Studi Penataan Parkir Dalam Upaya Mengoptimalkan Pemanfaatan Ruang Di Kawasan Perdagangan Pusat Kota Banda Aceh

Ashfa, Ashfa (2000) Studi Penataan Parkir Dalam Upaya Mengoptimalkan Pemanfaatan Ruang Di Kawasan Perdagangan Pusat Kota Banda Aceh. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 3298203007-Master_thesis.pdf] Text
3298203007-Master_thesis.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (51MB)

Abstract

Pada kawasan perdagangan pusat kota yang terus berkembang, permintaan penyediaan tempat parkir sering tidak terpenuhi dan parkir itu menggunakan pinggir jalan. Pada jalan yang bervolume lalu lintas rendah, hal ini tidak menimbulkan masalah. Namun, pada kawasan perdagangan di pusat kota yang mempunyai tarikan tinggi terhadap pergerakan kendaraan, hal ini tentu menjadi masalah. Penggunaan parkir di tepi jalan yang bervolume lalu lintas tinggi akan menimbulkan kemacetan lalu lintas yang banyak menimbulkan kerugian, seperti keterlambatan, pencemaran udara, getaran, dan pemborosan bahan bakar. Untuk itu perlu dilakukan penataan terhadap sistem parkir agar masalah yang ditimbulkan dapat diminimalisir dengan mengintegrasikan beberapa aspek perancangan kota yang terkait dengan parkir.
Penataan tersebut dilakukan berdasarkan analisa terhadap volume lalu lintas, analisa terhadap parkir, dan analisa tata lingkungan luar pendukung tempat parkir. Analisa terhadap volume lalu lintas dilakukan untuk menguji kelayakan parkir di pinggir jalan berdasarkan klasifikasi Tingkat Pelayanan Jalan (Level of Service/LOS), sedangkan analisa parkir dilakukan untuk menentukan kebutuhan parkir, lokasi, dan sistem parkir yang sesuai dengan kondisi kawasan. Analisa lalu lintas dilakukan untuk mencapai kondisi LOS ideal di perkotaan, yaitu C. Hasilnya menunjukkan bahwa parkir masih dapat ditempatkan di jalan asalkan diatur sudut parkirnya. Sudut parkir untuk mobil pada masing-masing jalan umumnya diubah menjadi 0° atau sejajar dengan sumbu jalan (paralel). Sedangkan parkir sepeda motor juga masih bisa ditempatkan di jalan dengan sudut parkir 90° dan 45°. Truk yang melakukan kegiatan bongkar muat barang diatur dengan manajemen lalu lintas.
Perubahan sudut parkir ini jelas membuat kapasitas parkir menjadi rendah dan belum memenuhi kebutuhan parkir, terlebih lagi untuk menampung perkembangan kendaraan di masa mendatang. Hasil analisa parkir menunjukkan bahwa sisa parkir yang tidak dapat ditampung di jalan dan perkembangan di masa mendatang, sebaiknya ditempatkan di dalam blok wilayah penelitian. Selain oleh karena masih tersedianya tanah kosong, penempatan parkir di dalam blok memenuhi kriteria penempatan parkir lainnya seperti jarak berjalan yang pendek, kesesuaian dengan tata ruang, intensitas kegiatan dan kemudahan dalam pergerakan. Hasil analisa parkir juga menunjukkan bahwa jenis parkir di luar jalan adalah tipe pelataran parkir. Ini didasarkan atas lama parkir, kondisi lokasi, identitas kawasan, aspek lingkungan, dan kemudahan visual ke arah Mesjid Raya.
Dalam mengintegrasikan beberapa aspek perancangan kota yang terkait dengan parkir, maka dilakukan pula analisa tata lingkungan luar pendukung tempat parkir. Elemen-elemen itu adalah jalur pejalan kaki, penghijauan, rambu dan marka, fasilitas penyeberangan, lampu lalu lintas, dan lampu jalan. Elemen-elemen tersebut ditempatkan pada parkir di jalan maupun di luar jalan (pelataran parkir). Analisa terhadap elemen-elemen tersebut dilakukan berdasarkan kriteria-kriteria penempatannya dari teori dan peraturan yang ada, yang antara lain meliputi jenis, bentuk, dan tujuannya, dengan ikut menganalisa kondisi yang ada pada wilayah studi, hingga akhirnya ditemukan hal-hal yang perlu diperbaiki maupun ditata kembali.
Hasil analisa itu menunjukkan bahwa pada parkir di pinggir jalan sangat diperlukan adanya jalur pejalan kaki yang mengarah ke pusat-pusat kegiatan. Sedangkan penghijauannya memakai tanaman bias dengan fungsi estetika, oleh karena overstek bangunan pertokoan cukup melindungi kendaraan yang parkir. Tanaman dengan fungsi peneduh hanya ditempatkan pada median jalan. Pada tempat-tempat dimana terdapat arus pejalan kaki yang terkonsentrasi, perlu ditempatkan fasilitas penyeberangan, dalam hal ini zebra cross yang dibantu dengan lampu lalu lintas. Dan, parkir di pinggir jalan akan menjadi lebih aman pada malam hari bila ada penerangan, dalam hal ini digunakan lampu jalan yang ditempatkan pada dinding pertokoan. Elemen lain seperti rambu dan marka dibuat dengan warna cerah dan menarik agar menjadi perhatian pengemudi hingga akhirnya aktivitas lalu lintas dan parkir menjadi lebih tertib. Pelataran parkir juga menggunakan elemen-elemen di atas dengan fungsi yang tidak jauh berbeda. Hanya fungsi tanaman saja yang berbeda, dimana pada pelataran parkir sebagian besar membutuhkan tanaman yang berfungsi sebagai peneduh. Ini bertujuan untuk melindungi kendaraan dari panas matahari dan menciptakan kesejukan. Tanaman perdu dijadikan sebagai pagar pelataran. Tata lingkungan luar pendukung tempat parkir dengan beberapa aspek perancangan kota yang terkait dengan parkir itu dijabarkan dalam ilustrasi tiga dimensi.
==================================================================================================================================
At the commercial area in downtown where development continues, the supply of parking spaces is less than the demand, and parking uses the road curb. On roads with low traffic volume, this does not cause problems. However, in commercial areas in downtown with high traffic volume, it can cause problems. Parking at the road curb (on-street parking) where there is high traffic volume creates congestion and several losses, such as time delays, air pollution, gasoline waste, financial losses, and energy consumption. Based on these losses, it is necessary to arrange the parking system so that the problems can be minimized by integrating several urban design aspects related to parking to support parking facilities.
The parking arrangement is based on traffic volume and parking analyses. The traffic volume analysis is conducted to determine whether curb parking is still appropriate based on the Level of Service (LOS) classification. The parking analysis is conducted to determine parking demand, parking locations, and the type of parking appropriate to the characteristics of the area. The traffic volume analysis is also conducted to achieve the ideal LOS condition in an urban area, which is LOS C. The results show that parking can still be placed along the road curb (on-street parking) by arranging the parking angle. Generally, the parking angle for cars on each road is changed to 0° (parallel). In addition, motorcycle parking can be placed on K. H. Ahmad Dahlan Street and Moh. Jam Street with parking angles of 90° and 45°. Trucks used for loading and unloading activities are managed through traffic management.
Changing the parking angle along the road certainly causes a decrease in parking capacity, resulting in insufficient parking supply. It also cannot accommodate future vehicle growth. The results of the parking analysis show that the remaining parking demand that cannot be accommodated along the road, as well as future vehicle growth, should be accommodated within the blocks in the research area. These results are based on the availability of vacant land, its relationship to the overall area plan, activity intensity, and ease of movement. The results also show that the appropriate type of parking is a surface parking lot. This is based on parking duration, area conditions, the identity of the area, environmental aspects, and visibility toward the Mesjid Raya.
In integrating several urban design aspects related to parking, it is also necessary to analyze the external environmental system supporting the parking facilities. These elements include pedestrian ways, greenery/planting, crossing facilities, traffic signals, traffic lights, and street lights. These elements are provided for both curb parking and off-street parking (surface parking lots). The analysis of these elements is conducted based on criteria derived from theories and regulations, including their types, forms, and purposes. The study area is also analyzed to identify problems that need to be improved or rearranged.
The results of the analysis show that curb parking requires pedestrian ways leading to activity centers. The greenery uses ornamental plants for aesthetic purposes because the cantilevers of the buildings provide sufficient protection for parked vehicles. Plants serving a shading function are placed only on the road median. At locations where pedestrian flows are concentrated, zebra crossings supported by traffic lights should be provided. In addition, curb parking will be safer at night when adequate lighting is provided; in this case, street lamps can be placed on the walls of buildings. Other elements, such as traffic signs and road markings, should use bright and attractive colors so that they attract the attention of drivers and parking users, thereby improving the orderliness of traffic and parking activities. Surface parking lots also use these elements with similar functions. The main difference is in the planting, as surface parking lots require more plants that provide shade. This is intended to protect vehicles from direct sunlight and create a cooler environment. Shrub plants are used as fencing for the surface parking lot. The external environmental system supporting parking facilities, incorporating several urban design aspects related to parking, is illustrated in three dimensions.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: RT 711.73 Ash s
Subjects: T Technology > TL Motor vehicles. Aeronautics. Astronautics > TL175 Parking facilities
Divisions: Faculty of Architecture, Design, and Planning > Architecture > 23101-(S2) Master Thesis
Depositing User: magang .
Date Deposited: 24 Sep 2026 06:49
Last Modified: 24 Sep 2026 06:49
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/144877

Actions (login required)

View Item View Item