Prihantoro, Eko Julianto (2009) Pemilihan Model Jaringan Depot Penyangga Kontainer Untuk Mengurangi. Resiko Kegagalan Pengapalan Ekspor Di PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia, Tbk. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
|
Text
9107201504-Master_thesis (1).pdf Restricted to Repository staff only Download (32MB) |
Abstract
Sistem transportasi intermoda telah menjadi salah satu komponen yang sangat penting dalam sistem supply chain dewasa ini. Kontainer sebagai sarana transportasi barang antarbenua secara signifikan mampu mempercepat transit time. Hal ini memungkinkan manufaktur menggunakan kontainer dalam skala besar untuk bersaing dalam menjangkau pasar yang luas, sekaligus mendorong manufaktur untuk meningkatkan kapasitas produksi dan pelayanan kepada pembeli. Permintaan kontainer dalam skala besar rentan terhadap kestabilan ketersediaan kontainer di lapangan dan kemampuan aliran distribusi untuk pengapalan kontainer ekspor, sehingga dapat berdampak pada ketepatan jadwal ekspor (on-time delivery). Ketepatan waktu saat ini menjadi aspek penting bagi pihak pembeli yang memiliki ekspektasi terhadap keunggulan layanan vendornya dan dengan sendirinya ketepatan waktu akan memberikan competitive advantage bagi manufaktur. Kegagalan pengapalan atau pengiriman yang tidak sesuai dengan jadwal yang diharapkan pembeli akan memberikan dampak kerugian yang besar bagi manufaktur di tengah persaingan global yang sangat ketat. Operasional kontainer sebagai bagian dari supply chain dalam sistem distribusi barang suatu manufaktur, terutama yang memiliki skala industri besar, dituntut memiliki kemampuan yang tinggi. Salah satunya adalah kemampuan untuk memastikan ketersediaan moda distribusi, yaitu kontainer, pada waktu yang telah ditentukan dan dalam jumlah yang tepat sesuai dengan permintaan. Oleh karena itu, penelitian ini merupakan salah satu upaya untuk membantu perusahaan mengoptimalkan distribusi barang sesuai dengan rencana ekspor yang telah disepakati melalui pendekatan beberapa model jaringan depot penyangga kontainer untuk menjamin ketersediaan dan distribusi kontainer yang akan digunakan dalam pengapalan barang ekspor. Dengan menggunakan perhitungan dalam spreadsheet yang diintegrasikan dengan perangkat lunak LINGO untuk mengoptimalkan model jaringan depot penyangga kontainer, diperoleh penurunan biaya distribusi untuk memenuhi permintaan kontainer dalam pengapalan ekspor tahun 2008, yaitu dari USD 7.136.612,55 menjadi USD 5.201.354,35 atau menghasilkan penghematan biaya logistik sebesar 27,12% per tahun.
==================================================================================================================================
The intermodal transportation system has become one of the most important components of the supply chain system. Containerization as a means of intercontinental cargo transportation significantly reduces transit time. This enables manufacturers to use containers on a large scale to compete in reaching wider markets while encouraging them to increase production capacity and improve services to buyers. Large-scale demand for containers is highly dependent on the stability of container availability and the distribution flow capacity for export container shipments, which may affect the accuracy of export schedules and on-time delivery. On-time delivery has become an important factor for buyers who expect superior service from their vendors, and timely delivery can provide manufacturers with a competitive advantage. Failure to ship or deliver goods according to the schedule expected by buyers can result in substantial losses for manufacturers amid intense global competition. Container operations as part of the supply chain in a manufacturer's goods distribution system, particularly in large-scale industries, require a high level of capability. One of the key capabilities is ensuring the availability of containers as the distribution mode at the specified time and in the appropriate quantity according to demand. Therefore, this research aims to assist manufacturers in optimizing goods distribution according to agreed export schedules by applying several container buffer depot network models to ensure the availability and distribution of containers used for export shipments. Using spreadsheet calculations integrated with LINGO software to optimize the container buffer depot network model, the distribution cost for fulfilling container demand for export shipments in 2008 was reduced from USD 7,136,612.55 to USD 5,201,354.35, resulting in annual logistics cost savings of 27.12%.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Additional Information: | RTMT 658.5 Pri p |
| Uncontrolled Keywords: | kontainer, depot penyangga, on-time delivery, container, buffer depot, on-time delivery |
| Subjects: | H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD38.5 Business logistics--Cost effectiveness. Supply chain management. ERP |
| Divisions: | Faculty of Business and Management Technology > Management Technology > 61101-(S2) Master Thesis |
| Depositing User: | magang . |
| Date Deposited: | 17 Sep 2026 03:31 |
| Last Modified: | 17 Sep 2026 03:31 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/144623 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
