Wijayanto, Wijayanto (2010) Studi Demand Penumpang Transportasi Udara Menuju Dan Keluar Kabupaten Fakfak. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
|
Text
3107206012-Master_thesis.pdf Restricted to Repository staff only Download (11MB) |
Abstract
Tingkat keberhasilan pelaksanaan fungsi irigasi tergantung dari performa atau kinerja sistem irigasi yang ada, oleh karena itu perlu dilakukan penilaian kinerja irigasi. Pakar yang dilibatkan dalam penilaian kinerja irigasi mengandung beberapa vagueness dan ketidakpresisian dalam memberikan keputusan pada indikator kinerja, sehingga perlu adanya metode yang mengakomodir hal tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang sistem penilaian kinerja yang dapat mengakomodir vagueness dan ketidakpresisian penilaian yang dilakukan pakar serta menilai kinerja irigasi.Sistem dirancang dengan memperhatikan kebutuhan input, proses dan output. Penentuan indikator kinerja dilakukan dengan wawancara dan studi pustaka. Analisa yang digunakan untuk menentukan bobot kriteria adalah Fuzzy Analytical Hierarchy Process (FAHP) yang merupakan pengembangan dari metode AHP milik Saaty (1980). Fuzzy AHP menggabungkan konsep Fuzzy dan konsep Hirarki dalam suatu sistem yang kompleks (melibatkan manusia) seperti pada proses penilaian kinerja irigasi, dimana pengalaman dan penilaian manusia digambarkan sebagai sesuatu yang bersifat linguistik dan samar (vague). Sedangkan analisa untuk menentukan nilai kinerja dari Daerah Irigasi Grinting, Ranugrati dan Candilimo adalah Fuzzy MCDA (Multi Criteria Decision Analysis). Dalam upaya untuk meningkatkan kualitas penilaian kinerja irigasi dengan FAHP dan FMCDA, maka dikembangkan suatu sistem yang berbasiskan komputer untuk mengurangi kompleksitas dengan otomatisasi perhitungan dan memudahkan pengelolaan data penilaian kinerja irigasi.Hasil analisa menggunakan sistem penilaian kinerja irigasi dengan konsep fuzzy mendapatkan hasil penilaian yang mendekati penilaian manusia, dengan kata lain hasilnya lebih humanistik, mempercepat proses perhitungan penilaian kinerja irigasi dengan metode FAHP dan FMCDA. Dari hasil analisa penilaian kinerja irigasi menghasilkan rangking bobot kriteria sebagai berikut: ketersediaan debit (0,264), kondisi fisik jaringan irigasi (0,231), organisasi personalia dengan bobot 0,205, produktivitas tanam 0,154, sarana penunjang OP dengan bobot 0,064, P3A/HIPPA dengan bobot 0,043 dan dokumentasi dengan bobot 0,040. Sedangkan untuk rangking alternatif berdasarkan bobot menghasilkan urutan sebagai berikut: Daerah Irigasi Grinting dengan bobot 0,640, Daerah Irigasi Ranugrati dengan bobot 0,603 dan Daerah Irigasi Candilimo dengan bobot 0,575 dan dengan adanya sistem penilaian kinerja irigasi yang berbasiskan komputer ini akan mendukung proses pengambilan keputusan untuk penanganan daerah irigasi secara efektif, efisien dan tepat sasaran. Dari hasil antara sistem yang dibuat telah divalidasi dengan hitungan manual dan menunjukkan hasil yang sama.
====================================================================================================================================
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Demand, Bangkitan Petjalanan, Sebaran Petjalanan , Demand, Trip Generation, Trip Distribution |
| Subjects: | T Technology > TE Highway engineering. Roads and pavements > TE7 Transportation--Planning |
| Divisions: | Faculty of Civil Engineering and Planning > Civil Engineering > 22101-(S2) Master Thesis |
| Depositing User: | magang . |
| Date Deposited: | 24 Sep 2026 06:17 |
| Last Modified: | 24 Sep 2026 06:17 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/144863 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
