Rachmawati, Turniningtyas Ayu (2002) Dampak Perkembangan Kota Surabaya Terhadap Preferensi Bermukim Di Daerah Perbatasan. Studi Kasus : Permukiman Di Sekitar Pondok Tjandra Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh November.
|
Text
3200201004-Master_thesis.pdf Restricted to Repository staff only Download (65MB) |
Abstract
Globalisasi sistem ekonomi yang berlangsung dewasa ini telah mengakibatkan kota berkembang secara luas, baik secara fisik maupun nonfisik. Perkembangan secara fisik telah menyebabkan kota berkembang hingga di luar batas administratif. Hal ini menyebabkan batas kota menjadi semakin sulit ditentukan apabila masih menganut definisi kota berdasarkan pertimbangan politis dan konvensional. Perkembangan kota secara cepat cenderung diikuti oleh tingginya intensitas penggunaan tanah di pusat kota yang mengakibatkan naiknya harga tanah, sementara jumlah penduduk kota terus bertambah dan memerlukan tempat hunian yang pada gilirannya memaksa penduduk memilih tinggal di daerah perbatasan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan pengetahuan mengenai dampak perkembangan Surabaya yang tidak terintegrasi dengan perencanaan daerah sekitarnya akibat perbedaan kewenangan dan kepentingan, khususnya terhadap perkembangan perumahan dan permukiman, faktor-faktor yang memengaruhi preferensi bermukim masyarakat di daerah perbatasan, serta potensi yang dapat dikembangkan bagi permukiman di sekitar Pondok Tjandra berdasarkan kondisi dan potensi yang dimiliki serta faktor-faktor yang memengaruhi preferensi bermukim masyarakat di daerah perbatasan. Dengan menggunakan metode penelitian case study, survey, dan causal comparative, penelitian ini bertujuan membuktikan bahwa perkembangan kota telah mendorong preferensi bermukim masyarakat ke arah daerah perbatasan. Pengolahan data dilakukan secara deskriptif, dengan uji chi-square dan analisis faktor. Penelitian ini menemukan beberapa hal penting, di antaranya bahwa perkembangan Surabaya telah mendorong preferensi bermukim masyarakat ke arah daerah perbatasan kota. Akibat perbedaan kepentingan dan kewenangan pada daerah yang berbatasan, telah muncul berbagai masalah dalam kehidupan masyarakat. Preferensi bermukim berkaitan dengan status sosial seseorang, di mana pada golongan menengah ke bawah (masyarakat kampung), faktor utama preferensi bermukim adalah kedekatan dengan tempat kerja, sedangkan pada golongan menengah ke atas (masyarakat real estate), faktor utama preferensi bermukim adalah harga.
==================================================================================================================================
The globalization of the economic system that is taking place today has resulted in extensive urban development, both physically and non-physically. Physical development has caused cities to expand beyond their administrative boundaries. This has made urban boundaries increasingly difficult to determine when the definition of a city is still based on political and conventional considerations. Rapid urban development tends to be accompanied by high-intensity land use in city centers, resulting in increasing land prices, while the urban population continues to grow and requires housing. This condition, in turn, forces residents to choose to live in border areas. The purpose of this research is to examine the impact of Surabaya's development, which is not integrated with the planning of its surrounding areas due to differences in authority and interests, particularly with regard to housing and settlement development; to identify the factors that influence people's residential preferences in border areas; and to determine the potential for settlement development around Pondok Tjandra based on existing conditions and potential, as well as the factors influencing residential preferences in border areas. Using case study, survey, and causal-comparative research methods, this study aims to demonstrate that urban development has encouraged people's residential preferences toward border areas. The data were processed using descriptive analysis, the chi-square test, and factor analysis. This research found several important findings, including that the development of Surabaya has encouraged people's residential preferences toward the city's border areas. Differences in interests and authorities between bordering areas have resulted in various problems in community life. Residential preferences are related to a person's socioeconomic status. Among the lower-middle-income group (kampung residents), the main factor influencing residential preferences is proximity to the workplace, whereas among the upper-middle-income group (real estate residents), the main factor influencing residential preferences is price.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Additional Information: | RT 711.4 Rac d |
| Uncontrolled Keywords: | Perkernbangan Kota dan Preferensi Bermukim, Urban Development and Environtmental Preferences |
| Subjects: | N Fine Arts > NA Architecture > NA9053 City planning |
| Divisions: | Faculty of Civil Engineering and Planning > Architechture > 23101-(S2) Master Theses |
| Depositing User: | magang . |
| Date Deposited: | 21 Sep 2026 07:25 |
| Last Modified: | 21 Sep 2026 07:25 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/144739 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
