Mulyadi, Mulyadi (2003) Kajian Sistem Penyediaan Air Bersih Di Kota Sawahlunto. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
|
Text
3301202014-Master_Thesis.pdf Restricted to Repository staff only Download (15MB) |
Abstract
Air bersih merupakan salah satu utilitas kota yang harus menjadi perhatian utama pemerintah Kota Sawahlunto, karena air bersih merupakan kebutuhan utama bagi kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya. PDAM Kota Sawahlunto sebagai pengelola penyediaan air bersih saat ini melayani 2.742 pelanggan atau sebesar 32,22% dari total penduduk kota dengan total kapasitas produksi sebesar 34,5 liter/detik. Suplai air bersih ke sebagian daerah pelayanan belum merata dan kuantitas maupun kontinuitasnya belum dapat memenuhi kebutuhan masyarakat setiap saat.
Tujuan utama tesis ini adalah mengetahui penyebab kebutuhan air bersih pada sebagian daerah pelayanan tidak merata, baik kuantitas maupun kontinuitasnya, serta menentukan pengembangan pelayanan dan sistem penyediaan air bersih yang tepat agar kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi setiap saat. Untuk mencapai tujuan dilakukan analisa dalam bentuk sebuah model sistem jaringan distribusi dengan pendekatan terhadap konsep-konsep sistem distribusi air bersih dan standar kebutuhan masyarakat.
Berdasarkan kondisi eksisting penyediaan air bersih di Kota Sawahlunto, dilakukan analisa terhadap konsumsi dan kebutuhan air bersih, besarnya kebocoran, kapasitas produksi, sistem jaringan perpipaan dan sistem pendistribusian. Analisa sistem pendistribusian memperhatikan keseimbangan aliran dan tekanan, kehilangan tekanan serta sisa tekanan kerja yang terjadi pada jaringan perpipaan. Hasil analisa ini akan menjadi acuan terhadap peningkatan dan pengembangan daerah pelayanan pada tahun 2010.
Hasil analisa dari model yang dibuat menunjukkan bahwa pendistribusian air bersih tidak merata akibat sisa tekanan kerja pada node/titik-titik penyadapan sangat kecil (di bawah nol) dan kecepatan aliran dalam pipa tidak seimbang (kecil dari 0,3 m/detik), sedangkan kuantitas dan kontinuitas tidak terpenuhi akibat kebocoran dan kapasitas produksi/suplai tidak seimbang dengan kebutuhan. Agar sistem distribusi berjalan dengan baik dilakukan perbaikan terhadap sistem jaringan perpipaan dan penambahan kapasitas produksi dengan mengoptimalkan unit Instalasi Kayu Gadang sebesar 60 liter/detik. Pada tahap peningkatan dan pengembangan pelayanan tahun 2010 dilakukan penambahan jalur pipa distribusi sepanjang 6.812 meter dan pemasangan pipa paralel pada beberapa jalur tertentu sepanjang 3.898 meter. Pada akhir analisa diberikan skenario sistem penyediaan air bersih tahun 2010.
Berdasarkan hasil analisa, pada bagian akhir tesis ini diberikan rekomendasi sebagai bahan pertimbangan bagi pemerintah Kota Sawahlunto umumnya dan PDAM Kota khususnya dalam upaya mewujudkan Visi PDAM Kota tahun 2010.
==================================================================================================================================
Water supply is one of major concern of Sawahlunto municipality since it is the main need of human being and other creatures to survive. PDAM Sawahlunto as the organizer of water supply today has served 2.742 units or 32,22 percent from total citizen in that city with total production capacity 34,5 liter/second. Water supply in some areas have not distributed equally and its quantity and continuity have not able yet to fulfill the need of the society in every moment.
The main objective of this thesis is to find out the cause of unevenly distributed water supply in some area, both its quantity and continuity, and determine the service development and appropriate water supply in order to fulfill the need of the society. To reach the objective, the analysis using distribution network system model was applied with water supply distribution system concepts and society need standard approaches.
Based on the condition of water supply in Sawahlunto, the consumption and need of water supply, leakages, production capacity, piping network system and distribution system were analyzed. The analysis of distribution system considered the balance of its flow and pressure, the headloss and the remainder pressure in piping network. The result of this analysis becomes the reference of the improvement and service area development in 2010.
The result of the analysis indicates that water supply distribution is not distributed evenly because the pressure toward a very small nodes/tapping point is under zero and unbalanced flows velocity in the pipe is smaller than 0,3 meter/second, meanwhile its quantity and continuity does not work well because of leakages and unbalanced production/supply capacity with the demand. To make the distribution system work well, there is need of reparation of piping network system and production capacity adding which is done by optimizing Kayu Gadang installation unit into 60 liter/second. In the service improvement and development in year 2010, there is an addition of piping line distribution which length is 6.812 meter and parallel piping assembling in certain line which length is 3.898 meter. In the final analysis, there is water supply system scenario in year 2010.
Based on the result of the analysis, at the final part of the thesis, there is a recommendation as the consideration for Sawahlunto authorities in general and PDAM in particular, to realize PDAM Vision at the year 2010.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | sistem, distribusi, kuantitas, kapasitas produksi, sisa tekanan. ,system, distribution, quantity, production capacity, pressure. |
| Subjects: | T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering > TD395 Reservoirs (water supply) |
| Divisions: | Faculty of Civil Engineering and Planning > Civil Engineering > 22101-(S2) Master Thesis |
| Depositing User: | magang . |
| Date Deposited: | 22 Sep 2026 06:32 |
| Last Modified: | 22 Sep 2026 06:32 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/144788 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
