Dwinanty, Ika Rawantika (2003) Penentuan Alternatif Lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah (Studi Kasus: Kota Bandar Lampung). Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh November.
|
Text
3201205818-Master_Thesis-1.pdf Restricted to Repository staff only Download (7MB) |
Abstract
Semakin bertambah jumlah penduduk suatu kota, semakin meningkat pula produksi sampah yang dihasilkan sehingga tugas pemerintah kota dalam mengelola sampah menjadi semakin berat. Kota Bandar Lampung sebagai ibu kota Provinsi Lampung pada tahun 2000 memiliki jumlah penduduk sebanyak 743.109 jiwa dengan pertumbuhan penduduk sebesar 1,56% per tahun. Volume sampah yang dihasilkan mencapai 1.833 m³ per hari. Apabila penanganan dan pembuangannya tidak dilakukan secara efektif, kondisi tersebut dapat menimbulkan dampak negatif terhadap masyarakat sekitar. Dengan semakin meningkatnya volume sampah, TPA Bakung sebagai satu-satunya tempat pembuangan akhir yang masih berfungsi diperkirakan akan mencapai kapasitas penuh, sehingga pada tahun 2005 Kota Bandar Lampung diperkirakan membutuhkan lahan landfill baru. Penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif dan secara garis besar dibagi menjadi dua tahap, yaitu analisis kesesuaian lokasi dan analisis keberhasilan lokasi rencana TPA. Faktor-faktor yang memengaruhi kesesuaian lokasi TPA meliputi kedekatan dengan pusat kota, ketersediaan utilitas, kondisi jenis tanah, wilayah dengan kemiringan kurang dari 20%, kawasan lindung, wilayah rawan genangan banjir, wilayah terbangun, kondisi hidrogeologi, dan kedekatan dengan jaringan jalan. Sementara itu, keberhasilan lokasi TPA dipengaruhi oleh faktor kelayakan ekonomi, ketersediaan secara teknis, kelayakan dari aspek sosial, dan keberlanjutan lingkungan. Masing-masing faktor tersebut dievaluasi menggunakan analisis multikriteria. Terdapat berbagai pertimbangan dalam memilih lokasi yang sesuai dan layak bagi TPA sampah. Pemilihan lahan juga perlu mempertimbangkan aspek pengelolaan serta dampaknya terhadap lingkungan. Peran serta masyarakat semakin penting dalam mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan karena seiring dengan perkembangan kota, ketersediaan lahan yang sesuai untuk lokasi TPA semakin terbatas. Selain itu, sumber daya manusia pengelola sampah yang berkualitas akan meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan persampahan. Lokasi yang memenuhi kriteria kesesuaian TPA adalah Kelurahan Langkapura, Kecamatan Tanjung Karang Barat, dengan luas sekitar 30 ha, dan Kelurahan Campang Raya, Kecamatan Tanjung Karang Timur, dengan luas sekitar 50 ha. Setelah dilakukan analisis keberhasilan lokasi TPA, Kelurahan Campang Raya, Kecamatan Tanjung Karang Timur, ditetapkan sebagai lokasi terpilih.
=================================================================================================================================
The increase in a city's population leads to an increase in solid waste generation, thereby making the task of the municipal government in managing solid waste increasingly challenging. Bandar Lampung City, the capital of Lampung Province, had a population of 743,109 people in 2000, with an annual population growth rate of 1.56%. The volume of solid waste generated reached 1,833 m³ per day. If waste disposal and management are not handled effectively, this condition may have negative impacts on the surrounding community. With the increasing volume of solid waste, Bakung Final Disposal Site (TPA), the only landfill still in operation, was projected to reach its capacity, and by 2005 Bandar Lampung City was expected to require a new landfill site. This study uses quantitative analysis and is broadly divided into two stages: site suitability analysis and analysis of the feasibility of the proposed final disposal site. Factors influencing the suitability of a landfill site include proximity to the city center, availability of utilities, soil conditions, areas with slopes of less than 20%, protected areas, flood-prone areas, built-up areas, hydrogeological conditions, and proximity to road networks. Meanwhile, the feasibility of the landfill site is influenced by economic feasibility, technical feasibility, social feasibility, and environmental sustainability. Each factor was evaluated using a multicriteria analysis. There are various considerations in selecting an appropriate and feasible site for a solid waste disposal facility. Site selection should also consider management aspects and potential environmental impacts. Community participation is increasingly important in reducing the amount of waste generated because, as cities develop, the availability of suitable land for landfill sites becomes increasingly limited. In addition, qualified human resources for solid waste management can improve the effectiveness and efficiency of waste management services. The sites that met the landfill suitability criteria were located in Langkapura Subdistrict, West Tanjung Karang District, covering approximately 30 ha, and Campang Raya Subdistrict, East Tanjung Karang District, covering approximately 50 ha. After the landfill site feasibility analysis was conducted, Campang Raya Subdistrict, East Tanjung Karang District, was selected as the preferred site.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Penentuan lokasi, tempat pemrosesan akhir, pengelolaan sampah, Site selection, final disposal site, solid waste management. |
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > GE Environmental Sciences > GE300 Environmental management |
| Divisions: | Faculty of Civil Engineering and Planning > Architechture > 23101-(S2) Master Theses |
| Depositing User: | magang . |
| Date Deposited: | 22 Sep 2026 06:22 |
| Last Modified: | 22 Sep 2026 06:22 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/144787 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
