Analisa Penilaian Terhadap Pengelolaan Sistem Irigasi Berdasarkan Konsep Pembangunan Berkelanjutan Pada Daerah Irigasi Tilong Di Kabupaten Kupang

Kini, Lidya Estalita (2010) Analisa Penilaian Terhadap Pengelolaan Sistem Irigasi Berdasarkan Konsep Pembangunan Berkelanjutan Pada Daerah Irigasi Tilong Di Kabupaten Kupang. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 3108207002-Master_thesis.pdf] Text
3108207002-Master_thesis.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (20MB)

Abstract

Pengelolaan Sistem Irigasi memiliki tujuan untuk mencapai Keberlanjutan Sistem Irigasi. Konsep penilaian Keberlanjutan Sistem Irigasi didasarkan pada Konsep Pembangunan Berkelanjutan yang memiliki 3 tolok ukur yaitu tolok ukur Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan. Ketiga tolok ukur ini saling berkaitan satu sama lain, dan keseimbangan nilai ketiganya merupakan kondisi Berkelanjutan. Menurut Permen PU No. 30/PRT/M/2007 tentang Pedoman Pengelolaan Sistem Irigasi Partisipatif, Sistem irigasi meliputi Prasarana Irigasi, Air Irigasi, Kelembagaan Pengelolaan Irigasi dan Sumber Daya Manusia. Dalam penelitian ini memadukan konsep-konsep antara keberlanjutan dan pengelolaan sistem irigasi tersebut.

Berdasarkan hasil penelitian terhadap kondisi eksisting, prasarana fisik > 50% tidak berfungsi, air irigasi belum mencukupi kebutuhan irigasi, manajemen irigasi masih belum optimal, kelembagaan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) sebagian besar belum berfungsi baik dan Pengelola di jaringan utama masih perlu penambahan personil.

Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh 15 indikator Keberlanjutan Sistem Irigasi, dari pendapat 6 Ahli/Expert menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP), maka indikator yang memiliki urutan prioritas tertinggi adalah Kondisi dan Fungsi Jaringan Irigasi dengan bobot 0,125, sedangkan nilai bobot terendah adalah Iuran OP dengan bobot 0,023.

Berdasarkan hasil Penilaian DI Tilong yang dilakukan oleh petani (P3A) dengan pengambilan sampel sebanyak 268 responden pada 7 Sub DI, maka diperoleh nilai tertinggi pada Sub DI VII dan nilai terendah pada Sub DI VI. Untuk hasil penilaian Keberlanjutan Sistem Irigasi Tilong adalah Sub DI VII berada pada kondisi Berkelanjutan dengan memenuhi nilai ≥ 23,33 pada ketiga aspek, Sub DI V pada kondisi Equitable dengan nilai memenuhi aspek sosial 23,46 dan ekonomi 23,36, Sub DI II pada kondisi Berkelanjutan Lingkungan dengan nilai aspek lingkungan memenuhi 24,06, Sub DI I pada kondisi Berkelanjutan Lingkungan dengan nilai aspek lingkungan memenuhi 23,35, Sub DI III pada kondisi Berkelanjutan Sosial dengan nilai aspek sosial memenuhi 23,37, Sub DI IV pada kondisi Tidak Berkelanjutan dengan nilai ketiga aspek tidak memenuhi ≥ 23,33, Sub DI VI pada kondisi Tidak Berkelanjutan dengan nilai ketiga aspek tidak memenuhi ≥ 23,33. Untuk itu perlu perhatian dan perbaikan pada Sub DI yang hasil penilaiannya masih kurang sampai buruk.
===================================================================================================================================

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Keberlanjutan, Sistem Irigasi, Pembangunan Berkelanjutan, Metode Multi Criteria Decision Making (MCDM), Daerah Irigasi Tilong. Sustainable, Irrigation System, Sustainable Development, Multi Criteria Decision Making Method, Tilong.
Subjects: T Technology > TC Hydraulic engineering. Ocean engineering > TC812 Irrigation
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Civil Engineering > 22101-(S2) Master Thesis
Depositing User: magang .
Date Deposited: 23 Sep 2026 03:27
Last Modified: 23 Sep 2026 03:27
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/144818

Actions (login required)

View Item View Item