Integrasi Pengembangan Wisata Pantai Dan Permukiman Nelayan Di Pesisir Barat Kabupaten Bengkulu Selatan Dengan Pendekatan Konservasi Alam

Permana, Edwin (2009) Integrasi Pengembangan Wisata Pantai Dan Permukiman Nelayan Di Pesisir Barat Kabupaten Bengkulu Selatan Dengan Pendekatan Konservasi Alam. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh November.

[thumbnail of 3208201812-Master_thesis.pdf] Text
3208201812-Master_thesis.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (58MB)

Abstract

Kawasan Pesisir Pantai Barat Kabupaten Bengkulu Selatan mempunyai potensi sebagai kawasan wisata alam pantai. Pengembangan kawasan wisata membawa dampak positif dalam peningkatan pendapatan bagi daerah. Tetapi, di lain pihak dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan jika pengembangannya tidak memperhatikan aspek kesinambungan ekologi dan budaya masyarakat. Ruang lingkup penelitian ini adalah konsep pengembangan kawasan wisata yang terintegrasi dengan permukiman nelayan di Pesisir Barat Kabupaten Bengkulu Selatan dengan pendekatan kesesuaian lahan. Penelitian menggunakan pendekatan metode kualitatif deskriptif. Analisis yang digunakan adalah analisis potensi fisik, ruang, dan estetika yang meliputi daya tarik wisata yang diminati yang dilakukan dengan teknik overlay. Untuk mengetahui karakteristik kepariwisataan dilakukan dengan mentabulasikan data primer, kemudian dilanjutkan dengan analisis triangulasi kebijakan pemerintah daerah guna mendukung konsep pengembangan kawasan wisata pantai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi khas yang dapat dikembangkan pada wilayah studi adalah karakteristik alamnya yang masih alami. Konsep pengembangan kawasan wisata pantai yang terintegrasi dengan permukiman nelayan di Pesisir Barat Kabupaten Bengkulu Selatan berdasarkan kesesuaian lahan dibagi dalam 3 (tiga) zona: zona yang dapat dikonservasi, zona kegiatan wisata, dan zona perluasan permukiman. Berdasarkan pemanfaatannya, dapat dibagi dalam 4 (empat) zona yaitu zona kegiatan wisata pantai, zona wisata budaya dan permukiman nelayan, zona daerah permukiman dan persawahan, serta zona daerah yang dapat dikonservasi. Orientasi permukiman nelayan diupayakan menghadap ke arah laut dengan menggunakan bahan material setempat serta menghindari tampilan arsitektural yang kontras dengan lingkungan sekitar. Penyediaan fasilitas kepariwisataan didasarkan pada pembagian zona yang memiliki kedekatan fungsi dengan menciptakan keterhubungan antarkawasan guna menciptakan kenyamanan dan memudahkan aksesibilitas pengunjung.
=====================================================================================================================================
Tourism sector is one of the strategic sectors in developing Indonesia's economy and becoming a part of the global economy. The western coast area of South Bengkulu Regency has enormous potential as a coastal tourism area. On the other hand, the development process of a tourism area may cause environmental damage if it does not consider the sustainability aspects of society, culture, and ecology. The scope of this research deals with the concept of developing a coastal tourism area integrated with fisherman settlements on the western coast of South Bengkulu Regency using a land suitability approach. This research uses a qualitative descriptive method, as well as an analysis of physical, spatial, and aesthetic potential involving desired tourism attractions. To analyze the physical potential of the area, the method used is the overlay technique, combined with tabulating primary data to analyze tourism characteristics, and followed by a triangulation method to analyze local government policy in supporting the development concept of the coastal tourism area. The results show that the primary potential to be developed in the study area is its natural resources, which remain natural and unpolluted. The development concept of the coastal tourism area integrated with fisherman settlements on the Western Coast of South Bengkulu Regency is globally categorized into three zones based on land suitability: conserved zone, tourism activity zone, and settlement expansion zone. According to land use, it consists of 4 (four) zones: coastal tourism zone, cultural tourism and fisherman settlement zone, human settlement and agriculture zone, and conservable zone. For the conservable zone, tourism activities are limited by controlling quantity, area, and material usage. The orientation of fisherman settlements should face the sea and river side using local building materials while avoiding architectural features that contrast with the environment. Provision of tourism facilities based on functional zoning aims to create connectivity among areas to ensure comfort and ease visitor accessibility.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: RTA 711.558 Per i
Uncontrolled Keywords: Konservasi Alam, Kawasan Pesisir Barat, Pengembangan Wisata Pantai, Development of Coastal Tourism, Natural Conservation, Western Coast Area.
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General) > G155.A55 Tourism and city planning
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Architechture > 23101-(S2) Master Theses
Depositing User: magang .
Date Deposited: 23 Sep 2026 06:48
Last Modified: 23 Sep 2026 06:48
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/144835

Actions (login required)

View Item View Item