Pendekatan Algoritma Genetik Pada Penentuan Jumlah Dan Lokasi Warehouse Dengan Uncertain Demand Dan Returnable Glass Bottle (Studi Kasus: PT. Coca Cola Bottling Indonesia Jawa Timur)

Rosmana, Aulia (2008) Pendekatan Algoritma Genetik Pada Penentuan Jumlah Dan Lokasi Warehouse Dengan Uncertain Demand Dan Returnable Glass Bottle (Studi Kasus: PT. Coca Cola Bottling Indonesia Jawa Timur). Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh November.

[thumbnail of 2505202010-Master_thesis.pdf] Text
2505202010-Master_thesis.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (6MB)

Abstract

PT. Coca-Cola Bottling Indonesia Jawa Timur merupakan salah satu perusahaan pembuat minuman ringan terbesar di dunia yang tidak hanya memproduksi minuman Coca-Cola saja, tetapi juga minuman ringan lainnya seperti Fanta, Sprite, dan lain sebagainya, yang dikemas dalam bentuk botol, baik botol gelas maupun botol plastik, serta kaleng. Pengemasan yang dilakukan menimbulkan masalah baru, yaitu adanya waste bagi lingkungan. Akan tetapi, perusahaan ini mempunyai kebijakan untuk hanya mendaur ulang kemasan dalam bentuk botol gelas karena bersifat dapat digunakan berkali-kali. Terdapat 16 gudang yang beroperasi di Jawa Timur, di mana gudang-gudang tersebut memiliki fungsi ganda, yaitu sebagai forward logistics dan reverse logistics. Pengoperasian gudang-gudang tersebut tentunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Dari penelitian ini didapatkan bahwa dari 16 gudang yang beroperasi, terdapat dua gudang yang tidak optimal sebagai distribution center dan return center, yaitu gudang di Kediri dan Banyuwangi. Biaya total yang terjadi adalah sebesar Rp2.183.263.000.188, yang lebih baik jika dibandingkan dengan total biaya skenario saat ini, yaitu sebesar Rp4.454.280.382. Hal tersebut menunjukkan adanya penghematan biaya sebesar 36,79% atau Rp1.271.017.382,00.
=====================================================================================================================================
PT. Coca-Cola Bottling Indonesia East Java is one of the largest soft drink manufacturers in the world. The company produces not only Coca-Cola as its main trademark but also other soft drinks such as Fanta, Sprite, and others, which are packaged in glass bottles, plastic bottles, and cans. Packaging activities create a new environmental problem, namely waste. However, the company has a policy of recycling only glass bottle packaging because it can be reused several times. In East Java, there are 16 warehouses currently in operation, and these warehouses have a dual function as both forward logistics and reverse logistics facilities. Operating these warehouses requires considerable costs. The results of this research show that, among the 16 operating warehouses, two warehouses are inefficient as distribution centers and return centers, namely the warehouses in Kediri and Banyuwangi. The total cost is Rp2.183.263.000.188, compared with the current scenario's total cost of Rp4.454.280.382. This indicates a cost saving of 36.79%, equivalent to Rp1.271.017.382,00.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: RTI 658.5 Ros p
Uncontrolled Keywords: algoritma genetik, nonlinear mixed-integer programming, forward logistics, dan reverse logistics, genetic algorithms, forward logistics, reverse logistics and nonlinear mixed-integer programming
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD38.5 Business logistics--Cost effectiveness. Supply chain management. ERP
Divisions: Faculty of Industrial Technology > Industrial Engineering > 26101-(S2) Master Thesis
Depositing User: magang .
Date Deposited: 28 Sep 2026 07:40
Last Modified: 28 Sep 2026 07:40
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/144972

Actions (login required)

View Item View Item