Berhitu, Jefikz (2008) Model Penjadwalan Flow Shop n JOB m Mesin Untuk Meminimasi Makespan Dengan Kendala Ketidaktersediaan Mesin Dan Due Date. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh November.
|
Text
2506201008-Master_thesis.pdf Restricted to Repository staff only Download (44MB) |
Abstract
Penelitian yang selama ini dikembangkan untuk permasalahan penjadwalan flow shop pada umumnya menggunakan asumsi bahwa mesin selalu tersedia pada saat akan digunakan. Dalam penerapannya, sering kali penjadwalan yang telah dirancang dan direncanakan oleh manajemen pada saat berjalan di tingkat shop floor mengalami berbagai macam gangguan atau masalah sehingga tidak dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana. Salah satu gangguan tersebut adalah tindakan perawatan preventif sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Memasukkan kendala due date pada suatu penjadwalan berarti tidak menginginkan adanya job yang terlambat (no tardy job). Meminimasi makespan yang maksimum berarti meminimasi rataan waktu menganggur (idle time) mesin, sehingga jadwal yang dipilih adalah jadwal yang memiliki total waktu penyelesaian job minimum yang lebih awal dari due date. Penelitian ini membahas pengembangan model penjadwalan pada sistem produksi flow shop m mesin yang memiliki kendala interval ketidaktersediaan mesin pada r mesin (r ≤ m) dan due date, dengan kriteria minimasi makespan untuk kasus resumable, non-resumable, dan semi-resumable. Pada penelitian ini diusulkan suatu algoritma untuk menyelesaikan permasalahan adanya interval ketidaktersediaan pada beberapa mesin yang sudah diketahui sejak awal dan bersifat statik. Untuk menguji kemampuannya, dilakukan pengujian dan analisis dengan beberapa kasus hipotetik. Dari beberapa kasus tersebut, solusi yang dihasilkan dibandingkan dengan semua kombinasi urutan yang mungkin dijadwalkan (enumerasi total), dan hasilnya menunjukkan bahwa solusi tersebut telah optimal. Untuk mengetahui perilaku model, dilakukan analisis pengaruh penambahan jumlah mesin yang mempunyai interval ketidaktersediaan mesin dan pengaruh letak interval waktu ketidaktersediaan mesin. Hasilnya menunjukkan bahwa semakin banyak jumlah mesin yang mengalami interval ketidaktersediaan, maka semakin besar nilai makespan yang dihasilkan. Nilai makespan akan semakin kecil jika letak interval waktu ketidaktersediaan mesin (k = 1, 2, ..., r) secara berurutan berada semakin mendekati awal proses.
====================================================================================================================================
Recent research on flow shop scheduling problems generally assumes that machines are always available when they are needed. In practical applications, however, scheduling designed and planned by management may encounter various disturbances or problems at the shop-floor level, causing the schedule to deviate from the original plan. One such disturbance is preventive maintenance carried out according to a predetermined schedule. Incorporating a due date constraint into scheduling means that no job is allowed to be late (no tardy job). Minimizing the maximum makespan means minimizing machine idle time; therefore, the selected schedule is the one with the minimum total job completion time that finishes before the due date. This research develops a scheduling model for an m-machine flow shop production system with machine unavailability intervals on r machines (r ≤ m) and due dates, using makespan minimization as the criterion for resumable, non-resumable, and semi-resumable cases. An algorithm is proposed to solve the problem of unavailability intervals on several machines that are known in advance and are static. To evaluate its performance, tests and analyses are conducted using several hypothetical cases. The resulting solutions are compared with all possible scheduling sequences (total enumeration), and the results show that the solutions are optimal. To examine the behavior of the model, the effects of increasing the number of machines with unavailability intervals and the effects of the position of the machine unavailability intervals are analyzed. The results show that the greater the number of machines experiencing unavailability intervals, the greater the resulting makespan. The makespan becomes smaller when the positions of the machine unavailability intervals (k = 1, 2, ..., r) sequentially occur closer to the beginning of the process.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Additional Information: | RTI 658.53 Ber m |
| Uncontrolled Keywords: | Flow shop, resumable, non resumable, semi resumable, interval ketidaktersediaan mesin, makespan, due date, Flow shop, resumable, non resumable, semi resumable, interval of unavailable machine, makespan, due date. |
| Subjects: | T Technology > TS Manufactures > TS157.5 Production scheduling |
| Divisions: | Faculty of Industrial Technology > Industrial Engineering > 26101-(S2) Master Thesis |
| Depositing User: | magang . |
| Date Deposited: | 28 Sep 2026 08:46 |
| Last Modified: | 28 Sep 2026 08:46 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/144994 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
