap Potensi Pendinginan Ventilasi dan Kontak Lantai serta Kenyamanan Termal Penghuni pada Unit Rusunawa. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
|
Text
6013221012-Master_Thesis.pdf Restricted to Repository staff only Download (6MB) | Request a copy |
Abstract
Rumah susun sewa (rusunawa) berventilasi alami di kawasan tropis lembap menghadapi tantangan kenyamanan termal akibat suhu dan kelembapan tinggi sepanjang tahun. Kondisi termal lingkungan yang ekstrem atau tidak nyaman tersebut berpotensi diteruskan langsung menuju unit hunian. Koridor merupakan elemen arsitektur yang dapat memoderasi penerusan kondisi termal, namun keberadaannya tidak menjamin kontribusi positif, bahkan bisa berpotensi sebaliknya. Penelitian ini bertujuan mengkaji kontribusi konfigurasi koridor terhadap potensi pendinginan ventilasi dan kontak lantai, serta kontribusi potensi pendinginan terhadap kenyamanan termal penghuni, pada tiga konfigurasi koridor rusunawa di Surabaya, single-loaded, double-loaded, dan twin-block.
Penelitian menggunakan paradigma post-positivism dengan metode pengukuran lapangan terhadap 14 unit hunian dan responden penghuni melalui empat sesi pengukuran harian selama tiga hari, menghasilkan 168 sesi data lingkungan termal (suhu udara, globe temperature, kelembapan relatif, kecepatan udara) pada zona outdoor, koridor dan indoor secara simultan. Potensi pendinginan konduksi (CND) dan konveksi (CNV) dihitung berdasarkan persamaan keseimbangan panas tubuh yang disesuaikan dengan konteks penelitian, sehingga diperoleh 69 sesi data untuk analisis PMV dan AMV. Analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif, uji korelasi Pearson dan Spearman sesuai distribusi data, serta pengelompokan berdasarkan elemen desain koridor dan unit.
Hasil penelitian menunjukan bahwa mekanisme pendinginan konveksi secara konsisten lebih unggul dibanding dengan konduksi pada ketiga konfigurasi koridor. Penelitian ini menghasilkan klarifikasi peran koridor sebagai buffer (twin-block), penerus (single-loaded), dan penghambat (double-loaded), serta empat konsep inovasi desain, selubung berlapis adaptif, bukaan silang unit, zonasi posisi dalam deret, dan furnitur pendukung kontak lantai, sebagai kontribusi bagi strategi pendinginan pasif huian susun tropis lembap.
===================================================================================================================================
Naturally ventilated public rental apartments (rusunawa) in hot-humid tropical regions face persistent thermal comfort challenges throughout the year. Extreme or uncomfortable outdoor thermal conditions may be transmitted directly into residential units. The corridor is an architectural element capable of moderating the transmission of outdoor thermal conditions into residential units; however, its presence does not necessarily guarantee a positive contribution and may even produce the opposite effect. This study examines the contribution of corridor configuration to the cooling potential of ventilation and floor contact, as well as its contribution to occupants' thermal comfort, across three corridor configurations of rusunawa buildings in Surabaya: single-loaded, double-loaded, and twin-block. This study adopts a post-positivist paradigm through field measurements involving 14 units and their occupant respondents across four daily sessions over three days, yielding 168 sessions of thermal environmental data (air temperature, globe temperature, relative humidity, and air velocity) across the outdoor, corridor, and indoor zones. Conductive (CND) and convective (CNV) cooling potential were calculated, yielding 69 valid sessions analyzed through descriptive statistics, Pearson or Spearman correlation, and PMV and AMV comparison. Results show that convective cooling consistently outperforms conductive cooling across all three configurations. This study produces a classification of corridor roles as buffer (twin-block), transmitter (single-loaded), and blocker (double-loaded), along with four design innovation concepts: adaptive layered envelope, mandatory unit cross-ventilation openings, row-position zoning, and floor-contact-supportive furniture arrangement, contributing to passive cooling strategies for hot-humid tropical multi-family housing.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kenyamanan termal adaptif, Kontak lantai, Koridor, Rusunawa tropis lembap, Ventilasi alami, Adaptive Thermal Comfort, Floor Contact Cooling, Hot-Humid Tropical Public Housing, Natural ventilation, Transitional corridors |
| Subjects: | N Fine Arts > NA Architecture > NA2542.36 Sustainable architecture |
| Divisions: | Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Architecture > 23101-(S2) Master Thesis |
| Depositing User: | Rizky Olda Putri Salsabilla |
| Date Deposited: | 05 Aug 2026 02:24 |
| Last Modified: | 05 Aug 2026 02:24 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/143870 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
