Purba, Aryan (2009) Kebijakan Pembangunan Dan Strategi Penanganan Dampak Perumahan Pada Kawasan Yang Berbatasan Dengan Cagar Alam Danau Dusun Besar Kota Bengkulu. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh November.
|
Text
3208201815-Master_thesis-1_compressed.pdf Restricted to Repository staff only Download (25MB) |
Abstract
Ponorogo memiliki beberapa potensi yang dapat dikembangkan dari sektor pariwisata. Salah satunya adalah obyek wisata Telaga Ngebel, yang saat ini kondisinya masih belum memadai untuk dijadikan obyek wisata andalan yang bisa memberikan masukan bagi PAD karena disebabkan oleh berbagai faktor. Untuk itu, studi ini mencoba mencari faktor penyebab kurang berkembangnya kawasan wisata Telaga Ngebel tersebut. Adanya kecenderungan kerusakan lingkungan alam dan eksploitasi lahan pada kawasan studi menjadikan pembangunan berkelanjutan dijadikan sebuah konsep utama kajian pengembangan kawasan ini. Dari kajian teoritis dapat diperoleh faktor-faktor penentu pengembangan pariwisata secara berkelanjutan terdiri atas: Pendapatan Masyarakat, Pendanaan, Ketersediaan Lapangan Kerja, Linkage, Potensi Kawasan, Tingkat Kepuasan Wisatawan, Promosi, Dampak Lingkungan, Potensi Sumberdaya Alam, Ambang Batas Wilayah, Partisipasi Masyarakat, Dukungan Pemerintah, Kelembagaan, Pembagian Keuntungan, Monitoring dan Evaluasi. Metode analisis untuk menemukan faktor penyebab kurang berkembangnya kawasan wisata ini terdiri dari dua bagian. Bagian pertama yakni menemukan faktor kurang berkembangnya kawasan yang dipengaruhi oleh tingkat penilaian wisatawan, sedangkan untuk bagian kedua berdasar penilaian stakeholder terdiri dari tiga tahapan. Tahap pertama yaitu menentukan stakeholders yang berpengaruh dan berkepentingan dalam pengembangan kawasan wisata studi dengan menggunakan Analisis Stakeholders. Tahapan kedua yaitu menentukan faktor penyebab kurang berkembangnya kawasan dengan menggunakan analisis Delphi, melalui wawancara kepada stakeholders terpilih. Tahap akhir dalam penelitian ini adalah menentukan konsep penanganan dari faktor penyebab kurang berkembangnya kawasan wisata Telaga Ngebel menggunakan metode triangulasi. Dari hasil penelitian ditemukan beberapa faktor penyebab kurang berkembangnya kawasan dengan konsep pengembangan kawasan antara lain: penguatan kualitas SDM, swastanisasi pengelolaan kawasan inti pengembangan, linkage-ing dengan kawasan wisata lain, mengoptimalkan potensi, peningkatan promosi, pengelolaan sistem persampahan secara mandiri, memperkuat regulasi, pemberdayaan masyarakat dalam setiap tahapan kegiatan pengembangan, mereposisi peran pemerintah sebagai fasilitator, koordinator sekaligus owner, pelibatan stakeholder secara aktif, dan peningkatan kepuasan wisatawan. Secara spasial konsep pengembangan kawasan wisata berbasis pembangunan berkelanjutan yakni: zona pengembangan dibagi menjadi 3 bagian yaitu: zona intensif primer, zona intensif sekunder, dan zona ekstensif atau konservasi, untuk kemudian melinkagekan antar potensi pengembangan di dalam kawasan dengan potensi di luar kawasan. Keberadaan perumahan di suatu area dapat memengaruhi lingkungan, terutama lingkungan alam kawasan tersebut. Perumahan dapat memengaruhi lingkungan sekitar dengan berbagai cara, seperti aktivitas penghuni, limbah rumah tangga, aktivitas pembangunan, dan lain-lain. Keberadaan kawasan perumahan yang dibangun berdekatan dengan kawasan Cagar Alam Danau Dusun Besar, Kota Bengkulu, memerlukan penanganan khusus karena kedua kawasan tersebut dapat saling memengaruhi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan oleh perumahan yang berkaitan dengan keberlanjutan Danau Dendam Tak Sudah di Kota Bengkulu, dan untuk merumuskan kebijakan dan strategi untuk menangani dampak tersebut. Pendekatan penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif yang berusaha membuat deskripsi, pernyataan faktual dan akurat dari fakta-fakta yang terbukti. Dengan menggunakan analisis daya dukung perumahan, dilengkapi dengan evaluasi dampak menggunakan matriks Leopold yang dimodifikasi, untuk menentukan dampak kawasan perumahan tersebut. Setelah berhasil mengidentifikasi dampak, analisis triangulasi digunakan untuk mengetahui langkah-langkah penanganan yang tepat terkait dengan dampak tersebut. Dari hasil yang diperoleh, diketahui bahwa dampak yang disebabkan oleh keberadaan perumahan dapat dikategorikan belum merusak lingkungan. Namun, diperlukan kebijakan seperti membatasi jumlah penduduk, menetapkan kawasan yang memiliki fungsi sebagai daerah tangkapan air sebagai kawasan lindung, dan menerapkan persyaratan khusus untuk kegiatan pembangunan perumahan di kawasan ini. Untuk mempertahankan kondisi saat ini dapat dilakukan melalui strategi seperti menjadikan kawasan perumahan sebagai wilayah yang mendukung kawasan cagar alam, meningkatkan penyesuaian fungsi, dan keanekaragaman hayati di danau, mempromosikan program 3 R (reduce, reuse, recycle) di kawasan perumahan, dan lain-lain.
===================================================================================================================================================================================================
Ponorogo District, East Java, has several potential that can be developed from the tourism sector. One of them is the attractions from Lake Ngebel, which currently are not sufficient condition to serve as flagship attractions that can provide input to the PAD as caused by various factors. This study tried to find the factors causing lack of development of tourist areas such Lake Ngebel. The tendency of environmental damage and exploitation of land in the study area used to make sustainable development as a key concept study development of this region. By using the theoretical study, can be decisive factors in sustainable tourism development consists of: Income Communities, Funding, Employment Availability, Linkage, Potential Area, Tourist Satisfaction, Promotion, Environmental Impact, Natural Resources Potential, Thresholds Areas, Public Participation, Support the Government, Institutional, Division of Benefits, Monitoring and Evaluation. Analysis method to find the factors causing underdeveloped tourist Ngebel Lake areas, consists of two parts. The first part is to discover the lack of factors that influenced the development of the area by tourist assessment level, the second part is based on stakeholder assessment consists of three stages. The first stage is to determine the influential stakeholders in the development of tourism studies using Stakeholders Analysis. The second stage is to determine the factors causing underdeveloped regions by using the Delphi analysis. The end of the stage is to determine the concept of the factors causing the handling of underdeveloped tourist areas using triangulation methods. The results of the study found several factors that cause less growth of the region with the concept of regional development, among others: strengthening the quality of human resources, privatization of management of the core development area, linkage this area with other tourist areas, optimizing the potential, increased promotion, waste management system independently, strengthen regulation, community empowerment activities in each phase of development, realignment of government's role as facilitator, coordinator and owner, the active involvement of stakeholders, and increasing tourist satisfaction. Developing the concept of spatially-based tourism that is sustainable development: the development zone is divided into 3 parts: an intensive zone of primary, secondary zone of intensive and extensive zone, and then make a linkage between potential resources in the region with the potential resources in the outside the region. The existence of housing in an area could affect the environment, especially the natural environment of the region. Housing could affect the surrounding environment by various ways, such as, residents activities, household waste, the development activities, etc. The existence of housing area built adjacent to the Danau Dusun Besar Nature Reserve areas, the city of Bengkulu, requires special handling since these two areas could affect each other. This study aims are to find out the impact caused by the housing associated with the sustainability of Lake Dendam Tak Sudah in Bengkulu City, and to formulate the policies and strategies to handling the impacts. Research approach is using qualitative descriptive method that seeks to create a description, factual and accurate statement of the facts, that proved. By using the analysis of housing carrying capacity, equipped with impact evaluation using a modified Leopold matrix, in order to determine the impact of this residential area. After successfully identifying the impact, the triangulation analysis is used to find out the appropriate treatment measures associated with those impacts. From the results obtained, it is known that the impact caused by the existence of housing can be categorized has not damaged the environment yet. However, the necessary policies such as limiting the number of inhabitants, establishment the area which has the function of catchment area as protected areas, and application specific requirements for housing development activities in this area are needed. To maintain the current condition can be done through strategies such as making the housing area as a region that supports the nature reserve area, increasing functional adjustment, and biological diversity in the dam, the promotion of the program 3 R (reduce, reuse, recycle) in the housing area, etc.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Additional Information: | RTA 711.58 Pur k |
| Uncontrolled Keywords: | Dampak Perumahan, Kelestarian Cagar Alam, Lingkungan, Environment, Housing Impacts, Nature Reserves Areas Sustainability. |
| Subjects: | H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD7293 Housing policy N Fine Arts > NA Architecture > NA9053 City planning |
| Divisions: | Faculty of Civil Engineering and Planning > Architechture > 23101-(S2) Master Theses |
| Depositing User: | magang . |
| Date Deposited: | 23 Sep 2026 07:19 |
| Last Modified: | 23 Sep 2026 07:19 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/144837 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
