Riau, Dwi Putranto (2002) Strategi Pengembangan Pasar Baru Kota Probolinggo Ditinjau Dari Aspek Kemampuan Finansial Pedagang. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh November.
|
Text
3200205065-Master_Thesis.pdf Restricted to Repository staff only Download (13MB) |
Abstract
Pasar Baru merupakan pusat pasar sehari-hari dengan kontribusi pendapatan terbesar dibandingkan dengan lima pasar lainnya dalam penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Probolinggo. Sebagai pasar terbesar dan pusat kegiatan perdagangan sehari-hari di Kota Probolinggo, Pasar Baru memiliki kapasitas daya tampung seluas 3.567 m² dengan 542 pedagang yang dapat tertampung, sedangkan sebanyak 304 pedagang tidak tertampung dan menempati lokasi di luar Pasar Baru, yaitu di sepanjang Jalan Niaga, Jalan Siaman, dan Jalan Pahlawan. Keterbatasan daya tampung di dalam Pasar Baru menyebabkan berbagai jenis komoditas yang diperdagangkan bercampur dan aktivitas perdagangan meluber ke kawasan di sekitar pasar. Kondisi Pasar Baru yang tidak lagi mampu menampung seluruh pedagang serta melubernya aktivitas perdagangan di sekitar kawasan pasar menunjukkan perlunya pengembangan fisik Pasar Baru. Oleh karena itu, diperlukan penelitian untuk memperoleh informasi mengenai daya tampung pasar dan kemampuan finansial pedagang. Daya tampung pasar dievaluasi untuk memperoleh kebutuhan luas tempat berjualan bagi pedagang. Metode yang digunakan untuk menganalisis kelayakan investasi yang disesuaikan dengan kemampuan finansial pedagang adalah analisis finansial, sedangkan perumusan strategi pengembangan Pasar Baru dilakukan dengan menggunakan analisis SWOT. Hasil analisis menunjukkan bahwa kebutuhan tempat berjualan bagi setiap pedagang berupa kios seluas 2 × 4 m² atau los seluas 2 × 2 m², dengan total kebutuhan kapasitas pasar sebesar 5.156 m². Berdasarkan analisis finansial, pengembangan fisik Pasar Baru layak untuk dilaksanakan dengan nilai NPV > 0, Benefit Cost Ratio (BCR) sebesar 1,111, dan Internal Rate of Return (IRR) sebesar 16%, lebih tinggi daripada suku bunga pinjaman sebesar 12%. Harga sewa kios maupun los per tahun juga masih berada di bawah kemampuan finansial pedagang. Berdasarkan analisis SWOT, strategi pengembangan Pasar Baru meliputi penetapan pengembangan fisik pasar sebagai prioritas dalam rencana pembangunan daerah, menjalin kerja sama dengan pihak swasta, menertibkan pedagang yang berjualan di gang-gang di dalam maupun di luar pasar agar beraktivitas di dalam pasar, mengembangkan bangunan pasar dengan sistem split level atau setengah lantai, menarik minat pedagang untuk menempati lantai atas melalui tarif sewa ruang yang lebih murah, serta menetapkan peraturan agar setiap lantai tidak menjual jenis komoditas yang sama.
===================================================================================================================================
Pasar Baru is a traditional market and the largest daily market in Probolinggo City, contributing the highest revenue compared with the other five markets to the city's locally generated revenue. As the largest market and the main center of daily trading activities in Probolinggo City, Pasar Baru has a total capacity of 3,567 m² and can accommodate 542 traders. However, 304 additional traders cannot be accommodated within the market and occupy areas outside Pasar Baru, particularly along Niaga Street, Siaman Street, and Pahlawan Street. The limited capacity of Pasar Baru has resulted in various types of commodities being traded in mixed areas and in the expansion of trading activities into the surrounding area. The inability of the existing market to accommodate all traders and the increasing number of traders operating around the market indicate the need for physical development of Pasar Baru. Therefore, this study aims to obtain information regarding the market capacity and the financial capability of traders. Market capacity is evaluated to determine the required floor area for trading activities. Financial analysis is used to assess investment feasibility in relation to the financial capability of traders, while SWOT analysis is applied to formulate development strategies for Pasar Baru. The results show that the required trading space for each trader consists of a 2 × 4 m² kiosk or a 2 × 2 m² stall, resulting in a total required market capacity of 5,156 m². Based on the financial analysis, the physical development of Pasar Baru is financially feasible, with an NPV > 0, a Benefit Cost Ratio (BCR) of 1.111, and an Internal Rate of Return (IRR) of 16%, which is higher than the loan interest rate of 12%. The annual rental rates for kiosks and stalls also remain below the financial capability of the traders. Based on the SWOT analysis, the development strategies for Pasar Baru include prioritizing the physical development of the market in the regional development plan, establishing cooperation with the private sector, relocating traders operating in alleys inside and outside the market into designated market areas, developing the market building using a split-level or half-floor system, attracting traders to occupy upper-floor spaces through lower rental rates, and establishing regulations to ensure that different floors do not sell the same types of commodities.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Additional Information: | RT 658.84 Ria s |
| Uncontrolled Keywords: | Daya tampung pasar, kemampuan finansial pedagang, analisis finansial, analisis SWOT, strategi pengembangan pasar, Market capacity, traders' financial capability, financial analysis, SWOT analysis, market development strategy. |
| Subjects: | H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races > HT166 City Planning--Environmental aspects |
| Divisions: | Faculty of Civil Engineering and Planning > Architechture > 23101-(S2) Master Theses |
| Depositing User: | magang . |
| Date Deposited: | 22 Sep 2026 04:21 |
| Last Modified: | 22 Sep 2026 04:21 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/144784 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
