Perencanaan Dan Pengendalian Alokasi Debit Pada Sistem Irigasi Teknis Dengan Program Linier (Studi Kasus Daerah Irigasi Wonosroyo Kabupaten Bondowoso)

Suranto, Dwi Djoko (2006) Perencanaan Dan Pengendalian Alokasi Debit Pada Sistem Irigasi Teknis Dengan Program Linier (Studi Kasus Daerah Irigasi Wonosroyo Kabupaten Bondowoso). Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh November.

[thumbnail of 2504201009-Master_thesis.pdf] Text
2504201009-Master_thesis.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (53MB)

Abstract

Seiring dengan perkembangan penduduk yang semakin padat, air menjadi komoditas yang berharga, terbatas, dan vital. Mengingat keterbatasan ketersediaan air di alam dalam memenuhi berbagai kebutuhan, perlu dilakukan upaya agar air dapat tersedia dalam jumlah, waktu, tempat, dan kualitas sebagaimana yang diinginkan. Dengan demikian, air dapat memberikan manfaat setinggi-tingginya bagi peningkatan produktivitas hasil pertanian. Permasalahan dalam studi ini adalah menentukan jumlah debit air yang dapat dialokasikan secara tepat melalui sistem irigasi teknis dengan mempertimbangkan ketersediaan air sehingga tanaman dapat berproduksi secara maksimal. Tujuan studi ini adalah merencanakan dan mengendalikan jumlah debit air yang dapat dialokasikan pada sistem irigasi teknis sehingga diperoleh pola tanam yang optimal. Manfaat yang diharapkan adalah meningkatkan pelayanan alokasi debit air secara adil dan merata, meningkatkan efisiensi, mendukung terlaksananya pola tata tanam secara optimal, serta menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Analisis yang dilakukan meliputi pengolahan data dan pembuatan model perencanaan menggunakan program linear. Analisis tersebut terdiri atas analisis evapotranspirasi, kebutuhan air irigasi, ketersediaan air irigasi, keuntungan irigasi, dan hasil optimasi. Evaluasi dilakukan dengan meninjau kinerja model sistem alokasi debit pada kondisi eksisting dan membandingkannya dengan alternatif hasil perencanaan. Model perencanaan dilakukan dengan mengoptimalkan luas lahan yang dapat ditanami, kemudian menentukan dan mengendalikan debit air pada masing-masing pintu pengambilan. Pada kondisi eksisting, volume ketersediaan air sepanjang tahun dengan pola tanam padi-padi-palawija hanya mampu mengairi luas lahan yang tersedia dengan intensitas tanam sebesar 218% dan total keuntungan sebesar Rp22.736.214.350. Hasil perencanaan yang direkomendasikan adalah alternatif Golongan B, dengan penetapan awal masa tanam pada tanggal 11 Oktober. Total keuntungan yang diperoleh sebesar Rp27.188.380.000 dengan intensitas tanam sebesar 282%. Intensitas tanam padi meningkat rata-rata sebesar 3,5%, tanaman palawija meningkat sebesar 58%, sedangkan efektivitas penggunaan lahan mencapai 94%, dibandingkan dengan kondisi eksisting yang sebesar 72%.
=======================================================================================================================================
As population density continues to increase, water has become a valuable, limited, and vital commodity. Considering the limited availability of water resources to meet various needs, efforts are required to ensure that water is available in the appropriate quantity, time, location, and quality. Thus, water can provide maximum benefits for improving agricultural productivity. The problem addressed in this study is to determine the appropriate amount of water discharge that can be allocated through a technical irrigation system by considering water availability so that crops can achieve maximum productivity. The objective of this study is to plan and control the amount of water discharge allocated through a technical irrigation system in order to obtain an optimal cropping pattern. The expected benefits are improved water discharge allocation services in a fair and equitable manner, increased efficiency, optimal implementation of cropping patterns, and support for decision-making. The analysis includes data processing and the development of a planning model using linear programming. The analysis consists of evapotranspiration, irrigation water requirements, irrigation water availability, irrigation benefits, and optimization results. The evaluation is conducted by assessing the performance of the water discharge allocation system under existing conditions and comparing it with the proposed planning alternatives. The planning model optimizes the area of land that can be cultivated and subsequently determines and controls the water discharge at each intake gate. Under existing conditions, the annual water availability with a rice-rice-secondary crop cropping pattern can irrigate the available agricultural land with a cropping intensity of 218% and generate a total benefit of Rp22,736,214,350. The recommended planning alternative is Group B, with the planting season commencing on October 11. The total benefit obtained is Rp27,188,380,000, with a cropping intensity of 282%. The average cropping intensity of rice increases by 3.5%, while that of secondary crops increases by 58%. Meanwhile, land-use effectiveness reaches 94%, compared with 72% under existing conditions.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: RTI 627.52 Sur p
Uncontrolled Keywords: Perencanaan, Alokasi Debit, Program Linier, Planning, Discharge Allocation, Linear Program
Subjects: T Technology > TC Hydraulic engineering. Ocean engineering > TC812 Irrigation
Divisions: Faculty of Industrial Technology > Industrial Engineering > 26101-(S2) Master Thesis
Depositing User: magang .
Date Deposited: 28 Sep 2026 04:29
Last Modified: 28 Sep 2026 04:29
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/144950

Actions (login required)

View Item View Item