Pemetaan desa tertinggal di provinsi Jawa Barat berdasarkan potensi ekonomi dan demografi

Nurani, Salsabilla Anisa (2022) Pemetaan desa tertinggal di provinsi Jawa Barat berdasarkan potensi ekonomi dan demografi. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 10611810000066-Undergraduate_Thesis.pdf] Text
10611810000066-Undergraduate_Thesis.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Salah satu permasalahan yang muncul dalam pembangunan wilayah adalah ketidakmerataan pembangunan yang dapat menyebabkan ketimpangan. Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu provinsi dengan peningkatan ketimpangan ekonomi yang tinggi di Indonesia. Dalam rangka pemerataan pembangunan ekonomi, pemerintah menetapkan daerah tertinggal untuk kemudian diberikan rekomendasi terkait intervensi kebijakan yang perlu dilakukan. Potensi ekonomi pada setiap desa berbeda-beda sehingga dilakukan penelitian untuk mengelompokkan desa tertinggal berdasarkan potensi ekonomi dan demografi menggunakan analisis klaster K-median yang dapat memudahkan pemerintah provinsi dalam menentukan kebijakan yang dapat membantu desa-desa terbebas dari status tertinggal. K-median merupakan metode pengelompokan yang dapat memberikan hasil pengelompokan yang baik meskipun terdapat pengamatan yang bersifat outlier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasar masih jarang ditemukan sehingga masyarakat memanfaatkan toko/warung kelontong untuk memenuhi kebutuhannya. BUMDes menunjukkan adanya kegiatan produktif, sedangkan Industri Kecil dan Mikro serta alat bantu Teknologi Tepat Guna untuk menunjang kegiatan perekonomian juga banyak ditemukan di desa tertinggal. Sebagian besar desa tertinggal memiliki jumlah penduduk usia produktif yang cukup banyak. Hasil pengelompokan menunjukkan bahwa desa tertinggal di Provinsi Jawa Barat dapat terbagi menjadi dua kelompok berdasarkan kondisi ekonomi dan demografinya. Kelompok pertama terdiri atas 46 desa dan kelompok kedua terdiri atas 71 desa. Karakteristik kedua kelompok hampir sama, yaitu cukup menonjol pada jumlah toko/warung kelontong, penggunaan alat bantu untuk pertanian, dan banyaknya penduduk usia produktif yang dapat membantu pengelolaan desa. Namun, kelompok pertama memiliki keunggulan dalam omzet yang diperoleh dari BUMDes, sedangkan pada kelompok kedua tidak terdapat BUMDes yang memiliki omzet.
====================================================================================================================================
Uneven development, which can lead to inequality, is one of the issues in regional development. West Java Province is one of the provinces in Indonesia with a high level of economic inequality. To ensure an equitable distribution of economic development, the government identifies underdeveloped villages and subsequently provides recommendations for appropriate policy interventions. Each village has different economic potential. Therefore, this study aims to classify underdeveloped villages based on their economic and demographic potential using K-Median cluster analysis, which can assist the provincial government in formulating policies to help villages overcome their underdeveloped status. K-Median is a clustering method that can provide good clustering results even when there are outlier observations. The results of the study indicate that markets are still rarely found, so people rely on grocery stores or small shops to meet their daily needs. BUMDes indicates the presence of productive activities, while Small and Micro Industries and Appropriate Technology tools to support economic activities are also commonly found in underdeveloped villages. Most underdeveloped villages have a relatively large productive-age population. The clustering results show that underdeveloped villages in West Java Province can be divided into two groups based on their economic and demographic conditions. The first group consists of 46 villages, while the second group consists of 71 villages. The characteristics of the two groups are relatively similar, particularly in terms of the number of grocery stores or small shops, the use of agricultural tools, and the large number of productive-age residents who can assist in village management. However, the first group has an advantage in terms of the turnover generated by BUMDes, whereas the second group has no BUMDes with recorded turnover.

Item Type: Thesis (Other)
Additional Information: 519.53 Nur p-1
Uncontrolled Keywords: Desa Tertinggal, K-Median, Pengelompokkan, Mapping, K-Median, Underdeveloped Villages
Subjects: Q Science > QA Mathematics > QA278.55 Cluster analysis
Divisions: Faculty of Vocational > 49501-Business Statistics
Depositing User: magang .
Date Deposited: 06 Oct 2026 03:10
Last Modified: 06 Oct 2026 03:10
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/145300

Actions (login required)

View Item View Item