Ester, Ester (2003) Pengarahan Lokasi Pedagang Kaki Lima Sebagai Dasar Pertimbangan Kebijakan Pemerintah Sidoarjo (Studi Kasus: Jl. Gajah Mada). Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh November.
|
Text
3201205807-Master_Thesis.pdf Restricted to Repository staff only Download (7MB) |
Abstract
Sektor informal kini menjadi bagian dari kebijakan eksplisit dalam pembangunan nasional. Sektor informal diharapkan dapat berperan sebagai "katup penyelamat" dalam menghadapi masalah ketenagakerjaan bagi angkatan kerja yang tidak dapat terserap dalam sektor modern atau formal. Salah satu wujud sektor informal adalah kegiatan Pedagang Kaki Lima (PKL). Kegiatan ini muncul karena kebutuhan pelayanan masyarakat yang belum sepenuhnya dapat dipenuhi oleh kegiatan formal. Namun, aktivitas PKL sering menimbulkan gangguan terhadap lingkungan dan kerap dipandang sebagai salah satu penyebab berbagai permasalahan, seperti terganggunya pergerakan pejalan kaki dan kemacetan lalu lintas di kawasan pusat Kota Sidoarjo, khususnya di Jalan Gajah Mada, karena PKL memanfaatkan lahan umum (public land). Pemerintah Kabupaten Sidoarjo telah melakukan pengaturan dan penataan terhadap kegiatan PKL di kawasan pusat Kota Sidoarjo dengan memindahkan mereka ke lokasi baru. Namun, kebijakan tersebut belum memberikan hasil yang memuaskan, khususnya bagi PKL, karena lokasi baru dinilai kurang sesuai dengan karakteristik kegiatan PKL dan kurang didukung oleh kebijakan lainnya. Implementasi kebijakan tersebut mengalami kendala akibat kurangnya pemahaman terhadap karakteristik lokasi kegiatan PKL. Bertitik tolak dari kondisi tersebut, pengarahan lokasi kegiatan PKL di kawasan pusat Kota Sidoarjo, khususnya Jalan Gajah Mada, sangat dipengaruhi oleh karakteristik kegiatan dan perilaku PKL, karakteristik ruang kegiatan PKL, serta perilaku konsumen. Selain itu, penentuan arahan lokasi juga dipengaruhi oleh kebijakan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Analisis karakteristik PKL dalam penelitian ini difokuskan pada variabel pendapatan dan interaksi dengan mempertimbangkan analisis kebutuhan ruang dan pola belanja konsumen. Teknik pengolahan dan analisis data menggunakan tabulasi dan skoring, terutama untuk menganalisis kebijakan, sedangkan analisis terhadap PKL dan konsumen menggunakan uji Chi-Square. Pemilihan sampel, baik dari instansi pemerintah maupun PKL, dilakukan dengan teknik random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pengarahan lokasi PKL ke lokasi baru tidak menunjukkan hubungan dengan penurunan pendapatan mereka, kecuali apabila kebijakan pengarahan lokasi tidak mempertimbangkan faktor interaksi dan kesesuaian dengan kegiatan PKL; (2) kegiatan PKL di kawasan pusat Kota Sidoarjo merupakan aset dan bukan masalah; (3) terdapat keterkaitan antara PKL yang menjual jenis komoditas yang sama sehingga dalam arahan lokasi perlu ditempatkan secara berkelompok dan berdekatan dalam satu lokasi yang sama, seperti PKL makanan dan minuman, pakaian jadi, serta VCD; dan (4) pengarahan lokasi PKL di pusat Kota Sidoarjo akan lebih representatif apabila diarahkan ke Jalan Raden Patah, Jalan Hang Tuah, dan Jalan Sisingamangaraja.
==================================================================================================================================
The informal sector has become an explicit component of national development policy and is expected to serve as a "safety valve" in addressing employment problems for workers who cannot be absorbed by the modern or formal sector. One form of informal sector activity is street vending. These activities emerge because the needs of the community are not fully accommodated by formal activities. However, street vending activities often create disturbances to the surrounding environment and are frequently perceived as contributing to various problems, such as obstructing pedestrian movement and causing traffic congestion in the downtown area of Sidoarjo, particularly along Gajah Mada Street, because street vendors utilize public land. The Sidoarjo Regency Government has attempted to regulate and organize street vending activities in the downtown area by relocating vendors to a new site. However, this policy has not produced satisfactory results, particularly for the street vendors, because the new location is considered unsuitable for their activities and is not adequately supported by other policies. The implementation of the policy has encountered difficulties due to a lack of understanding of the location characteristics of street vending activities. Based on these conditions, the location planning of street vending activities in the downtown area of Sidoarjo, particularly along Gajah Mada Street, is strongly influenced by the characteristics and behavior of street vendors, the spatial characteristics of their activities, and consumer behavior. In addition, location planning is also influenced by the policies of the Sidoarjo Regency Government. The analysis of street vendor characteristics in this study focuses on income and interaction variables, while also considering spatial requirements and consumer purchasing patterns. Data processing and analysis techniques include data tabulation and scoring, particularly for policy analysis, while the relationship between street vendors and consumers is analyzed using the Chi-Square test. Samples from government agencies and street vendors were selected using random sampling. The results indicate that: (1) relocating street vendors to a new location does not show a relationship with a decrease in their income, except when the location policy fails to consider interaction factors and the suitability of the location for street vending activities; (2) street vending activities in the downtown area of Sidoarjo should be considered an asset rather than a problem; (3) there is a relationship among street vendors selling similar types of goods, indicating that they should be located in groups and in close proximity within the same area, such as food and beverage vendors, clothing vendors, and VCD vendors; and (4) the location planning of street vendors in downtown Sidoarjo would be more representative if directed to Raden Patah Street, Hang Tuah Street, and Sisingamangaraja Street.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pengarahan lokasi, Pedagang Kaki Lima, kebijakan pemerintah, Location planning, street vendors, government policy. |
| Subjects: | H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races > HT166 City Planning--Environmental aspects |
| Divisions: | Faculty of Civil Engineering and Planning > Architechture > 23101-(S2) Master Theses |
| Depositing User: | magang . |
| Date Deposited: | 22 Sep 2026 06:07 |
| Last Modified: | 22 Sep 2026 06:08 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/144785 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
