Analisa pola arus dan sedimentasi di pantai LOsari Makassar dengan menggunakan metode Surface water Modelling System (SMS) dan overlay citra landsat 7-ETM pada Metode Sistem Informasi Geografis (SIG)

Suyuti, Suyuti (2006) Analisa pola arus dan sedimentasi di pantai LOsari Makassar dengan menggunakan metode Surface water Modelling System (SMS) dan overlay citra landsat 7-ETM pada Metode Sistem Informasi Geografis (SIG). Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 4104205712-27251-suyuti.pdf] Text
4104205712-27251-suyuti.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (39MB)

Abstract

Secara umum permasalahan yang ditemukan pada pengelolaan wilayah pesisir adalah dampak dari interaksi populasi manusia terhadap lingkungan pantai. Dalam penelitian ini akan dilakukan pengkajian terhadap proses sedimentasi yang timbul akibat interaksi gelombang, arus pantai, angin, dan kontur pantai di Losari, Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, dengan menggunakan pendekatan metode Water Surface Modelling System (SMS ver. 8.0) dan metode overlay citra Landsat 7-ETM tahun 1996 dan 2002 pada Sistem Informasi Geografis (SIG). Pemodelan SMS 8.0 akan menganalisis pengaruh gerakan arus pasang surut terhadap sedimen terlarut.

Tahap awal analisis dilakukan dengan membatasi boundary/training area, yaitu pada koordinat lintang (119°20'40.49"E s/d 119°26'18.73"E dan 5°6'58.348"S s/d 5°12'59.238"S). Boundary disesuaikan pada kedua metode yang digunakan dalam penelitian ini. Pengambilan sampel sedimen terlarut dimulai dari sekitar delta sampai muara Sungai Jeneberang (LS1 s/d LS7). Hasil pengukuran sedimen juga dibandingkan dengan sedimen terlarut dari hasil running pada modul SMS (SED2-WES) dan hasil analisis overlay pada citra Landsat 7-ETM (1996 dan 2002).

Arus paling kuat terjadi pada stasiun LS-1 dan LS-2 dengan kecepatan maksimum 0,079 m/s dan minimum 0,001 m/s. Kecepatan arus pada stasiun LS-4 dan LS-6 mempunyai kecepatan yang relatif sedang, yaitu antara 0,00–0,03 m/s, dan kecepatan stasiun LS-3, LS-5, dan LS-7 mempunyai kecepatan relatif kecil, yaitu antara 0,00–0,019 m/s. Konsentrasi sedimen pada tiap stasiun meningkat dengan fluktuasi yang berbeda-beda sesuai dengan kondisi pasang surut. Akumulasi sedimen terlarut sampai time step 72 pada stasiun LS-1 = 8,63 ppm, LS-2 = 6,34 ppm, LS-3 = 3,28 ppm, LS-4 = 3,79 ppm, LS-5 = 1,69 ppm, LS-6 = 0,94 ppm, dan LS-7 = 0,60 ppm.

Hasil pengukuran sedimen pada masing-masing kelas didapatkan pada: LS-1 = 14,30; LS-2 = 17,00; LS-3 = 3,65; LS-4 = 11,42; LS-5 = 9,12; LS-6 = 5,54; dan LS-7 = 6,32. Sedangkan hasil analisis pada overlay citra Landsat dibagi ke dalam 6 kelas untuk citra tahun 1996 (kelas 1: 0–4,74 ppm; kelas 2: 4,74–11,85 ppm; kelas 3: 11,85–12,79 ppm; kelas 4: 12,79–12,91 ppm; kelas 5: 12,91–15,35 ppm; dan kelas 6: 15,35–22,46 ppm) dan tahun 2002 (kelas 1: 0–13,65 ppm; kelas 2: 13,65–13,98 ppm; kelas 3: 13,98–14,36 ppm; kelas 4: 14,36–14,73 ppm; kelas 5: 14,73–15,59 ppm; dan kelas 6: 15,59–18,84 ppm).
==================================================================================================================================

Item Type: Thesis (Other)
Additional Information: 551.303 Suy a
Uncontrolled Keywords: Pola arus, Distribusi sedimen,SMS, TSS, overlay landsat 7-ETM, Current Pattern, Sediment Distribution, SMS, TSS, Overlay Landsat 7-ETM
Subjects: Q Science > QE Geology > QE471 Sedimentary rocks. Sedimentology
Divisions: Faculty of Marine Technology (MARTECH) > Ocean Engineering > 38101-(S2) Master Thesis
Depositing User: magang .
Date Deposited: 07 Oct 2026 07:49
Last Modified: 07 Oct 2026 07:49
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/145404

Actions (login required)

View Item View Item