Analisa Penyederhanaan Tangga Daya Pelanggan Rumah Tangga 1 Phasa Untuk Meningkatkan Kwh Jual di PT PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Saumlaki

Pradana, Ditya (2026) Analisa Penyederhanaan Tangga Daya Pelanggan Rumah Tangga 1 Phasa Untuk Meningkatkan Kwh Jual di PT PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Saumlaki. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 6032211077-Master_Thesis.pdf] Text
6032211077-Master_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (6MB) | Request a copy

Abstract

PT PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Saumlaki merupakan salah satu unit layanan PLN yang terletak di Maluku dan Maluku Utara. Berdasarkan data dari Kementerian ESDM (2025), dua dari tiga kabupaten/kota di Maluku dengan rasio elektrifikasi terendah berada di wilayah kerja UP3 Saumlaki dengan dominasi tarif rumah tangga. Menurut penelitian yang dilakukan Andi, dkk (2021), harga menjadi variabel bauran pemasaran yang paling berpengaruh terhadap peningkatan penjualan tenaga Listrik PLN. Saat ini tarif rumah tangga 1 phase memiliki tangga daya yang banyak dengan perbedaan Rupiah/kWh yang sedikit. Berdasarkan data dari proses bisnis harian di UP3 Saumlaki, diidentifikasi bahwa hanya 57,1% pelanggan yang melakukan perubahan daya karena kebutuhan. Oleh karena itu, terdapat potensi karakteristik yang mirip dari tangga daya yang berdekatan untuk dikelompokkan melalui penyederhanaan tarif untuk meningkatkan kWh jual di PLN UP3 Saumlaki. Penelitian ini secara garis besar menggunakan pendekatan analisis cluster yang dibagi menjadi beberapa tahapan, yaitu tahap pengumpulan dan persiapan data, segmenting, targeting, positioning (STP), dan penyusunan strategi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga cluster segmen pelanggan rumah tangga 1 phase di Saumlaki dengan daya sebagai faktor yang paling berpengaruh secara signifikan. Segmen low customer dengan daya 450-900 VA, disusul mid customer (daya 1.300-2.200 VA), dan high customer (≥3.500 VA). Pada penelitian ini positioning sebagai partner pelanggan segmen “mid customer” untuk meningkatakan kualitas kehidupan melalui pengenalan electrifying lifestyle. Apabila dilaksanakan, project ini diestimasikan mendapatkan potensi penambahan penjualan sebesar 1.696.283 kWh per bulan dengan break even point (BEP) 8,27 bulan.
=====================================================================================================================================
PT PLN Customer Service Implementation Unit (UP3) Saumlaki is one of PLN’s service units operating in the provinces of Maluku and North Maluku. Based on data from the Ministry of Energy and Mineral Resources (2025), two of the three regencies/cities in Maluku with the lowest electrification ratios are located within the service area of UP3 Saumlaki, where residential customers constitute the dominant tariff category. According to a study conducted by Andi et al. (2021), price is the marketing mix variable that has the greatest influence on increasing PLN's electricity sales.Currently, the single-phase residential tariff category consists of numerous power-capacity tiers, with only minor differences in the electricity rate (IDR/kWh) between adjacent tiers. Based on daily business process data from UP3 Saumlaki, it was identified that only 57.1% of customers changed their subscribed power capacity due to actual electricity demand. Therefore, there is potential to identify similar customer characteristics among adjacent power-capacity tiers and group them through tariff simplification, with the objective of increasing electricity sales (kWh sold) at PLN UP3 Saumlaki. In general, this study is divided into several stages: data collection and preparation, segmentation, break-even point (BEP) analysis, targeting, and positioning. Result shown there are three segments formed: Low customer (450-900 VA), mid customer (1.300-2.200 VA), and high customer (≥3.500 VA). In this research, positioning defined as “mid customer segment’s partner to increase living standards through electrifying lifestyle”. This project potentially will increase 1.696.283 kWh monthly energy sales with break even point (BEP) of 8,27 months

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: analisis cluster, BEP, K-Means, metode elbow, peningkatan penjualan tenaga listrik, penyederhanaan tarif,BEP, cluster analysis, elbow method, electricity sales increase, K-Means, tariff Simplification
Subjects: Q Science > QA Mathematics > QA278 Cluster Analysis. Multivariate analysis. Correspondence analysis (Statistics)
Divisions: Interdisciplinary School of Management and Technology (SIMT) > 61101-Master of Technology Management (MMT)
Depositing User: Ditya Pradana
Date Deposited: 06 Aug 2026 02:46
Last Modified: 06 Aug 2026 02:46
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/144136

Actions (login required)

View Item View Item