Hartanto, Indra Dwi (2010) Analisa Kesenjangan Tata Kelola Teknologi Informasi Untuk Proses Pengelolaan Data Menggunakan COBIT (Studi Kasus Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia). Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
|
Text
9108205804-Master_thesis.pdf Restricted to Repository staff only Download (10MB) |
Abstract
Tata kelola teknologi informasi pada proses pengelolaan data adalah manajemen pengelolaan data yang merupakan aset penting bagi perusahaan ataupun organisasi. Tata kelola teknologi informasi pada proses pengelolaan data yang kurang baik akan menimbulkan beberapa permasalahan. Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) merupakan instansi pemerintah yang melaksanakan pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan Negara memerlukan suatu tata kelola teknologi informasi pada proses pengelolaan data dalam kegiatan operasionalnya. Agar tata kelola teknologi dapat meminimalisasi risiko tersebut, maka diperlukan suatu perbaikan tata kelola secara kontinu. Untuk itu diperlukan adanya analisa untuk mengetahui kesenjangan antara kondisi tata kelola saat ini dengan kondisi tata kelola yang diharapkan. Analisa kesenjangan dilakukan dengan cara pengumpulan data dan informasi melalui tinjauan kepustakaan, wawancara dan penyebaran kuesioner mengenai tata kelola teknologi informasi kepada pegawai BPK RI. Data yang diperoleh akan dianalisa untuk mendapatkan identifikasi kondisi tata kelola proses pengelolaan data saat ini dan kondisi yang diharapkan. Setelah itu dilakukan analisa kesenjangan kondisi tata kelola tersebut untuk dijadikan dasar strategi perbaikan tata kelola teknologi informasi. Hasil penelitian memperoleh hasil bahwa tata kelola teknologi informasi pada proses pengelolaan data di BPK RI saat ini secara umum telah cukup baik. Hal ini ditunjukan dengan atribut tingkat kematangan tata kelola teknologi informasi yang sebagian besar berada pada tingkat kematangan level 2 (repeatable but intuitive) dan level 3 (defined process). Berdasarkan analisa kesenjangan (gap) yang dilakukan, terdapat kesenjangan antara kondisi tata kelola teknologi informasi saat ini dengan kondisi yang diharapkan oleh BPK RI. Untuk menghilangkan kesenjangan tersebut dan mencapai kondisi tata kelola teknologi informasi yang diharapkan, maka dilakukan perbaikan tata kelola teknologi informasi secara bertahap. Perbaikan difokuskan pada atribut yang mempunyai tingkat kematangan terendah. Setelah tercapai keseimbangan tingkat kematangan atribut, perbaikan dilakukan untuk mencapai tingkat kematangan berikutnya.
==================================================================================================================================
Information technology governance in managing data is the management of data as an important asset for company or organization. Information technology governance is not good in the process of managing data will cause some problems. Audit Board of Republic Indonesia (BPK RI) is a government agency conducting an audit on the management and financial responsibility of the State requires information technology governance in the process of data management in its operational activities. Information technology governance requires continues improvement to minimize these risks. This requires the existence of a gap analysis to determine the current conditions of information technology and the expected conditions of information technology governance. Gap analysis is done by collecting data and information through literature reviews, interviews and questionnaires regarding the information technology governance to BPK RI's employees. The data obtained will be analyzed to identify the information technology governance in the process of managing data current conditions and expected conditions. After that, information technology governance gap analysis was conducted for basis of information technology governance improvement strategy. Based on research, it obtained result that information technology governance in the process of managing data in BPK RI has generally been quite good. This is shown with the attribute level of maturity of information technology governance are mostly located at the level 2 (repeatable but intuitive) and level 3 (defined process). Based on the gap analysis conducted, there is a gap between the current conditions of information technology governance with the expected conditions by BPK RI. To eliminate the gap, improvements of information technology governance will be done in stages. Improvements focused on the attributes that have the lowest maturity level. After all attributes have the same maturity level, further improvements made to reach the next maturity level until the expected level is reached.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Additional Information: | RTMT 004 Har a |
| Uncontrolled Keywords: | COBIT, tata kelola teknologi informasi, analisa kesenjangan, pengelolaan data, tingkat kematangan, BPK RI, COBIT, information technology governance, gap analysis, process of managing data, maturity level, BPK RI |
| Subjects: | T Technology > T Technology (General) > T58.5 Information technology. IT--Auditing |
| Divisions: | Faculty of Business and Management Technology > Management Technology > 61101-(S2) Master Thesis |
| Depositing User: | magang . |
| Date Deposited: | 17 Sep 2026 07:02 |
| Last Modified: | 17 Sep 2026 07:02 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/144649 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
